Darah Dan Air Mata SUAMIKU

Darah Dan Air Mata SUAMIKU
Donor Ginjal


__ADS_3

"Rahasia? Apa itu Bu?" tanya Leo yang terkejut dengan fakta baru yang akan disampaikan oleh Bu Yanti.


"Ayu pernah mendonorkan ginjalnya untuk Mama kamu ketika setahun sebelum kalian menikah karena perjodohan tersebut. Mama kamu satu ginjalnya sudah sangat lemah dan satunya sudah rusak fungsinya akhirnya yang rusak fungsi tersebut harus segera mendapatkan donor maka saat di tes, ginjal punya Ayu yang cocok" ucap Bu Yanti sendu.


"Apa? Jadi pendonor ginjal tersebut istriku sendiri Bu?" tanya Leo dengan dada yang sesak seakan dihimpit sebuah bongkahan batu besar atas fakta mencengangkan yang ia dapat barusan.


Lalu Bu Yanti bercerita panjang lebar bahwa saat itu, Ayu ikhlas mendonorkan salah satu ginjalnya untuk Margareth hanya untuk balas budi karena Mark Abraham sudah banyak membantu panti asuhan terutama terkait dana operasional panti yang cukup besar.


Leo memang saat itu masih berada di luar negeri sibuk menyelesaikan kuliahnya sekaligus merambah bisnis perusahaan keluarganya sehingga tak fokus dengan penyakit Mamanya. Hanya sekedar tahu bahwa mamanya sedang sakit ginjal dan akan di operasi. Namun bertepatan dirinya akan ujian akhir guna kelulusannya maka sang papa menyuruhnya tak perlu pulang ke Indonesia.


Hanya Mark Abraham dan Bu Yanti yang mengetahui rahasia tersebut. Margareth pernah menanyakan kepada suaminya untuk bertemu dan berterima kasih secara langsung pada si pendonor tersebut. Namun Mark mengelak bahwa pendonor ingin merahasiakan jati dirinya dan tak mau bertemu dengan keluarga pasien.

__ADS_1


Bahkan pendonornya tak mau dibayar dengan uang sepeserpun. Hal itu sempat membuat Margareth terenyuh karena di jaman sekarang ini masih ada orang baik kepada orang lain yang tak dikenal sekalipun tanpa pamrih. Sampai-sampai hanya untuk sekedar tahu namanya pun pendonor tersebut tak bersedia, cukup Tuhan yang tahu itulah jawaban suaminya kala itu.


Margareth pun sempat menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki siapa pendonor ginjalnya namun hasilnya nihil. Mark Abraham sudah mempersiapkan segalanya hingga menutup akses tersebut secara rapat. Akhirnya Margareth pun pasrah tak ingin memperpanjang dan sempat berucap doa di depan suaminya kala itu bahwa suatu hari nanti jika dirinya sudah mengetahui dan dipertemukan dengan pendonornya maka ia akan mencium kaki pendonor tersebut serta mengabulkan satu permintaan dari pendonor ginjalnya sebagai ucapan terima kasihnya.


Mark sudah berjanji bahwa ia akan terus mencarikan donor ginjal untuk Ayu sebagai pengganti ginjal istrinya. Tak lama berselang beberapa bulan akhirnya Mark menemukan pendonor ginjal yang cocok untuk Ayu sebagai penebus dosanya di masa lalu.


Akhirnya enam bulan kemudian, Ayu menjalani operasi transplantasi ginjal kembali sehingga ginjal Ayu tetap dua. Pengorbanan Ayu sungguh luar biasa untuk keluarga Abraham baik kepada suaminya maupun ibu mertuanya sebelum ia dinikahkan dengan Leo. Namun naas masuk dalam keluarga Abraham dirinya tak mendapatkan balasan yang setimpal atas kebaikannya itu justru lara nestapa yang hinggap bersamanya.


"Sungguh kamu adalah bidadari yang sesungguhnya sayang, tapi kami justru menganggapmu sebagai batu kerikil tak berguna yang aku kira kamu hanya menginginkan harta keluarga Abraham saja padahal hati dan cintamu sungguh tulus pada kami. Maafkan aku dan keluargaku" ucap Leo dalam hati dengan derai air mata.


Dengan langkah gontai, Leo pergi meninggalkan kamar Bu Yanti usai mengetahui semua fakta yang ada selama ini. Tak lama ia menelepon asistennya di kantor untuk sementara dirinya tidak bisa masuk kerja agar asistennya tersebut yang menghandle segala urusan pekerjaan hari ini.

__ADS_1


Leo pergi ke rooftop rumah sakit dan duduk di pojok dengan menelungkupkan kepalanya di antara kedua kakinya. Ia menangis tergugu mendengar pengorbanan Ayu bahkan ia juga mengingat kekejamannya selama menjadi suami. Ia menyesal dan benar-benar menyesal. Jika darahnya bisa untuk menebus semua kesalahan di masa lampau maka Leo ingin sekali melakukannya dan rela.


Setelah cukup lama menangis dan termenung di rooftop rumah sakit, Leo berjalan menuju kamar sang mama.


Ceklek..


Saat akan memasuki kamar sang mama, dirinya mendengar sayup-sayup pembicaraan Mamanya dengan istri keduanya yaitu Celine. Kebetulan pintu kamar inap Mamanya tak tertutup dengan rapat sehingga Leo mendengar jelas pembicaraan keduanya dan seketika menghentikan langkahnya.


Deg..


Raut wajah Leo mendadak berubah tiga ratus enam puluh derajat yang awalnya sedih karena mendengar rahasia Ayu kini disuguhkan hal yang mengerikan yang tidak ia sangka sehingga wajah Leo pun berubah tajam seperti singa yang siap menerkam mangsanya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2