
Semua yang sedang berada di sana pun ikut terkejut denga kedatangan Sensey nya itu,orang orang di sana tidak berani untuk melihat atau berbicara sepatah kata pun.
" Kenapa bisa kaya gini sih " Kila angkat bicara,dengan pandangan pakus ke Perdi yang sudah jatuh ke lantai karna pukulan Jodi, sementara Jodi segera di bawa Salah seorang teman nya ke ruangan aman.
" Kamu kenal dia?" Sensey.
" Dia temen saya Sensey" Kila membantu Perdi berdiri.
" Ya sudah sekarang kalian pulang, dan jangan lupa tolong obati temen kamu Ki" Sensey.
" Baik saya permisi " Kila pun berbalik dan melangkah dengan tangan yang memapah perdi,mereka melewati gerbang utama dan masuk ke mobil. Kila pun tidak menghiraukan mobil yang tidak jauh darinya masih ada di tempat asalnya,yah mobil sekertaris Vika.
Mobil pun sudah parkir,dan segera menuju jalan raya,di dalam mobil tercipta kesunyian yang ada di antara mereka ,sesekali Kila melihat ke arah Perdi.
" Lo Cemen banget sih jadi cowo " Kila mengawali pembicara dengan pandangan menatap Perdi.
" Gue bukan cemen,tapi gue cuma ngalah aja" Perdi sesekali memandang Kila.
__ADS_1
" Sama gue aja Lo kalah, terus sama Jodi Lo kalah, sebenernya Lo bisa bela diri ga sih " kila.
" Sebenernya gue ga bisa bela diri " Perdi dengan raut wajah malu.
" Hah jadi Lo ga bisa bela diri, tapi Lo so so an mau ngelawan orang yang nantangin Lo" Kila Sura meninggi.
" Hehehe Yahhh gue cuma gengsi" Perdi cengengesan.
"Lo laper gak " Kila memandang Perdi.
" Lumayan sih " Perdi memandang Kila.
Mobil pun berjalan sesuai apa yang di isaratka Kila,tepat di sebuah cafe yang ramai mobil pun berhenti di sebuah tempat parkir khusus pengunjung cafe.mereka pun turun dari mobil melangkah menuju pintu cafe,seseorang menejer cafe menghampiri.
" Selamat malam nona, sudah lama anda tidak kesini " menejer cafe menundukkan kepala tanda hormat.
" Gimana cafe aman?" Kila menatap laki laki yang sedang memberi hormat pada dirinya.
__ADS_1
" Tentu saja saja nona,sesuai apa yang saya informasi kan" menejer.
" Tolong siapkan menu sepesial untuk dua orang " Kila. Menejer itu hanya menundukkan kepala nya dan segera berjalan menuju ruangan belakang.
" Yu kita duduk" Kila berjalan terlebih dahulu tanpa melihat kebelakang yang masih bengong dengan percakapan tadi.kila pun melihat ke belakang .
" Woi peak mau makan ga " Kila membenak Perdi ,Perdi pun tersadar dan segera berjalan menuju Perdi.mereka pun duduk di meja VVIV dengan keadaan masih mening di mejanya.
" Ini cafe milik bokap Lo la?" Perdi mengawali pembicaraan.
" Hahahaha.bukan ini cafe milik gue " Kila
" Milik Lo,hebat banget di usia semuda Lo udah bisa punya cafe" Perdi melihat sekelilingnya.
" Biasa aja kali,gue udah bangun cafe ini di saat gue masih di kelas 3 SMP di mulai dari 0 sampai sekarang,bokap sama nyokap sih dukung malahan mereka menanam saham,tapi nama nya juga atas nama gue" Kila menjelaskan. Makanan yang di pesan mereka pun sudah datang,merekapun segera menyantap makanan yang ada di meja nya.
Selang beberapa waktu mereka selesai makan setelah itu pulang,karna merasa kelelaha Kila pun tertidur lelap di kursi mobil seketika Perdi pun melirik Kila yang sedang bermimpi.
__ADS_1
" Manis banget sih kamu ini,bagai mana gue gak suka sama Lo tapi cuma hanya bisa diam diam" Perdi dengan pandangan menuju kila.