
"Ya Tuhan...apa benar yang kulihat sekarang ini? Hah...apakah aku bermimpi?" ucap Ana seraya menepuk kedua pipinya semoga penglihatannya saat ini benar nyata adanya bukan mimpi. Jika pun hanya mimpi, berharap ia tak bangun lebih dahulu dari mimpi bahagianya ini hingga tanpa sadar matanya berkaca-kaca.
"Mbaakk...Aayu" ucap Ana dengan terbata-bata.
Ana terbelalak kaget bukan karena melihat ketampanan mempelai prianya namun sosok wanita yang berada di belakang Pandu. Di sebelah Ayu berdiri ada sepasang laki-laki dan wanita paruh baya yang Ana sudah ketahui bernama Tuan Alex dan Nyonya Sinta Dharma. Mereka adalah majikan sekaligus sudah menganggap Pandu seperti anaknya sendiri. Ana mengetahui wajah keduanya karena ketika bekerja membersihkan ruangan CEO di Dharma Group ia melihat foto keduanya baik terpampang nyata di dinding maupun di meja kerja Tuan Alex.
Pertanyaan yang berkecamuk di dalam benak Ana saat ini bagaimana bisa Ayu hadir di acara pernikahannya dan seakan dekat dengan majikan Pandu tersebut. Ada apa gerangan yang terjadi yang ia tidak tahu? Sungguh saat ini konsentrasinya terpecah banyak yang ia ingin tanyakan pada Ayu yang telah ia anggap kakak namun ia harus fokus dahulu pada acara pernikahannya.
"Ayo sayang kita naik ke pelaminan, nanti akan aku jelaskan apa yang kamu tanyakan di pikiranmu sekarang ini" bisik Pandu seraya sudah berada di depan Ana dengan menggenggam erat tangan istrinya itu.
"Eh..iya Mas, maafkan Ana ya jadi tidak fokus. Kamu tampan sekali hari ini, Mas?" bisik Ana dengan wajah merona malu-malu.
__ADS_1
"Cuma hari ini ya tampannya? Kemarin-kemarin jelek ya?" ucap Pandu menggoda.
"Eh enggak Mas, sejak pertama bertemu hingga sekarang dan nanti kamu pangeran berkuda tampan bagiku dan hanya tercipta untukku seorang" balas Ana lirih.
Bu RT pun menginterupsi cekikikan kedua mempelai yang saling berbisik mesra bahkan Alex, Sinta Dharma dan Ayu hanya mengulas senyum melihat keduanya saling mencintai seperti ini. Akhirnya kedua mempelai melangkah dan sudah duduk di pelaminan dengan baik hingga menyihir para tamu undangan yang hadir melihat raja dan ratu sehari itu.
Iringan musik rebana dari grup warga sekitar mengiringi acara pernikahan Pandu dan Ana bahkan mereka tidak mau dibayar apapun karena ingin turut berpartisipasi memeriahkan acara pernikahan Ana. Ketua grup rebana pun mengatakan bahwa itu adalah kado dari mereka untuk mempelai berdua.
Ayu pun tak terasa mengenang masa lalunya hingga menitikkan air mata. Alex dan Sinta Dharma yang ada di sebelahnya mengapit putri kandungnya itu mengenggam erat tangannya guna menyalurkan kesedihan yang dirasakan oleh putrinya. Sebagai orang tua mereka sangat paham akan kenangan masa lalu yang pahit yang membekas dalam jiwa sang putri.
"Suatu saat kamu pasti bahagia sayang, percaya dengan kami. Jangan meneteskan air mata kesedihan kembali dan cobalah berdamai dengan masa lalumu yang pahit itu" ucap Sinta Dharma lirih.
__ADS_1
"Iya mom, Ayu hanya teringat dengan pesta pernikahan antara Ayu dengan Mas Leo yang lalu saja. Walaupun lebih meriah dari ini namun sorot pancaran bahagia tak seperti mereka sekarang" ucap Ayu sendu.
"Ingatlah sekarang kamu juga sudah bahagia bersama Lio dan Lea serta kami. Apakah perlu Daddy turun tangan membuat suamimu hancur dengan memporak porandakan bisnisnya atau kehidupannya?" tanya Alex Dharma sendu melihat kesedihan sang putri sekaligus juga amarah yang terpendam pada menantunya itu.
"Jangan Dad, biar bagaimanapun Mas Leo adalah Papa dari Lio dan Lea. Aku tak mau ia celaka apalagi balas dendam padanya maupun Mama Margareth. Biarkan takdir bermuara sendirinya apakah kita ditakdirkan berjodoh atau tidak yang pasti aku tak akan menghalangi bila Mas Leo ingin bertemu buah hatinya" ucap Ayu lirih.
Saat acara tengah berlangsung tiba-tiba salah satu bodyguard Alex membisikkan sesuatu ke telinga bosnya. Mendengar informasi yang disampaikan membuatnya terkejut sejenak namun setelah itu ia kembali bersikap normal karena tak ingin membuat seseorang panik.
"Kita lihat saja bagaimana reaksinya jika bertemu. Tetap perketat penjagaan dan jangan sampai lengah terutama Ayu dan kedua cucuku harus kalian utamakan untuk lindungi" bisik Alex pada ketua bodyguardnya.
"Siap bos" ucap ketua pengawal.
__ADS_1
🍁🍁🍁