Dari Mata Turun Ke Hati

Dari Mata Turun Ke Hati
perasaan sesungguh ny


__ADS_3

Masih di rumah Pangeran.


Mereka bertiga tertawa dengan sangat keras nya. Sementara Pangeran tiba tiba berhenti dari tawanya, Dan dia melamun Kan sesuatu. Kedua sahabatnya saling melontarkan tanya lewat tatapan nya masing masing.


" Lo kenapa Ran?" Tanya Ipan.


Pangeran malah menghempaskan diri ke kasurnya, panangan nya memandang langit langit kamar.


" Gue kepikiran Disa" jawab Pangeran dengan nada mengharukan.


Disa merupakan mantan dari Pangeran. Mungkin cukup lama dia mempunyai ikatan cinta dengan Disa. Namun, sekarang sejak Disa naik ke kelas 11 dia tidak masuk Sekolah.


Pangeran mencarinya kesana kemari, ternyata dia sudah menikah dengan pria kaya. Entah apa yang di pikiran Disa, sampai sampai menikahi pria tersebut tanpa memberitahu kekasih nya.


Pangeran di buat hancur oleh kejadian tersebut. Sejak saat itu, dia bersifat dingin ke semua wanita.


" Lo masih belum Move on yah sama si Disa?" Tanya Ipan.


Pangeran hanya terdiam sejenak.


" Gue gak tau,tapi sejak gue bertemu Risa. Tatapan matanya itu membuat gue luluh, gue jadi gak bisa bersikap dingin sama dia." Pangeran masih memandang langit langit.


Sementara itu Vino dengan tidak tau malunya, dia asik maen geam.


" Huhhhh gue menang" teriakan vino mengaget Kan kedua sahabatnya.


" Woi berisik" Ipan dengan menyentil kuping Vino.


" Awwww sakit kampret" jawab vino dengan memegang kuping nya.


" Makanya,lo itu udah 17 tahun dewasa dikit napa" Ipan dengan duduk di samping Pangeran yang sedang tiduran. Pangeran banguna.

__ADS_1


" Hadehhh serah dia pan, kasihan pasti di rumah nya di kuasain oleh adik perempuan nya" Pangeran sudah duduk bersamlingan dengan Ipan.


" Hahh bener tuh kata Pangeran, meningan lo Bantu gue pan,gue butuh bantuan kalian"


" Emang bantuan apa" Ipan merasa takut dengan Hal aneh yang akan di lontarkan vino.


" Gue mau deketin Larisa, anak baru itu" sambil menaik turunkan alisnya.


" Woi dia itu milik gue" Pangeran dengan nada yang sangat keras, dia berdiri.


" Hahaha lo suka Kan sama si Larisa" vino terus menggoda.


" Lo ini apaan sih,gue mau minum" Pangeran ngeles, Dan segera menuju dapur untuk mengambil minum.


" No lo apa sih bisara gitu?" Tanya Ipan.


" Yahhh gue cuma mau mancing Pangeran aja, kalo ga di gitu Mana dia mau ngaku,kalo dia suka sama anak baru itu." Jawab vino dengan pokus pada geam yang sedang di mainkan.


" Lo mau duduk disana, atau mau bantuin gue. Gue hampir kalah nihhh..... "


" Yaudah gue Bantu sini Mana" Ipan duduk di sebelah vino Dan memanikan geam.


Di dapur Pangeran hanya senyum senyum sendiri. Dia tidak sadar apa ayang dia katakana tadi.


" Apa ini yah yang namanya, dari mata turun ke hati" ucap Pangeran dengan meminum air ke mulutnya.


Kediaman Larisa.


Hari sudah malam, Larisa sedang duduk di meja belajarnya. Dia baru selesai mengerjakan tugas yang di berikan tadi. Suara ketukan pintu kamar terdengar. Dia segera bangun Dan membukakan pintu.


" Ayah" sudah derdiri di hadapan pintu kamar Larisa.

__ADS_1


" Apa ayah boleh masuk?"


" Boleh dong ayah" dengan senyum Manis di bibir Larisa.


" Makasih anak ayah" masuk ke kamar putri sematawayang nya.


Dermawan duduk di meja belajar Larisa, sementara Larisa duduk di kasurnya.


" Kamu udah selesai belajar nya?" Tanya dermawan.


" Iyah yah, ayah lembur yah ko malem banget pulang nya?"


" Iyah sayang" dermawan beranjak untuk duduk di samping Larisa, supaya dia bisa membelai nya dengan lembut.


" Kamu gak kambuh lagi Kan di Sekolah?" Belaiyan lembut di kepala Larisa di berikan oleh ayah nya.


" Enggak ko yah malahan Risa seneng banget bisa Sekolah, di Sekolah Risa sudah punya banyak temen lohh" ucap Larisa seperti anak kecil yang sedang menceritakan Hal yang paling menydnagkan di hidup nya.


" Hahaha anak ayah hebat, siapa namanya?" Mencubit hiding sang anak.


" Ayah sakit." Memegang hiding nya.


" Hahaha maap anak ayah" mengelus kepala putrinya.


" nama nya Kesha yah, dia baik banget"


" Ya sudah kamu ajak dia main kesini yah, sekarang kamu tidur ini sudah larut malem"


" Iyah ayah"


" Selamat malam sayang" beranjak menuju pintu keluar kamar.

__ADS_1


" Selamat malam kembali ayah"masih duduk di kasur.


__ADS_2