
Akhirnya mereka sampai di perpustakaan, dengan semua drama yang terjadi. Larisapun merasa di kejutkan dengan isi perpustakaan yang sangat rapi terjajar buku buku. Dia several mencari buku yang dia butuhkan.
Tidak selang lama, Larisapun sudah kembali dengan buku yang ada di tangan nya. Dia terlihat mencari seseorang. Pangeran pun datang dengan wajah tanpa dosa, dia membawa sebuah novel dengan genre romantis.
" Kaka di Mana?". Larisa merasa heran dengan gelagat Pangeran. Namun yang di tatap heran malah terhilat semakin menpesona.
" Lo napa, lo suka yah sama gue?" Dengan senyum Samar Samar di bibirnya. Larisapunlangsung tertunduk, dia juga merasa heran dengan dirinya sendiri.
" Yaudah yo, kita ke meja pemberitahuan". Pangeran pun pun berjalan menuju meja pemberitahuan, di iringi dengan langkah kaki Larisa.
Sesudah mereka mengurus administasinya, mereka pun keluar di perpustakaan. Tidak lama kemudian Sasa dengan so nya menghampiri Pangeran.
" Pangeran" suaranya dengan nada so manja. Pangeran pun menoleh, Ada nada kesal di jidat nya.
" Hay Pangeran" dengan senyum seceria mentari pagi. Sejenak mata Sasa bertuju ke gadis cantik yang Ada di sebelah nya.
" Bukan kah lo anak baru ya?" . Larisa hanya tertunduk sadar siapa yang sedang ada di hadapan nya.
Dia memang tidak tau pasti dengan wanita yang Ada di hadapan nya. Namun, dia selalu mengikuti nya dan tau di medsos. Sasa merupakan siswi di Sekolah tersebut yang sangat hit dalam dunia sosial.
" Lo jangan nunduk" Pangeran dengan nada yang dingin, Larisa pun melihat Pangeran. Namun Sasa sudah mulai melontar Kan pertanyaan.
" Lo napa bisa sama murid baru?" Sasa dengan pandangan terus memandang Larisa jngah.
" Terus apa urusan lo? Lo bukan siapa siapa gue,jadi lo gak berhak ngatur kehidupan gue" jawab Pangeran dengan nada jengah.
Namun jawaban itu menutup rspat mulut Sasa . Api di hati Sasa semakin membara,dengan menatap mata Sasa. Sasa pun meninggalkan Larisa Dan Pangeran, dengan membawa api cemburu.
__ADS_1
" Lo gak usah takut, Ada gue" Pangeran dengan memegang kedua bahu Larisa. Dia tersenyum wajah tampan nyah sangat bersinar. Larisa mengakkan kembali kepala nya, dengan senyum nya yang mulai mencerah.
" Ya sudah sekarang gue anterin ke kelas lo yah". Larisa mengganggukan kepala nya, mereka pun berjalan menuju kelas Larisa.
Di sana, Kesha sudah terlihat sangat kuatir sekali gus di kejutkan. Larisa tersenyum, melihat siapa yang sedang menunggunya.
" Larisa lo dimana?". Kesha pun mulai mengintropeksi Larisa. Sejenak dia melihat Pangeran yang Ada di samping Larisa.
" Aku sudah di perpustakaan, ini aku minjam buku" dengan memperlihatkan buku nya.
" Gue cabut dulu yah". Ucap Pangeran.
" Makasih yah ka, udah mau nganter aku" Pangeran hanya mengganggukan kepala nya, lalu pergi menuju kelasnya.
Kesha pun semakin heran.
" Lo kenal sama ka Pangeran?" Ucapnya dengan nada antusias.
" Hah masa sih?" Kesha malah semakin terkejut. Ini seorang Pangeran loh, cowo paling populer di SMA Kristal. Semua cewe ingin sekali Ada di samping nya. Bahkan cewe paling populer pun belum bisa untuk sekedar jalan bareng, mungkin itu yang di pikiran Kesha saat ini.
" Kamu kenapa sih? Yasudah ayo masuk sebentar lagi Kan jam masuk." Larisa memegang tangan Kesha yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
Jam pun berjalan dengan cepat, bel pulang pun berbunyi. Siswa siswi mulai berkeluaran di kelasnya.
" Ris lo pulang naik apa?" Tanya Kesha sebari berjalan menuju keluar ruangan, di iringi dengan langkah kaki Larisa.
" Kayanya, aku naik kendaraan umum deh."
__ADS_1
" Huh, kalo begitu gue duluan yah, soalnya pasti bokap gue udah nunggu gue."
" Yasudah, dahh Salam untuk bokap kamu yah".
Kesha segera berlari, meninggal Kan Risa . Sementara Larisa masih berjalan dengan santainya. Tiba tiba di lorong utama....
" Woi cewe ganjen." Sasa dengan berjalan cepat menuju Larisa. Namun yang di panggil tidak berhenti.
" WOI ANAK BARU." Sasa pun memperkeras suaranya, Larisa berhenti sadar, pangilan itu untuk dirinya. Larisa menoleh, sedangkan Sasa sudah Ada di hadapan nya.
" Kaka manggil saya?" Ucap Larisa heran.
" Woi cewe ganjen, lo jangan deket deket sama Pangeran gue" ucapnya dengan sangat jutek.
" Maap kak, saya ga deket deket sama ka Pangeran. Dan saya juga bukan cewe ganjen." Jawab Larisa.
" Lo murid baru nyolot lagi," tangan Sasa sudah mau menampar Larisa, namun dia tertahan oleh tangan laki laki yang menhan nya.
" Lo jangan berani nyentoh Larisa" ucap laki laki itu dengan nada pengasan. Larisa yang memejam Kan matanya pun mulai membuka nya.
" Ka Pangeran" dia terasa di kejutkan dengan adanya Pangeran. Mendengar kata Pangeran, wajah Sasa Pun mulai pias.
" Pa pa Pangeran" ucapnya gugup.
" Lo siapa? Sampai sampai lo berani nampar orang." Pangeran memegang tangan Larisa, Sasa hanya bisa tertunduk dan segera pergi untuk cari Aman.
Larisa memandang kepergian Sasa. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
" Lo ga usah takut." Pangeran menggenggam tangan Larisa kuat, dia segera menuntun nya untuk pergi.
" Ehh mau kemana ka?" Larisa pun kaget namun yang di tanya malah tidak menjawab.