
Selepas Margareth diijinkan pulang dari rumah sakit, wanita paruh baya ini begitu terharu ketika kursi rodanya yang didorong oleh menantu dan putranya itu memasuki kediaman utamanya yang sangat ramai dengan tangis dan tawa suara cucu-cucunya. Bahkan kehadiran besan keluarga Abraham yaitu Alex Dharma dan Sinta Dharma bahkan pengantin baru Pandu dan Ana juga turut hadir makin membuat semarak acara perayaan kepulangan dirinya ke rumah.
Walaupun kondisinya kini belum mampu menggendong secara langsung ketiga cucunya, ia sudah bahagia diijinkan oleh Tuhan melihat mereka bertumbuh sebelum menyesal lebih dalam.
Bahkan Alex dan Sinta Dharma pun membantu memberikan pengobatan terbaik untuk sang besan yang tengah pemulihan dari penyakit strokenya itu. Margareth sangat bersyukur karena orang tua Ayu tak memiliki dendam padanya. Padahal dirinya sudah berbuat jahat pada putri kandung mereka. Memang tak salah jika mendiang suaminya dahulu bersikukuh menjodohkan Leo dengan Ayu.
"Pa, apa kamu bahagia di sana? Lihatlah putra dan menantu yang kamu inginkan sungguh membuat keluarga kita makin sempurna dan membawa kebahagiaan. Lio ,Lea dan Nola adalah cucu keluarga Abraham yang akan meneruskan garis keturunan kita. Wajah Lio sangat mirip denganmu dan Leo. Semoga Leo selalu bahagia ke depannya, Amin..." ucap Margareth dalam hati kala dirinya menatap foto mendiang suaminya di dalam kamarnya.
Pengantin baru Pandu dan Ana berpamitan pada keluarga majikannya karena besok mereka akan berangkat untuk honeymoon di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Ana yang belum pernah pergi ke sana sangat antusias karena ia mendengar dari teman-temannya bahwa pemandangan di sana sangat memukau sehingga meminta pada suaminya untuk membawanya bulan madu ke sana. Pandu pun bersedia merealisasikannya asalkan Ana bersedia memberikan asupan nutrisi pada pisang miliknya jika meronta meminta jatah sewaktu-waktu.
Sedangkan Ayu dan Leo serta ketiga cucu keluarga Abraham akan berangkat ke Bali bersama Alex dan Sinta Dharma. Selain Leo ingin mengajak istrinya berbulan madu ke sana, Ayu ingin berziarah ke makam saudara kembarnya yaitu Brian Mahendra Dharma yang memang oleh orang tua mereka di makamkan di Bali. Leo pun mengiyakan permintaan istri tercintanya itu. Kini apapun keinginan Ayu selama itu hal positif, dirinya akan selalu mendukung penuh dan mengabulkannya sebagai suami siaga.
Bahkan Ayu kini dilarang berdandan terlalu cantik jika keluar rumah baik itu menemani Leo pada undangan urusan bisnis maupun lainnya karena lelaki ini tak mau ada pria lain yang melirik istrinya. Akhirnya sekarang justru Leo yang menjadi suami posesif dan mengalami kebucinan pada Ayu yang ditanggapi oleh Ayu dengan senyuman bahagia karena merasa sangat dicintai oleh suaminya.
__ADS_1
Sebelum mereka ke Bali, Ayu dan Leo serta ketiga anak mereka ditemani Alex dan Sinta Dharma kini berada di dekat sebuah gundukan tanah merah bertuliskan nisan atas nama Bu Yanti. Ayu duduk bersimpuh di depan nisan itu dengan raut wajah yang sudah menyorotkan kesedihan namun banyak aura kebahagiaan tetap terpancar dari wajah cantiknya kini. Ia hanya bersedih karena sebelum Bu Yanti pergi kembali pada Sang Pencipta, dirinya belum sempat mengucapkan terima kasih.
"Terima Kasih Bu Yanti, maafkan Ayu baru bisa mengunjungi makam Ibu. Semoga Ibu berbahagia di sana" ucap Ayu dalam hati dan beberapa tetes air mata membasahi pipinya yang dihapus oleh sang suami di sebelahnya sembari mengeratkan pelukannya pada Ayu guna memberikan kekuatan agar sang istri mengikhlaskan Bu Yanti.
πππ
Pemandangan di pulau dewata Bali sungguh memukau mata para wisatawan tak terkecuali bagi Ayu dan Leo. Kemarin setibanya di Bali, mereka sudah langsung berkunjung ke makam Brian. Alex dan Sinta Dharma bahagia dan terharu karena Ayu bisa bertemu dengan saudara kembarnya walaupun kini berbeda dunia diantara mereka. Dahulu kehidupan Alex dan Sinta Dharma yang kesepian karena kehilangan anak mereka. Yang satu meninggal dunia dan satunya hilang diculik kini telah berganti dengan bertubi-tubi kebahagiaan. Terlebih sejak kehadiran para pewaris keluarga Dharma yaitu cucu-cucu mereka.
Di balkon kamar sebuah hotel bintang lima di kawasan Nusa Dua Bali, seorang wanita tengah berdiri memakai bathrobe tengah menikmati pemandangan laut yang indah. Sang suami tengah tertidur pulas setelah meneguk indahnya rasa surga duniawinya yang selalu dan selalu membuatnya candu pada sang istri. Tiba-tiba sepasang lengan kokoh mendekapnya dari belakang tubuhnya.
"Auuu...sakit sayangku" ucap Leo yang entah mengapa sejak kehadiran Ayu kembali membuat dirinya makin manja pada istrinya ini.
"Biarin, habis kamu nakal sih Mas. Ayo masuk" ucap Ayu seraya menggandeng tangan Leo masuk ke kamar mereka dan Ayu menutup pintu balkon.
__ADS_1
"Masuk ke mana kan tadi juga sudah masuk" ucap Leo ambigu sengaja menggoda istrinya.
"Masak ke balkon pakai boxer doang mau diobral apa itu kotak-kotak sama senjatamu sekalian Mas, hem?" ucap Ayu dengan sedikit garang yang membuat nyali Leo menciut.
"Maaf yank tadi belum sempat pakai baju karena kamu gak di samping aku, jadi mendadak panik takut kamu hilang" ucap Leo terkekeh.
"Dasar, memang aku anak kecil apa yang gak bisa keliling Bali sendirian. Lalu apa gunanya mbah Google dan peta Dora, wleekk" ucap Ayu sembari menjulurkan lidahnya.
Ya kehidupan Ayu dan Leo semakin bahagia setiap harinya dan setelah menunggu selama satu tahun menjalani pengobatan dan terapi intensif bahkan hingga berobat ke luar negeri dilakukan oleh Margareth berangsur pulih. Anak, menantu dan ketiga cucunya adalah semangat hidupnya sehingga dirinya bisa sembuh seperti sedia kala walau tenaganya memang sudah berusia senja jadi tetap terbatas dalam membantu Ayu dan Leo mengasuh ketiga cucunya.
πTAMATπ
Kebahagiaan yang hakiki saat kita dalam kondisi sehat dan berkumpul bersama keluarga untuk menghabiskan sisa umur hidup dengan mengukir banyak kenangan indah bersama.
__ADS_1
Salah satu kunci rumah tangga adalah komunikasi dan kepercayaan. Jika salah satunya pincang maka akan merusak yang lainnya juga.
πππ