Darah Warisan

Darah Warisan
Bab 11 Alam Lain


__ADS_3

Daerah hutan lebat dan menyeramkan itu diselubungi kegelapan malam. Satu lapangan luas berada di tengah hutan, di sanalah tubuh Dayu dan Mita tergeletak pingsan. Sinar bulan yang terang, menimpa tubuh mereka. sDari kejauhan, terlihat satu rombongan lelaki mendekat. Mereka berjalan menerobos semak belukar, hingga tiba di lapangan. Salah seorang lelaki bertubuh besar memberi perintah.


"Angkat mereka!" Lelaki itu menunjuk Dayu dan Mita.


Semua lelaki melangkah ke arah Dayu dan Mita. Lalu, mereka mengangkat bersama tubuh kedua gadis itu.


"Bawa mereka ke dusun!" lelaki bertubuh besar itu melangkah diikuti oleh semua lelaki.


Mereka membawa Dayu dan Mita melintasi hutan yang lebat. Langkah mereka cepat sekali, mata biasa tidak bisa melihat mereka yang berjalan, tanpa menginjak bumi. Sepanjang jalur sungai, mereka melintas di atas air. Setelah melewati satu bukit, mereka tiba di sebuah pemukiman. Semua rumah penduduk berdinding dan beratap daun Nipah. Setiap rumah terang benderang oleh lampu minyak tanah. Sebagian rumah diterangi obor yang besar. Kehadiran rombongan yang membawa tubuh Dayu dan Mita, disambut oleh warga pemukiman. Semua warga keluar dari rumah dan berdiri di sepanjang jalan.


Tiba di sebuah rumah yang paling besar, rombongan berhenti. Lelaki bertubuh besar berdiri tegak di depan rombongan.


"Bawa masuk!" lelaki itu berkata, kemudian melangkah masuk ke dalam bangunan rumah.


Perintah lelaki itu mereka laksanakan. Tubuh Dayu dan Mita dibawa masuk. Setelah berada di dalam, kedua gadis itu dibaringkan di atas tempat tidur besar yang berada di ruangan luas.


"Pulanglah!" lelaki itu berkata.


Semua lelaki keluar, lalu meninggalkan lelaki bertubuh besar dan berwajah menyeramkan itu.


Lelaki bertubuh besar itu mendekati Dayu, wajahnya mendekati Dayu, kemudian mengendus wajah dan tubuh Dayu.


"Darah gadis ini....harum sekali." lelaki itu mendesah, "Sayang sekali, gadis ini harus mati besok malam." ucapannya terdengar tajam.


Lalu, lelaki itu melakukan hal yang sama pada Mita. Mengendus wajah dan tubuh Mita.


"Gadis ini nggak berguna. Tapi, dia bisa dijadikan pemuas laki-laki di sini." lelaki itu berkata, lalu tertawa gembira, "Ha ha ha ha......."


Seorang perempuan datang membawa nampan.


"Tuan, ini sajian yang Tuan minta." wanita itu menunjukkan nampan.

__ADS_1


"Bangunkan mereka berdua. Mereka harus makan makanan kaum kita. Setelah makan, darah mereka menjadi bersih dari makanan manusia."


"Iya, Tuan." wanita itu menunduk hormat.


Lelaki bertubuh besar keluar ruangan, ketika wanita muda itu meletakkan nampan di meja di samping pembaringan. Mulut wanita itu komat-kamit, dengan kedua tangan di depan mulut. Seperti orang yang sedang berdoa. Setelah itu, kedua tangan wanita itu menyapu wajah Dayu. Seketika, mata Dayu terbuka dan mengerjap berkali-kali. Wanita itu juga mengusap wajah Mita. Mata Mita pun terbuka, lalu menatap ke langit-langit dan tubuhnya bangkit.


"Dayu!" Mita memanggil Dayu yang juga duduk dan menatap keadaan sekitar.


"Ta....kita di mana ini?" tanya Dayu. Dia menatap wanita itu yang sedang mengambil nampan.


"Kalian ada di dusun bunian." wanita itu berkata, seraya menyerahkan satu piring berisi nasi beserta lauk, "Kalian harus makan. Kalian pasti lapar." wanita itu juga memberikan satu piring pada Mita.


Dusun bunian? Berarti aku sama Mita ada di tempat tinggal makhluk halus?


Dayu membatin.


Deg!


