Crush On You

Crush On You
Makan Bersama


__ADS_3

"Arkan...."


Seperti yang dijanjikan Mika pada Arkan, kalau dia akan menjemput Arkan dari sekolah.


Arkan yang baru saja keluar dari ruang kelasnya langsung berlari dengan bahagia saat melihat Mika datang. Keduanya pun langsung berpelukan dengan bahagia. Setelah itu dengan wajah berseri keduanya berjalan dengan bergandengan tangan menunju mobil.


"Sepertinya Arkan benar-benar sangat sayang dengan Mika..." ucap Doni sambil melirik Jefri yang duduk di belakang.


Jefri tampak hanya diam saja sambil memikirkan kedekatan Arkan dan Mika tampak tidak bisa dipisahkan lagi.


"Baju yang dipakai Mika saat ini apa itu dari mu?"


"Hemmm, bajunya tadi tampak kotor..."


"Apa dia memberitahu mu kenapa bajunya kotor?"


"Katanya tadi tersandung saat bawa kopi..."


"Sudah ku duga dia tidak akan memberitahu mu..." mendengar ucapan Doni, Jefri langsung menoleh ke arah Doni dengan mengerutkan keningnya.


"Apa terjadi sesuatu?"


"Lebih baik kamu cek saja CCTV..."


"Katakan..." ucap Jefri langsung terpotong saat pintu mobil terbuka.


"Papa..." teriak Arkan bahagia saat melihat Jefri juga ikut menjemputnya dan langsung memeluk Jefri. Arkan tidak menyangka kalau Jefri juga ikut menjemputnya.


Doni yang melihat dari kaca langsung tersenyum, karena melihat hubungan Jefri, Mika dan Arkan saat ini tampak seperti satu keluarga.


"Papa, Ar mau eskrim..." ucap Arkan sambil melirik Jefri dengan memamerkan giginya yang belum tumbuh semua.


"Oke, tapi kita makan dulu!" ucap Jefri sambil mengelus-elus rambut coklat Arkan.


Mendengar kata makan, Mika yang dari tadi terus menatap luar jendela langsung menoleh ke arah Jefri. Keduanya pun langsung saling bertatapan.


"Kita makan siang dulu, sebelum kembali ke kantor..." jelas Jefri saat Mika menatapnya.


"Yey...." mendengar teriakkan bahagia Arkan, membuat Mika dan Jefri langsung memutuskan tatapan mereka dan mereka tampak salah tingkah.

__ADS_1


Doni yang dari tadi terus memperhatikan mereka, langsung tersenyum saat melihat tingkah Jefri dan Mika seperti orang yang ketahuan selingkuh.


Sesampainya di restoran yang ditentukan Jefri, Arkan langsung mengandeng tangan Mika dan Jefri. Pengunjung restoran yang melihat kedatangan mereka berpikir mereka adalah pasangan yang sedang membawa putra mereka makan. Mereka memuji kalau Mika dan Jefri tampak sangat serasi dan Arkan putra mereka sangat tampan perpaduan ketampanan Jefri dan kecantikan Mika.


Saat mereka mencari tempat duduk dengan celingak-celinguk yang dari depan pintu restoran seorang waiters datang menghampiri mereka, dan mereka pun langsung dibantu ke tempat duduk yang masih kosong.


Jleb...


Kaki Mika langsung berhenti melangkah saat melihat orang-orang yang paling ingin sekali dia hindari sepanjang hidupnya, kini ada dihadapannya. Karena Mika berhenti, Arkan dan Jefri pun juga ikut berhenti. Jefri dan Arkan pun langsung menoleh kebelakang dan Jefri melihat Mika berdiri mematung.


"Mika..."


"Mama..." Jefri dan Arkan secara bersamaan memanggil Mika.


Mika tidak menanggapi panggilan Jefri dan Arkan, Mika terus menatap kearah sudut ruangan. Karena Mika tampak diam saja, Jefri mengikuti kearah mana pandangan Mika. Setelah melihat kearah mana pandangan Mika, Jefri langsung mendekati Mika dan langsung menarik tangan kanan Mika untuk digenggamnya. Karena Jefri menggemgam tangannya, Mika pun langsung sadar.


Mika menatap Jefri dengan wajah sendu dan dalam benaknya saat ini dia bertanya pada dirinya sendiri apakah dia harus lari saat ini atau mengabaikannya.


"Apa kita harus cari tempat yang lain?" tanya Jefri sambil menatap Mika dengan lembut.


Mika tampak diam saja, karena dia pun tidak tahu jawaban dari pertanyaan Jefri saat ini.


