
Setelah dua minggu kematian Bu Yanti, maka hari bahagia Pandu dan Ana pun tiba. Walaupun masih berselimut duka, mereka berdua telah sepakat untuk mengikat janji suci pada hari ini selain karena urusan surat menyurat sudah rampung sekaligus pernikahan mereka juga sudah dijadwalkan oleh pihak KUA. Sesuai surat terakhir dari mendiang Bu Yanti yang telah memberi restu dan tetap menyarankan mereka menikah sesuai tanggal yang telah disepakati bersama walau apapun yang terjadi.
Suasana pernikahan sederhana di area panti asuhan telah nampak. Bahkan adik-adik panti asuhan telah bersiap menyambut mempelai pria dan keluarganya. Penghulu juga telah siap dan mempelai wanita sudah cantik berdandan sejak bada' Subuh. Kata sederhana terucap namun nyatanya Pandu ingin memberikan yang terbaik untuk calon istrinya itu sebuah pernikahan yang memorable walau hanya digelar di area panti asuhan.
Tak banyak yang diundang oleh mempelai, hanya warga sekitar panti, RT RW, serta beberapa teman dekat Pandu dan Ana saja. Mengusung adat Jawa di pernikahan Pandu dan Ana. Kebaya warna biru navy berjenis bludru dengan beberapa aksen swaroski menambah keindahan kebaya pengantin tersebut beserta beskap yang dikenakan Pandu dengan warna senada menambah ketampanan pemuda satu ini.
"Aduh kok aku deg-deg an ya Bu" ucap Ana yang berada di kamar pengantin.
"Semua pengantin pasti mengalami hal itu kok nak Ana" ucap Bu Laely yang notabene istri dari Pak RT.
"Mas Pandu sudah datang belum ya Bu? Ini sebentar lagi sudah mau ijab qobul" ucap Ana dengan meremas kedua tangannya lantaran gugup menyergapnya sejak tadi.
"Mempelai baru saja datang sama perwalian keluarganya hanya saya sekarang mereka semua sedang di rumah Pak RW, sebentar lagi juga ke sini nak Ana, sabar" ucap Bu RT menenangkan Ana yang tengah cemas.
__ADS_1
"Alhamdulillah jika sudah datang, semoga berjalan lancar ya Bu, mohon doanya" ucap Ana.
"Aminn...." ucap Bu RT.
🍁🍁🍁
Keamanan area panti asuhan diperketat oleh Pandu karena ia tak ingin acara sakral antara dirinya dengan Ana terdapat gangguan dari orang tak dikenal. Walau awalnya para warga sedikit aneh seakan sedang menghadiri acara pejabat negara karena banyak bodyguard di area pernikahan tersebut dihelat. Namun mereka tak mempermasalahkannya karena yang mereka tahu calon suami Ana ini pekerjaannya cukup mapan jadi punya banyak cukup uang untuk sekedar menyewa jasa keamanan begini.
Bahkan catering yang dipesan Pandu juga terbaik dan banyak variasi makanan serta minumannya. Sampai-sampai beberapa gerobak pedagang kecil makanan dan minuman di boyong ke panti untuk memeriahkan acara pernikahan mereka semacam pesta rakyat. Pandu ingin pernikahan ini membawa rejeki bagi warga tak mampu di sekitar area panti terutama pedagang kecil. Berharap dengan sedekah darinya membawa pernikahan dirinya dengan Ana langgeng dan bahagia selalu hingga keturunan mereka nantinya.
Ucapan ijab qobul pun bergema di ruang tamu panti asuhan yang disulap menjadi tempat sakral Pandu dan Ana terikat janji suci seumur hidup seiya sekata.
"SAH" ucap para saksi.
__ADS_1
Haru meliputi suasana di tempat itu bahkan Pandu menitikkan air mata. Walaupun dirinya dan Ana sudah tak memiliki orang tua kandung namun orang terdekat mereka hadir di hari bahagianya sudah merupakan kado terindah buat keduanya. Di dalam kamar pengantin, Ana juga menitikkan air mata kala mendengar calon suaminya mengucap ikrar janji suci tersebut di depan para tamu yang hadir.
Bu RT mendampingi Ana untuk keluar dari kamar pengantin. Berjalan perlahan dan Ana yang malu-malu masih menundukkan kepalanya dan saat langkah susah mendekat dengan tempat ijab qobul, Bu RT membisikkan sesuatu padanya.
"Angkat kepalamu An, suamimu sudah di depan mata menanti istrinya yang cantik jelita ini kini sudah berhak untuk saling pandang karena kalian sudah halal" bisik Bu RT membuat pipi Ana merona dan kedua tangannya saling bertautan untuk menutupi kegugupannya.
"Ya Tuhan...apa benar yang kulihat sekarang ini? Hah...apakah aku bermimpi?" ucap Ana seraya menepuk kedua pipinya semoga penglihatannya saat ini benar nyata adanya bukan mimpi. Jika pun hanya mimpi, berharap ia tak bangun lebih dahulu dari mimpi bahagianya ini hingga tanpa sadar matanya berkaca-kaca.
🍁🍁🍁
Ana melihat apa sobat?
Yang pasti bukan melihat othor tidak solehot ini xixi...
__ADS_1