Darah Dan Air Mata SUAMIKU

Darah Dan Air Mata SUAMIKU
Cemas


__ADS_3

"Hah...siapa yang meninggal?" tanya Margareth sedikit terkejut.


"Bu Yanti, Ibu panti asuhan tempat Ayu berasal" ucap Leo lirih.


Deg...


"Bu Yanti sakit apa nak?" tanya Margareth dengan nada cemas.


"Sebelumnya Bu Yanti Korban tabrak lari Mom dan usia beliau juga sudah lanjut sehingga fiisknya agak lemah. Dikarenakan kecelakaan tersebut cukup keras untuk fisik lemah Bu Yanti sehingga makin mempercepat dirinya kembali ke sang pencipta. Hingga kini polisi masih mengejar pelaku tabrak lari itu" ucap Leo dengan sendu.


"Astaga, apa benar Celine jadi menjalankan rencananya untuk menyingkirkan Bu Yanti? Ya Tuhan bagaimana ini" gumam Margareth dalam hati dengan penuh cemas.


Beberapa waktu lalu sebelum dirinya jatuh sakit hingga berakhir harus di opname di rumah sakit seperti sekarang, Celine pernah membicarakan padanya bahwa ingin memberi pelajaran pada Bu Yanti bila wanita tua itu tidak segera memberitahukan keberadaan Ayu atau info apapun tentang Ayu. Namun Margareth tak berpikir hingga menyebabkan kematian dari Bu Yanti. Ia berpikir menantunya itu hanya memberikan sedikit pelajaran untuk menakut-nakuti Bu Yanti entah dengan cara mengancam atau menghentikan dana operasional panti hingga mengirimi panti asuhan dengan surat kaleng misalnya.


Namun yang terjadi justru sebuah kekerasan fisik yang cukup fatal yaitu tabrak lari hingga menyebabkan dirawat di rumah sakit yang berujung meninggal dunia. Jantung Margareth ada rasa bersalah namun juga bercampur rasa takut. Bagaimana bila sang putra mengetahui ulah istrinya itu yang mencelakakan Bu Yanti. Ia takut Leo akan murka dengan menceraikan Celine lalu bagaimana nasib cucu dalam kandungan menantunya itu yang digadang-gadang sebagai pewaris keluarga Abraham nantinya.


Ia tak mau cucunya nanti menjadi anak broken home bahkan jika Leo tahu bahwa ia bekerja sama dengan Celine untuk memfitnah Ayu dengan Bram serta perbuatan dirinya lainnya di masa lalu yang negatif bisa-bisa putranya itu akan membencinya. Margareth tak mau hal buruk itu sampai terjadi sehingga mendengar kabar mengejutkan ini raut mukanya mendadak cemas dan ketakutan.


"Mama kenapa? Apa ada hal yang mama cemaskan atau tutupi dari Leo? Apa ada hasil pemeriksaan kesehatan Mama yang disembunyikan dari Leo, Ma?" tanya Leo memicing tajam penuh tanya melihat raut wajah sang Mama mendadak berubah setelah dirinya membahas Bu Yanti.

__ADS_1


"Eeh...enggak sayang. Mama baik-baik saja, kamu bisa tanya ke dokter yang memeriksa Mama bahwa tak ada yang Mama tutupi tentang hasil kesehatan Mama kok. Hanya saja mendengar kematian Bu Yanti, Mama rindu sama mendiang Papamu. Lama kita tak berkunjung ke makamnya" ucap Margareth sendu untuk mengalihkan perhatian Leo padanya.


"Iya Ma, nanti jika kondisi sudah memungkinkan maka kita bisa pergi ke makam Papa" ucap Leo.


Keduanya mendadak diam dan hening setelah pembicaraan tentang kematian Bu Yanti dan panti asuhan. Margareth masih mencemaskan nasib Celine, cucunya dan dirinya sedangkan Leo ingin menyampaikan hal yang berkaitan tentang Ayu pada sang Mama namun ia bingung mulai dari mana. Berkas pendukung sudah ia siapkan ada di dalam tas.


Sebenarnya saat ini waktu yang cocok untuk bicara berdua dengan Mamanya dikarenakan tak ada Celine, entah istri keduanya itu sedang ada di mana atau sedang apa juga Leo tak mau tahu karena pada Celine ia hanya sebatas tanggung jawab dengan bayi yang dikandung Celine tak lebih.


Sedangkan orang yang kini sedang dipikirkan oleh Margareth, tengah asyik berduaan dengan John di rumah baru mereka. Untuk meninggalkan jejak John dan anak buahnya maka ia memutuskan pindah rumah dan rumah lamanya telah lalu dijual. Tujuannya agar pihak berwajib kesulitan mencari jejak mereka walau hingga saat ini pun pihak kepolisian belum mengarahkan tuduhan kecelakaan Bu Yanti pada mereka karena minim bukti dan saksi.


Pandu dan anak buahnya masih berusaha keras mencari celah bukti yang ditinggalkan oleh pelaku walau kemungkinan kecil karena pelaku tabrak lari tersebut bagi Pandu sangat profesional sehingga membuat dirinya dan tim kesulitan mencari bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun mereka tak putus asa demi menegakkan keadilan karena kecelakaan tersebut bukan tidak sengaja melainkan Pandu sudah mencium bahwa unsur kesengajaan memanglah jelas.


"Kamu makin seksi walau lagi hamil begini sayang jadi ularku pengen nambah terus maunya" ucap John menggoda sembari memeluk Celine dari belakang.


"Alesan banget kamu, yang ada bentuk badanku sudah melar kemana-mana gegara hamil anak kamu. Nanti selepas hamil, aku mau diet ketat dan bayi kita minum susu formula saja. Kalau kasih ASI nanti ujungnya tambah gak karuan bentuk badanku yang pasti Leo makin tak melihatku sebagai wanita cantik" gerutu Celine.


"Biarpun Leo gak melihatmu cantik kan aku selalu melihatmu cantik sayangku" ucap John sembari mengeratkan pelukan pada tubuh Celine.


"Dasar gombal, di club juga banyak wanita yang suka kamu John" ucap Celine.

__ADS_1


"Mereka hanya selir tak berarti sayang, kamu tetap ratunya. Lagi yuk yank" ucap John.


"Ah, aku capek dan ngantuk John. Tunggu aku istirahat dulu" ucap Celine.


"Baiklah baby, selamat tidur mimpi indah" ucap John mesra seraya mengecup pipi Celine dimana sang empunya seketika langsung terlelap tidur dengan pulas.


John turun dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi guna membersihkan diri setelah itu dengan langkah pelan ia keluar kamarnya setelah melihat Celine masih tertidur pulas.


"Ada apa?" tanya John pada salah satu anak buahnya.


"Gawat bos sepertinya ada pihak yang sedang mengintai kita dan mencari tahu informasi kita di area rumah kita yang lama" ucap anak buah John.


"Siapa mereka dan urusan apa mencariku? Apa dari pihak berwajib?" tanya John menyelidik.


"Saya belum tahu ini tentang apa bos. Entah mengenai transaksi narkoba kita atau hal lain tentang kecelakaan wanita tua itu" ucap anak buah John dengan nada sedikit cemas.


"Siapa mereka? Berani mengusikku artinya nyali mereka cukup besar" gumam John dalam hati.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2