
"Ehem, Ana sedang apa kamu di sini?" tanya Leo lembut.
Ana terperanjat melihat Leo berada di rumah sakit yang sama. Lalu Ana langsung melepaskan pelukan Pandu dan berdiri menghadap Leo sambil sesekali menunduk secara sopan.
"Bu Yanti kecelakaan Mas, sedang ditangani dokter di dalam. Mas Leo sedang apa di rumah sakit? Apa sedang sakit juga?" tanya Ana dengan sopan.
"Aku sedang menunggu Mama sedang sakit setelah terpleset dari tangga di rumah" ucap Leo lirih.
"Ya ampun, tapi sekarang kondisi Mama Mas Leo bagaimana? Apa sudah sadar atau ada luka serius?" tanya Ana cemas.
"Tenang saja semua sudah cukup baik tinggal pemulihan saja. Oh ya apa kamu mengetahui kondisi Ayu saat ini dan tinggal di mana dirinya?" tanya Leo sendu.
"Maaf Mas, hingga kini Ana tidak tahu di mana kak Ayu berada dan kondisinya seperti apa. Jika nanti kak Ayu menghubungi kami, pasti akan kita sampaikan ke Mas Leo dan keluarga" ucap Ana dengan sopan.
"Keluarga pasien atas nama Bu Yanti" teriak suster memanggil.
__ADS_1
Ana yang mendengar keluarga Bu Yanti dipanggil maka ia segera berpamitan dengan Leo dan tak lupa juga mendoakan agar Mama Leo segera sembuh dan pulang ke rumah. Leo pun juga meminta Ana menghubunginya jika butuh sesuatu hal mendesak semisal biaya perawatan Bu Yanti atau hal lainnya terkait panti asuhan jangan sungkan padanya.
Sesungguhnya semenjak kepergian Ayu dari kediamannya, dirinya merasa kosong dan hampa. Dahulu ia menganggap Ayu selalu memprioritaskan panti asuhan tempat asalnya daripada dirinya sebagai suami. Dikarenakan jika bersama Leo, Ayu selalu menceritakan hal unik di panti asuhan dan suka menceritakan tentang anak-anak kecil di panti asuhan yang kurang beruntung. Ayu yang memang penyuka anak kecil dan sudah mendamba kelahiran buah hati dalam pernikahannya dengan Leo sehingga sangat suka jika membahas tentang panti asuhan atau anak-anak.
Dari hal sepele itu saja, Leo sudah iri karena merasa perhatian Ayu terbagi padahal sesungguhnya Ayu sangat mengutamakan Leo sebagai suaminya dan juga sebagai pria yang Ayu cintai. Namun cinta yang mulai terpatri dalam hati Leo yang menyematkan nama Ayu berusaha ia sangkal karena masih kalah akan egonya saat itu. Berbanding terbalik dengan kondisi sekarang ini ia benar-benar merasakan cinta itu makin menggebu kala istri pertamanya itu sudah pergi entah kemana. Satu kata yang ia benarkan yaitu ia betul-betul kehilangan sosok Ayu yang selalu berada di sisinya yang mengerti akan kebutuhan dan sifatnya selama ini yang dikenal sebagai suami arogan dan dingin.
Penyesalan itu lah yang tengah Leo rasakan dan sungguh membuat dirinya makin tersiksa batin. Jika dirinya dipertemukan kembali dengan Ayu, ia berharap istrinya dalam kondisi sehat dan ia sungguh ingin minta maaf serta memperbaiki sikapnya menjadi suami yang baik untuk istrinya itu. Dan berharap Ayu memaafkan dirinya kelak.
Ana pun langsung berpamitan pada Leo sambil senyum mengembang berjalan ke arah suster yang memanggilnya.
Namun tetap hati kecilnya sebagai pria ia cemburu dan tak menyangka Leo bertutur kata lembut pada Ana dan keduanya cukup akrab sehingga membuat dadanya kembang kempis merasakan hal yang tak biasa pada perempuan yang namanya akhir-akhir ini tanpa permisi masuk menempati relung hatinya.
Tak dapat ia pungkiri seiring berjalannnya waktu dan kebersamaan dengan Ana baik di kantor maupun luar kantor menumbuhkan getar-getar cinta padahal lama hatinya tumpul dan tak mengerti arti jatuh cinta pada wanita namun Ana berbeda walau hanya seorang gadis panti asuhan yang asal usulnya tak jelas. Tetapi kini cinta itu sudah terpatri untuk satu nama yaitu Ana.
Gelombang cemburu makin kentara kala Ana dan Leo mengobrol cukup jauh dari posisi duduk Pandu sehingga tak tahu yang keduanya bicarakan tentang apa. Ia hanya bisa menghela nafas dalam untuk lebih sabar mengatur gejolak hatinya. Dan ia memutuskan setelah ini segera menyatakan cinta lebih serius ke Ana jika perlu menikahi gadis itu agar tidak ditikung lelaki lain.
__ADS_1
Usianya yang beranjak menuju angka tiga puluh tahun dan lama menjomblo akut karena pekerjaan adalah kekasih hatinya selama ini membuat jiwa lelakinya meronta-ronta terutama jika berdekatan dengan Ana. Ia juga heran dengan dirinya sendiri karena selama ini banyak wanita mendekatinya, tetapi respon tubuhnya berbeda. Hanya dengan Ana saja tubuhnya berdesir cukup hebat bahkan bisa membuat dirinya tak bisa tidur dengan nyenyak.
Saat Ana sedang berbicara dengan suster, tiba-tiba ponsel Pandu bergetar.
Drrett.. drettt..
Ketika Pandu membaca id pemanggilnya ia cukup terkejut dan langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Halo..."
"Apa..." pekik suara Pandu cukup nyaring sehingga membuat Ana terkejut dan membalikkan badan melihat raut wajah Pandu di belakangnya yang cukup aneh.
"Mas Pandu kenapa ya dan siapa yang menghubunginya hingga ia seperti orang terkena spot jantung saja" ucap Ana dalam hati.
🍁🍁🍁
__ADS_1