
"Ay...Ay...ini benar kamu?" ucap Leo seraya meraba lembut pipi Ayu karena sebelumnya ia mencubit tangannya sendiri yang ia merasakan sakit artinya saat ini dirinya bukan sedang bermimpi.
Ayu pun membiarkan suaminya meraba pipinya karena Leo memang masih berstatus sebagai suami sahnya yang berhak menyentuhnya.
"Ehem" Ayu berdehem.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam Mas, gak enak dilihat banyak orang nantinya yang lalu lalang di sini" ucap Ayu lirih.
"Eh, iya Ay" ucap Leo seraya masih menggendong Lio dan mengekori Ayu memasuk panti dari pintu yang lain.
Ayu pun menyuruh Lilis dan Erni membawa si kembar ke kamarnya. Awalnya bayi Lio sedikit rewel, mungkin karena sudah nyaman dalam gendongan Daddynya namun akhirnya berkat gendongan Ayu yang mengambil alih dari tangan Leo dan direbahkan ke ranjang justru kini bayi Lio sudah mau menyusul kembarannya untuk tidur. Kebetulan saat ini sudah jam waktunya mereka berdua tidur siang jadi mudah mengantuk.
Kemudian Ayu dan Leo pergi ke taman belakang sembari sebelumnya Ayu sudah menyajikan teh hijau favorit suaminya dan beberapa cookies sebagai teman mengobrol mereka berdua yang akan panjang sepertinya karena begitu banyak pertanyaan yang hinggap di kepala Leo untuk mengkonfirmasikan pada istrinya ini namun masih tertahan di bibirnya karena ingin memandang Ayu tanpa teralihkan oleh apapun seakan takut Ayu bilang dari pandangannya dan tak kembali lagi.
__ADS_1
Ayu pun kini berjalan kembali ke tempat duduk suaminya berada dengan membawa sebuah map besar yang ia ambil dari dalam kamarnya. Akan tetapi saat berdua seperti ini justru keduanya seperti orang yang tengah dijodohkan saja sama-sama merasa canggung dan diam. Leo bingung memulai bicaranya dari mana begitu pun Ayu mengalami hal yang sama.
"Dag...Dig..Dug" suara jantung keduanya berdegup kencang berirama
"Aduh jantung kenapa jadi deg-deg an begini sih ketemu Mas Leo padahal kemarin-kemarin sudah siap mental" gumam Ayu dalam hati.
"Astaga kenapa mendadak grogi begini sama istri sendiri macam abege labil baru jatuh cinta saja, dasar Leo..Leo" gumam Leo dalam hatinya.
"Mas..." ucap Ayu.
Kata Othor : Kompak bener kalian berdua ciee...ciee...
"Mas duluan saja bila ada hal yang perlu ditanyakan atau disampaikan" ucap Ayu lirih.
__ADS_1
"Kamu dahulu saja Ay, kan wanita selalu terdepan" balas Leo membuat Ayu mendadak terkekeh semenjak kapan suaminya yang dingin seperti kulkas dua belas pintu ini jadi hobi ngelawak.
(bukan iklan apalagi endorse karena Leo belum bayar ke othor xixi...xixi)
"Ini surat rekam medis Ayu selama ini dari awal Ayu pergi dari rumah Mas Leo hingga dinyatakan hamil kemudian Ayu koma hingga akhirnya melahirkan si kembar di Singapura. Dan ini gunting jika memang Mas Leo tak mempercayai Lio dan Lea adalah darah dagingmu maka bisa Mas gunting sendiri rambut mereka untuk Mas uji sendiri DNA mereka di rumah sakit apa cocok dengan Mas atau bukan" ucap Ayu lirih.
"Ay...." ucap Leo terbata-bata dan mendadak matanya pun berkaca-kaca mendengar sekilas apa yang telah dialami istrinya ini hingga si kembar lahir ke dunia.
"Maafin Ay, Mas. Ay terpaksa pergi dari rumah Mas Leo karena khawatir akan keselamatan janin yang ada dalam kandunganku" ucap Ayu sendu.
"Kenapa Ay? Apa karena aku sudah menyiksamu dan menyakiti hatimu sehingga saat benihku mulai tumbuh di rahimmu, kamu tak mau aku mengetahuinya dan menyapanya?" ucap Leo sendu seraya menatap mata Ayu yang sudah menitikkan air matanya.
"Mas..." ucap Ayu terbata menahan rasa pilu yang menyayat sembilu melihat respon suaminya seperti ini.
__ADS_1
"Bahkan aku tak bisa mengadzani si kembar saat mereka pertama kali melihat dunia. Siapa yang menggantikan tugasku itu Ay?" ucap Leo lirih.
🍁🍁🍁