
"Suami Nyonya Ayu, Daddynya si kembar di sini juga rupanya?" tanya Erni dengan wajah polosnya.
"Apa?" ucap Leo terkejut atas spontanitas suster itu.
Mendadak Erni keceplosan. Mulutnya yang yang seperti ember membuat Lilis melebarkan matanya dan memasang raut wajah garang karena ingin marah bahkan mengomel karena mulut Erni tak bisa di rem tetapi masih ada Leo di sampingnya maka ia cuma mengisyaratkan kemarahannya dari mimik wajahnya saja. Erni yang takut melihat wajah Lilis seketika tubuhnya lemas karena paham dirinya telah salah ucap membongkar jati diri si kembar di depan Ayah kandungnya sendiri.
Sekarang ini bukan hal mengenai Lilis marah lagi padanya melainkan dirinya takut dipecat oleh majikannya yaitu Tuan Alex Dharma jika sampai tahu bahwa informasi rahasia ini telah bocor karena mulutnya yang blong.
__ADS_1
"Eh..ehmm..aduh gimana ya" respon Erni yang bingung dan dirinya langsung berkeringat dingin melihat tatapan Leo yang mematikan seakan ingin mencincangnya seperti daging.
"Apa maksud kamu tadi? Bayi kembar ini anakku? Kalau mereka anakku lalu siapa ibunya hah?" bentak Leo kesal karena suster di depannya ini mendadak gagu seakan sulit berbicara padahal tadi dengan lantang mengatakan bahwa dirinya adalah Daddy si kembar.
Lilis yang ingin membantu temannya juga bingung harus berkata apa karena hal ini sudah memasuki ranah pribadi majikannya yang lebih berhak mengatakan bukan mereka. Beruntung si kembar tetap anteng tertidur pulas walau sedang berada di tengah orang dewasa yang sedang berbicara keras. Mungkin kedua bayi ini tenang karena sedang berada di area yang tak jauh dari kedua orang tua kandungnya jadi merasa aman.
"Mereka memang anakmu Mas Leo. Apa kamu ingin bukti valid bahwa mereka adalah darah dagingmu?" tutur Ayu sambil berjalan perlahan menuju ke arah Leo yang tengah menggendong putranya.
__ADS_1
Leo sontak menolehkan tubuhnya hingga matanya bersibobrok langsung dengan netra teduh dan wajah cantik tersebut yang selalu hadir selama satu tahun belakangan ini dalam mimpinya. Dirinya sudah mengerahkan seluruh anak buahnya namun tidak ada satupun yang berhasil menemukan keberadaan istrinya ini. Akhirnya doa dan keinginannya dikabulkan oleh Tuhan sekarang. Ia tak menyangka mendatangi pesta pernikahan Ana justru membawa kebahagiaan buatnya karena dipertemukan kembali dengan Ayu Larasati, sang pujaan hatinya yang pernah ia sakiti dan membuat dirinya menyesal sedalam-dalamnya dengan sangat selama setahun belakangan ini. Hingga rasanya ingin mengakhiri hidupnya saja. Akan tetapi mimpi-mimpi aneh dan juga semangat hidup yang mendadak tumbuh seiring berjalannya rasa cinta yang mendalam membuatnya mampu bertahan hingga sekarang demi meminta maaf langsung pada istrinya ini.
"Ayu...?" ucap Leo terbata-bata dengan ternganga tak menyangka kini dirinya benar-benar melihat Ayu di hadapannya langsung.
Bahkan saking belum percaya atas penglihatannya sekarang, ia menampar pipinya dan mencubit lengannya dengan satu tangan saja karena tangan yang lain tengah di gunakan oleh Leo untuk menggendong putranya yang tertidur pulas.
🍁🍁🍁
__ADS_1