Jantung Dayu berdetak kuat, wajahnya menjadi takut. Dia menatap Mita yang juga menatapnya, dengan wajah ketakutan. Mita pasti juga menyadari di mana mereka berada.


"Jangan! Jangan dimakan, Yu!" Mita menjerit, lalu meletakkan piring di pembaringan, "Saya nggak mau!"


Wanita itu melakukan hal yang sama pada Mita. Menatap tajam tepat di kedua mata Mita, hingga akhirnya Mita menurut. Dayu dan Mita makan dengan lahap. Mereka berdua memang merasa sangat lapar.


Dalam pandangan Dayu dan Mita, mereka menikmati makan nasi, ayam goreng dan sayur. Namun, jika mereka melihat dengan mata batin. Piring mereka berisi rumput, dedaunan dan daging yang masih berlumuran darah. Setelah menghabiskan makanan, wanita itu memberikan mereka satu gelas minuman. Akibat minuman yang dihabiskan hingga kandas. Dayu merasa matanya berat, Mita juga merasakan hal yang sama. Mereka berdua menguap, lalu tubuh mereka pun rebah ke tempat tidur. Melihat kedua gadis itu tertidur, wanita itu menepuk tangan dan lelaki bertubuh besar datang.


"Sudah selesai, Tuan." wanita itu berkata hormat.


"Pulanglah." lelaki bertubuh besar memberi perintah. Wanita itu melangkah menuju pintu keluar


Lelaki bertubuh besar menatap Dayu, lalu Mita dan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Ha ha ha ha....."


Lelaki bertubuh besar itu akan mendekati Dayu dan Mita, ketika lelaki berpakaian hitam datang, kemudian langsung memukul lelaki bertubuh besar itu.


Buuuuk!


Lelaki bertubuh besar kaget, tubuhnya terdorong ke depan dan hampir menimpa tubuh Mita. Lelaki bertubuh besar memutar tubuh.


"Siapa kamu!" lelaki itu melotot pada lelaki berpakaian hitam.


Namun, lelaki berpakaian hitam tidak menjawab dan melancarkan pukulan mematikan. Lelaki bertubuh besar menangkis serangan dan membalas. Terjadilah pertarungan sengit di antara mereka. Hanya saja, lelaki berpakaian hitam lebih unggul dan berhasil mengalahkan lelaki berbadan besar.


Setelah lelaki berbadan besar terkapar di tanah, lelaki berpakaian hitam mendekati Dayu, lalu mengangkat tubuh Dayu. Lelaki berpakaian hitam meluruskan tangannya, dengan telapak tangan terbuka. Lalu, keluar satu sinar berbentuk lingkaran. Lelaki berpakaian hitam membawa Dayu memasuki lingkaran. Lelaki itu tidak menyadari lelaki bertubuh besar bergerak dan matanya seketika terbuka. Melihat lelaki berpakaian hitam berada dalam lingkaran bersinar, lelaki bertubuh besar langsung bangkit dan menerjang lelaki berpakaian hitam.


Hiyaaaaaat!


Satu tendangan mendarat di belakang tubuh lelaki berpakaian hitam. Akibatnya, tubuh Dayu terlepas dari gendongan lelaki itu. Tubuh Dayu dan lelaki berpakaian hitam lenyap bersamaan, dengan menghilangnya lingkaran bersinar.


"Kurang ajaaaaaaar!" Lelaki bertubuh besar berteriak marah.


Teriakan lelaki itu menarik perhatian warga. Satu gerombolan warga datang dan mendekati lelaki itu.


"Ada apa, Tetua?" tanya lelaki berjambang.


"Gadis itu diambil manusia." lelaki bertubuh besar menjawab.


"Siapa?" lelaki kurus kerempeng bertanya.


"Aku nggak tau. Ilmu dia sungguh hebat. Dia bisa menggalahkanku," lelaki tubuh besar terlihat geram.


"Apa yang harus kita lakukan, Tetua?" lelaki berjambang kembali bertanya.

__ADS_1


"Kalian harus pergi ke dunia manusia. Cari gadis itu sampai dapat. Gadis itu harus ada di sini, sebelum bulan penuh." lelaki bertubuh besar menunjuk bulan yang lingkarannya hampir sempurna, "Dua malam lagi, bulan akan terbentuk sempurna "


"Iya,Tetua. Kami akan mencari gadis itu dan membawanya kembali ke sini." lelaki berjambang berkata mewakili semua warga bunian.


__ADS_2