
"Siap bos" ucap ketua pengawal.
Orang kepercayaan Alex Dharma membisikkan bahwa Leo Abraham hadir dan sedang berada di parkiran. Dirinya juga mengatakan pada bosnya bahwa Leo yang notabene masih berstatus suami dari Ayu Larasati itu datang sendiri. Alex yang mendengar hal itu hanya bisa senyum untuk melihat nanti bagaimana reaksi dari menantunya itu.
Kini Ana dan Pandu sedang berganti busana modern untuk acara selanjutnya. Ana menarik Ayu untuk ikut ke kamar pengantinnya bersama para MUA yang mempercantik dirinya. Pandu tengah berganti di kamar sebelah dan ia sudah mendengar juga bahwa Leo hadir di pesta pernikahannya.
Saat akan melangkah menuju tempat acara, Leo melihat seorang suster sedang kerepotan menggendong seorang bayi sedang menangis dan satu bayi lagi yang berada di stroller terbangun dari tidurnya dan sepertinya akan ikut menangis karena merasa tidurnya terganggu.
"Aduh Lio Lea kenapa kalian rewel bersamaan? Aduh Erni kemana sih, ke toilet saja lama bener berasa nunggu setahun. Sabar ya sayang jangan nangis cup..cup" ucap suster itu menenangkan si kembar yang kebetulan suster satunya yang bernama Erni sedang pergi ke toilet karena panggilan alam tapi bukan Alam mbah dukun ya sobat.
Leo yang melihat suster itu kerepotan pun mendadak hatinya tergelitik ada sebuah rasa di kalbunya yang entah perasaan apa namun rasanya ingin sekali menggendong kedua bayi tersebut yang ia yakini kembar. Perlahan tapi pasti akhirnya Leo memutuskan melihat bayi kembar tersebut karena suatu dorongan tak kasat mata yang ia rasakan.
__ADS_1
"Permisi, mbak. Bayinya kenapa? Bisa saya bantu sebentar?" tanya Leo sopan.
Suster itu pun menoleh karena ada suara lelaki yang menyapanya. Ia terbengong antara nyata atau mimpi karena lelaki yang ada di depannya ini adalah Ayah kandung Lio dan Lea karena ia sangat tahu bahwa putri majikannya itu masih memiliki suami namun kondisi mereka hidup berjauhan karena suatu problem yang secara detail ia tak tahu dan tak mau tahu karena itu sudah memasuki ranah pribadi majikannya.
Hanya saya ia tahu lelaki ini adalah suami putri majikannya sebab di kediaman Alex Dharma di Singapura ada beberapa foto lelaki ini yang terpajang di dinding kamar Ayu maupun kamar si kembar. Ya Alex dan Sinta Dharma memang sengaja menghias kediamannya ada foto sang putri kandungnya, Leo serta si kembar dan ada foto keluarga secara lengkap tanpa Leo.
Bagi Alex Dharma rumah adalah cerminan hati pemiliknya selama Ayu masih berstatus istri dari Leo maka dirinya tak berhak menghapus nama Leo dan apapun yang berhubungan dengan menantunya itu jika putrinya belum memberi mandat padanya untuk melenyapkan.
"Oh boleh Pak, maaf merepotkan Anda. Kebetulan rekan saya sedang ke toilet karena sakit perut kebanyakan makan pedas" ucap suster itu sopan lalu menyerahkan bayi Lio kepada Leo untuk digendong oleh Ayah kandungnya sendiri walaupun lelaki ini belum mengetahui bahwa Lio adalah putra kandungnya dengan Ayu.
Leo bukan pria yang suka jajan sembarangan di luar atau bergonta ganti wanita sehingga ia tahu betul di mana ia menabur benihnya. Sungguh hatinya bahagia menggendong bayi Lio namun ada perasaan sendu juga yang menusuk pilu entah apa alasannya ia masih berusaha menyelami perasaan baru yang hadir beberapa menit ini sejak ia menggendong bayi Lio.
__ADS_1
"Apa mereka kembar Mbak?" tanya Leo dengan sopan saat suster itu tengah menidurkan kembali bayi Lea yang sebelumnya terbangun.
"Iya Tuan, mereka terlahir kembar sepasang, satu laki-laki dan satu perempuan. Bagaimana Tuan dua-duanya tampan dan cantik ya?" tanya suster itu sengaja untuk memantik rasa Ayah kandung si kembar.
"Iya sangat tampan dan cantik. Pasti kedua orang tuanya juga tampan dan cantik. Kalau boleh tahu nama si kembar ini siapa sus?" tanya Leo dengan senyum sumringah karena bayi Lio yang berada di gendongannya pun tertawa dan tak rewel lagi. Mungkin jabang bayi itu tengah bahagia karena yang menggendongnya adalah Ayah kandungnya. Ikatan batin antara Ayah dan anak tentu tak bisa diremehkan begitu saja karena darah lebih kental daripada air.
"Lilis maafin aku kalau lama di toilet. Kapok aku makan pedas" ucap Erni memotong percakapan antara Leo dengan Lilis seraya mengatur nafasnya yang tengah tersengal-sengal karena sebelumnya ia habis lari marathon dari toilet menuju tempat rekannya itu yang sedang menggendong si kembar. Khawatir sebab Lilis sendirian mengasuh si kembar namun saat di tempat kejadian perkara ia justru melihat sosok lelaki gagah berada di samping Lilis.
Erni yang tadi dari arah toilet belum jelas melihat raut wajah lelaki itu namun ia sudah memastikan pasti lelaki itu gagah dan tampan karena melihat dari postur tubuhnya serta pakaian yang dikenakan sangat elegan dan mewah. Ia menduga lelaki itu adalah tamu dari majikannya yang sesama pebisnis. Akan tetapi saat tubuhnya sudah berpijak dekat dengan Lilis dan ia menoleh melihat wajah lelaki itu dari depan, dirinya sungguh terkejut hingga mulutnya menganga lebar karena syok.
"Suami Nyonya Ayu, Daddynya si kembar di sini juga rupanya?" tanya Erni dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Apa?" ucap Leo terkejut atas spontanitas suster itu.
🍁🍁🍁