Darah Dan Air Mata SUAMIKU

Darah Dan Air Mata SUAMIKU
Keluarga Dharma


__ADS_3

Deg...


"Ah tidak apa Mom, maaf jika Ayu membuat Mom dan Daddy kecewa atas sikap Ayu. Semua ini terasa cepat dan membuat Ayu bingung serta dilema. Di satu sisi Ayu sangat bahagia sudah dipertemukan dengan orang tua kandung Ayu yang bahkan dalam mimpi pun Ayu tak menyangka bahwa masih memiliki orang tua. Sejak kecil Ayu berpikiran bahwa hanya anak yatim piatu atau anak buangan karena orang tua kandung Ayu tak menginginkan. Semuanya karena sejak awal Ayu berada di panti Asuhan tak ada informasi kejelasan asal usul Ayu, huft. Jujur Ayu kecewa dengan Bu Yanti namun tak bisa dipungkiri beliaulah yang merawat Ayu dari bayi hingga dewasa. Menghidupi banyak anak panti asuhan ke sana kemari mencari donatur tidaklah mudah. Namun Ayu tak mau menyalahkan Bu Yanti juga mendiang Papa Mark karena tanpa keduanya Ayu tak bisa seperti sekarang. Apa Mom dan Daddy bisa bersabar untuk perlahan Ayu akan bersikap tanpa kecanggungan lagi diantara kita?" ucap Ayu panjang lebar mencurahkan isi hatinya pada kedua orang tua kandungnya dengan lirih dan menunduk.


"Maafkan Daddy sayang yang terlalu memaksakanmu" ucap Alex sendu seraya memeluk Ayu bahkan Sinta Dharma menyaksikan suaminya dan putrinya berpelukan penuh kasih sayang membuatnya menitikkan air mata.


"Mommy sayang Ayu tentu tak apa nak, perlahan saja. Asal kalian semua ada di samping mommy itu sudah lebih dari cukup" ucap Sinta Dharma seraya memeluk Ayu juga.


Akhirnya ketiganya saling berpelukan dengan erat seraya saling menitikkan air mata masing-masing. Dari kejauhan, Bram melihat hal itu sungguh bahagia dan terharu. Akhirnya sahabat sejak kecil yang ia tahu kehidupannya sangat susah dan pilu ternyata masih memiliki orang tua kandung.

__ADS_1


"Semoga kamu selalu berbahagia Yu, sahabatku. Lintang pasti di surga juga bahagia melihat ini semua. Aku rindu kamu, Lintangku" ucap Bram dalam bagi dengan nada sendu.


Dalam pembicaraan keluarga tersebut, Ayu pun sempat mengutarakan keinginan dirinya berkunjung ke makam saudara kembarnya bernama Brian Mahendra Dharma yang berada di Bali. Dikarenakan Ayu beberapa kali bermimpi didatangi mendiang saudara kembarnya itu. Dan dalam mimpinya, Ayu juga berjanji akan menjenguknya. Ia tak menyangka bahwa saudara kembarnya itu ternyata telah meninggal dunia tak lama setelah dilahirkan.


Kini hanya Ayu, anak semata wayang Alex dan Sinta Dharma yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan keluarga Dharma yang tersohor seantero negeri singa itu karena menjadi pengusaha nomor satu di negara berlogo singa tersebut. Sekaligus pengusaha tersukses dan terkaya urutan nomor tiga di manca negara dalam bidang bisnis yang sama digeluti oleh Dharma Group. Bahkan keluarga Dharma sering mengikuti acara sosial bahkan memiliki beberapa yayasan sosial untuk anak kurang mampu.


Leo, sebagai suami yang menyiksa istrinya lahir batin bahkan sering berucap kasar pada Ayu bahkan hinaan serta ulah mertuanya pun sudah diketahui oleh kedua orang tua Ayu tersebut. Alex sempat meminta Ayu untuk menggugat cerai Leo namun Ayu tak menyetujuinya. Selain karena dirinya masih mencintai suaminya namun ia ingin jika memang harus bercerai itu adalah pengajuan dari suaminya bukan dirinya.


Akan tetapi untuk saat ini dirinya belum memutuskan untuk bertemu suaminya dikarenakan masih takut bahwa musuh yang dimaksud kedua orang tuanya belumlah jelas pelakunya serta dirinya masih pilu mengenang pernikahan lima tahun yang ia jalani bersama suaminya banyak kesedihan walaupun ada setitik asa kebahagiaan di dalamnya namun saat ini hanya terasa sakit sembilu yang ia rasakan di hatinya. Dirinya butuh waktu untuk memulihkan semuanya.

__ADS_1


Dia bukan manusia munafik bahwa dirinya tak sakit hati pada sikap suami dan mertuanya. Terutama ibu mertuanya yang mengatakan dirinya mandul. Apa jadinya bila sang mertua mendapati dirinya yang sekarang memiliki kedua bayi kembar tersemat nama Abraham di belakangnya. Apa sebutan wanita mandul itu masih melekat di benak mertuanya untuk dirinya atau meragukan bayi tersebut ujungnya.


Guratan kesedihan nampak di wajah Ayu menatap langit kamarnya. Suasana hening, tenang karena kedua bayinya tengah terlelap pulas serasa bahagia tanpa merasakan beban hidup apapun. Kala melihat kedua wajah bayinya ia pun teringat dengan Leo suaminya karena kedua wajah bayinya sangat mirip dengan sang suami. Bahkan wajah Ayu hampir tak tampak sama sekali pada raut kedua bayinya. Hanya bibir Lea mirip dengan bibir Ayu. Selebihnya baik dari Lio dan Lea semua milik wajah Leo.


Tuhan seakan memahami cinta Ayu yang begitu dalam untuk suaminya sehingga saat kedua jabang bayi itu lahir di dunia diberikan wajah yang mirip dengan suaminya bukan dirinya.


"Apa Mas Leo akan bahagia dengan kehadiran Lio dan Lea? Apa Celine masih ada di rumah Mas Leo untuk mendekati suamiku?" tanya Ayu dalam hatinya yang berkecamuk resah.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2