"Baiklah, kita cari tempat makan yang lain..." ucap Jefri, karena Mika tampak diam saja.


"Tidak perlu pak, kita tetap disini saja..." ucap Mika tiba-tiba dan Jefri pun langsung menoleh ke Mika dengan mengerutkan keningnya.


"Ka...."


"Ma, pa, Arkan lapar..."


Jefri tidak melanjutkan ucapannya karena Arkan tiba-tiba mengeluh lapar. Secara bersamaan Mika dan Jefri menoleh ke arah Arkan yang sudah tampak merenggut.


Karena Arkan yang sudah merenggut, akhirnya mereka memutuskan untuk tetap makan di restoran tersebut. Saat menunggu pesanan mereka datang, sesekali Mika melirik ke arah Jefri yang duduk di hadapannya. Mika sangat bingung dengan pertanyaan Jefri tadi, seolah-olah Jefri tahu alasan dia berhenti tadi.


"Mama, Arkan mau ke toilet..." ucap Arkan yang tiba-tiba.


Mika hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum. Saat Mika membawa Arkan ke toilet, Mika juga ke toilet untuk mencuci tangannya. Mika tidak menyadari kalau yang ada disampingnya ada saudara tirinya.


"Wah...Wah... Siapa yang ku temui ni...." Mika langsung menoleh ke samping kanannya dan tampak sangat kesal karena bertemu dengan saudara tirinya. Karena tidak ingin ada keributan, Mika lebih memilih untuk keluar. Saudara tirinya pun juga ikut keluar dan dengan sengaja saudara tirinya menyenggol Mika.

__ADS_1


Bugh....


Mika langsung terjatuh tersungkur.


"OPS, sorry saya tidak sengaja..." Uda Raya, saudara tiri Mika.


"Mama..." teriak Arkan saat keluar dari toilet melihat Mika jatuh dan langsung berlari kearah Mika.


Mika pun langsung bangkit berdiri dan langsung membawa Arkan pergi menjauh dari Raya. Mika takut kalau tiba-tiba Raya akan menyakiti Arkan. Raya yang tidak suka karena Mika diam saja, Raya pun langsung mengikuti Mika dari belakang. Raya sangat ingin tahu dimana Mika duduk.


Setelah mengetahui Mika duduk dengan dua pria, Raya langsung membuat rencana licik untuk Mika. Raya kembali ke tempat duduknya dan sebelum dia duduk, Raya dengan sengaja mencubit lengannya sampai memerah. Dengan wajah sedihnya, Raya menghampiri kedua orangtuanya.


"Ray, kenapa kamu nak?" tanya Bisar, ayah kandung dari Mika dan Raya.


Dengan wajah sendu, Raya menunjukkan lenggangnya yang tampak memerah.


"Kenapa seperti ini?" tanya Susan dengan panik saat melihat tangan Raya yang memerah.


"Tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Kak Mika, aku hanya ingin mengelus kepala putranya tapi dia langsung mencubit tanganku, ma..." ucap Raya dengan berbohong.


"Putra? Jadi Mika sudah menikah?" tanya Bisar dengan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Raya.


"Jadi maksud papa waktu itu kami berbohong?" tanya Susan dengan kesal karena suaminya seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.


"Papa ingin bertemu dengan kak Mika? Kak Mika sedang makan bersama suaminya di sudah sana..." ucap Raya sambil menunjukkan arah Mika duduk.


Binsar pun yang sangat ingin tahu kebenarannya langsung menoleh ke belakang.


"Kak Mika duduk dihadapan dua pria itu" ucap Raya untuk menjelaskan karena Mika duduk memunggungi mereka.


Binsar pun langsung bangkit berdiri dia ingin tahu dengan siapa putrinya menikah dan kenapa putrinya tidak memberitahu padanya tentang pernikahannya.


...----------------...


Saat Arkan dan Mika kembali ke tempat duduk, dengan polosnya Arkan memberitahu pada Jefri kalau Mika jatuh.


"Papa, tadi mama jatuh dibuat Tante jahat. Arkan...."


Mendengar aduan Arkan membuat Mika langsung menutup mulut Arkan dengan cepat. Mika tidak menyangka kalau Arkan memberitahu pada Jefri apa yang terjadi tadi, padahal Mika sudah meminta agar Arkan tidak memberitahu pada siapapun.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya, saya baru bisa update. Beberapa hari ini saya sedang sakit jadi tidak bisa update. Terimakasih untuk dukungan kalian semua ya...🙏🙂


__ADS_2