
"Nakal ya sekarang kamu berani cium aku di depan umum" ucap Leo seraya mencolek dagu Ayu.
"Ah sudahlah Mas, malu ih" ucap Ayu sembari tersenyum.
Akhirnya jasad Celine telah disucikan oleh pihak rumah sakit dan rencananya segera untuk dimakamkan.
Nola Claudia Abraham adalah nama putri kandung Celine yang diberi oleh Leo dan Ayu. Keduanya sudah berjanji akan membesarkan bayi Nola dan memberikan kasih sayang yang berlimpah seperti anak kandungnya sendiri. Mereka berdua sudah melakukan sesuai permintaan wasiat Celine yang ingin diberi nama marga keluarga Leo pada bayinya. Akhirnya Nola diberi nama belakang keluarga Abraham karena dianggap oleh keduanya adalah bagian dari keluarga Abraham juga.
🍁🍁🍁
John tengah dikejar oleh Pandu dan dan anak buahnya. Saat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, John menerobos lampu merah hingga akhirnya ia terkejut karena dari arah berlawanan ada truk kontainer bermuatan pupuk tengah melintas dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Tabrakan maut tersebut tak dapat dihindari oleh keduanya. Akhirnya mobil John ringsek dilindas oleh truk kontainer tersebut sedangkan badan truk hanya sedikit oleng ke kanan karena berusaha mengerem mendadak namun karena kondisi yang sangat dekat dan kecepatan sama-sama tinggi pada dua kendaraan tersebut akhirnya tetap terjadi tabrakan tersebut.
John meninggal di tempat dengan bersimbah darah. Sedangkan supir truk kontainer hanya menderita luka ringan saja. Pandu dan anak buahnya serta pihak kepolisian segera melakukan olah TKP. Kini jasad John sudah berada di rumah sakit yang sama dengan Celine dan telah di sucikan.
Kedua jenasah mereka sekarang telah dimakamkan di area yang sama berdekatan. Leo dan Ayu serta Alex dan Sinta Dharma juga hadir di pemakaman Celine dan John. Dua gundukan tanah merah yang masih baru bersanding bertuliskan nama Celine dan sebelahnya tertera nama John serta taburan bunga pada keduanya menandakan akhir perjalanan hidup mereka dari dunia menuju ke akhirat untuk suatu kehidupan yang abadi.
__ADS_1
"Selamat Jalan John dan Celine semoga kalian bahagia di sana. Aku dan Ayu akan menjaga putri kalian baik-baik" ucap Leo dalam hati.
🍁🍁🍁
Tak lama setelah kembali dari pemakaman Celine dan John, dering ponsel Leo pun berbunyi. ID pemanggil dari nomor telepon rumah sang Mama dengan cepat ia angkat.
"Halo, apa?" ucap Leo terkejut.
"Ada apa Mas?" tanya Ayu yang terus berada di samping suaminya sejak tadi mendadak cemas melihat sang suami terkejut setelah mengangkat telepon barusan
Leo pun menceritakan bahwa sang Mama jatuh terpleset dari tangga rumahnya karena lift di rumah sedang perbaikan. Kini bodyguard dan pembantu di rumah sang Mama sedang menuju ke rumah sakit membawa Mamanya.
Ceklek...
Pintu IGD terbuka dan dokter pun keluar menemui Leo tetapi sebelumnya sepasang suami istri ini sudah melangkah mendekati sang dokter.
"Bagaimana keadaan Mama saya dok?" ucap Leo dengan cemas.
__ADS_1
Ayu terus menggenggam erat tangan suaminya yang dingin untuk menyalurkan semangat ketegaran mengenai apapun hasilnya nanti.
"Maaf Tuan Leo, Nyonya Margareth mengalami stroke yang cukup parah hampir di sekujur tubuhnya dan persendiannya. Namun tidak ada hal yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak sembuh. Kita sarankan pasien jangan sampai stres, menjaga pola asupan dan istirahat cukup dan rajin mengikuti terapi niscaya ada jalan kesembuhan walau membutuhkan waktu yang cukup lama dan ekstra kesabaran. Semua juga tak luput dari semangat pasien itu sendiri untuk sembuh dan dukungan kuat dari pihak keluarga. Harap yang tabah Tuan Leo. Saya permisi dahulu" ucap sang dokter seraya pamit.
"Terima kasih banyak dok" ucap Leo dan Ayu.
Akhirnya Margareth dipindahkan ke ruang perawatan VVIP. Setelah itu tak lama Margareth siuman, ia sungguh terkejut karena melihat Ayu bersama Leo bahkan tampilan Ayu sekarang jauh lebih cantik dan anggun dari sebelumnya. Namun bukan amarah yang terjadi akan tetapi ia hanya mampu menitikkan air mata karena tubuhnya mengalami stroke sehingga tidak dapet bergerak bebas ataupun berbicara seperti sebelumnya.
Ayu pun tidak ada dendam pada sang Mama Mertua. Semua yang terjadi di masa lalu sudah ia ikhlaskan karena memang itu takdirnya. Yang penting saat ini ia hanya ingin berbahagia bersama keluarganya tercinta yaitu suami, anak-anaknya, mertua dan orang tua kandung serta orang sekitar yang menyayanginya. Walaupun sedikit susah bicara tetapi Ayu paham bahwa kini mertuanya sedang mengucapkan kata maaf padanya. Ayu pun mendekati mertuanya bahkan menghapus air mata yang bercucuran dari pipi sang Mama mertua dengan kedua tangannya.
Leo pun sudah menjelaskan seluruh kejadian yang menimpa mereka dari awal hingga akhir bahkan kematian Celine dan John sudah ia sampaikan pada sang Mama. Untuk jati diri Nola dengan terpaksa Leo dan Ayu sepakat menutupnya rapat selain ia tidak ingin masa depan Nola terganggu, mereka berdua juga tidak mau membebani pikiran Margareth yang sedang sakit.
"Ayu sudah memaafkan Mama dan yang lalu biarlah berlalu. Mama harus semangat untuk sembuh ya. Ada tiga malaikat kecil yang tampan dan cantik menanti Mama di rumah untuk memanggil nenek" ucap Ayu lembut.
Leo terenyuh melihat kebaikan hati istrinya. Sungguh ia baru menyadari bahwa mendiang Papanya memang tak salah memilihkan jodoh padanya yaitu seorang Ayu Larasati. Karena memang hanya Ayu yang pantas menjadi istri dan ibu kandung dari anak-anaknya serta menantu yang baik untuk kedua orang tuanya. Jika mengingat masa lalu dengan apa yang ia terima dari Ayu saat ini, sungguh menyesal sekali dahulu ia memperlakukan wanita selembut rembulan ini.
Jika ia bisa mengulang waktu, maka ia akan membahagiakan rembulan sebagaimana mestinya mengagungkan wanita yang ia cintai. Kini rembulan itu tak lagi menangis pilu namun tersenyum bahagia dan matahari pun makin bersinar karena sang rembulan selalu bersamanya dimanapun berada.
__ADS_1
🍁🍁🍁