Darah Dan Air Mata SUAMIKU

Darah Dan Air Mata SUAMIKU
Siapa Musuhku?


__ADS_3

"Aapa...ini benar? Apa kalian orang tua kandungku?" tanya Ayu menatap sendu dan terbata-bata dengan penuh rasa yang terkejut bercampur bahagia.


"Iya nak, sejak awal menolongmu malam itu ada desir berbeda yang kami rasakan padamu. Namun kami berusaha menyanggahnya mungkin karena kami rindu pada anak kami yang hilang dua puluh lima tahun silam. Namun setelah kamu koma dan beberapa fakta yang kami dapatkan akhirnya itu bukan mimpi atau perasaan semu saja melainkan memang ikatan batin antara orang tua dengan anaknya" ucap Alex Dharma.


"Maaf nak jika kamu merasa terkejut sama halnya dengan kami beberapa waktu lalu juga syok melihat fakta bahwa kamu putri kandung kami. Bahkan untuk memvalidasi kembali fakta yang ada, kami melakukan tes DNA kembali di rumah sakit yang berbeda sebagai second opinio. Khawatir ada kesalahan saat tes DNA tersebut namu ternyata hasilnya tetap sama bahwa kamu memang putri kandung kami yang hilang" ucap Sinta Dharma sendu dan lirih.


Kemudian Alex Dharma menyodorkan beberapa bukti pendukung lainnya seperti cctv yang memiliki visual serta suara percakapan antara Bu Yanti dengan Leo, suami Ayu ketika di rumah sakit. Namun Alex Dharma juga menyarankan agar putrinya jangan dulu bertemu Leo suaminya karena ada fakta lain yang ia curigai bahwa nyawa Ayu serta kedua buah hatinya masih dalam ancaman seseorang yang belum diketahui jelas siapa saja dalangnya.


Hal ini menjadi acuan dari Alex Dharma karena ketika Pandu dan anak buah lainnya menyelidiki kecelakaan yang dialami Bu Yanti merupakan bukan tabrakan yang tak disengaja melainkan sengaja tabrak lari. Akan tetapi pelaku belum bisa terungkap selain daerah kecelakaan terjadi tak ada cctv yang dekat serta info dari saksi mengenai plat nomor mobil pelaku setelah dilacak pun ternyata itu plat nomor palsu.

__ADS_1


Akan tetapi Alex Dharma sudah menyerahkan hal itu pada Pandu dan anak buahnya untuk tetap memburu pelaku dan siapa saja yang berhak dicurigai pasti orangnya tak jauh dari lingkup keluarga Abraham.


"Daddy sarankan kamu jangan balik ke negara asalmu dahulu karena masih ada musuh yang menginginkan nyawamu dan pastinya jika mereka tahu kamu punya anak maka kedua bayi tak berdosa itu bisa jadi sasaran mereka" ucap Alex Dharma dengan tegas


"Apa Tuan? Musuh? Siapa yang ingin membunuhku? Apa suamiku Leo atau ibu mertuaku?" tanya Ayu terbata-bata.


Dikarenakan dua puluh lima tahun lebih Alex dan Sinta Dharma menangisi kematian putra kandungnya kembaran Ayu dan kini putrinya ditemukan namun masih menganggap mereka adalah orang lain. Alex sengaja menekankan agar putrinya itu terbiasa.


"Maafkan aku Dad" ucap Ayu terbata seraya menundukkan kepalanya takut menatap wajah Daddynya yang mendadak dingin padanya.

__ADS_1


"Ya Tuhan apa aku menyakiti perasaan kedua orang tua kandungku. Mereka tak bersalah karena tak membuangku namun aku masih canggung menghadapi ini semua. Seperti mimpi dari panti asuhan menjadi putri dari konglomerat seperti mereka. Apa kata orang sekitar nanti melihat kami. Apakah orang yang mengenalku miskin akan percaya begitu saja, huft" ucap Ayu dalam hati yang tengah berkecamuk dilema dengan perubahan status sosialnya yang mendadak tersebut.


"Bagaimana nanti tanggapan Mas Leo dan Mama? Apa mereka juga mau mengakui bahwa Lio dan Lea adalah keturunan kandung keluarga Abraham?" ucap Ayu bermonolog dalam hatinya begitu banyak pertanyaan yang membuat dirinya resah akan sesuatu hal yang belum terjadi.


"Kamu kenapa sayang? Apa ada yang kamu pikirkan, kok melamun?" tanya Sinta Dharma lembut pada putrinya sambil mengusap lengan Ayu dengan penuh kasih.


Deg..


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2