Dari Mata Turun Ke Hati

Dari Mata Turun Ke Hati
Pertemuan pertama


__ADS_3

Pertemuan pertama


Ipan sedang berdiri di area parkiran dengan sesekali melihat jam yang melingkar di tangan nya. Sebuah mobil dengan kecepatan maksimal menghampiri Ipan, Yahhh tidak lain adalah pangeran salah satu cowo popular di sekolah nya . Ipan pun berjalan mendekati mobil tersebut, pintu terbuka pangeran pun keluar dengan gaya cool nya.


" Terlambat 20 menit" kata Ipan seraya menunjukan jam tangannya.


" Ya elah cuma 20 menit doang, yu cabut" mereka pun berjalan ke lorong utama.


" Si vino mana?" Tanpa mendengar jawaban dari sahabatnya itu pangeran pun berkata kembali. " Ouhh gue tau dia pasti lagi ngerayu cewek cewek kan? Heh dasar?.


Percakapan mereka perpotong oleh seorang gadis berparas cantik,dengan rambut lurus.


" Hai pangeran" gadis itu menyapa pangeran dengan sangat ramah,namun sayang pangeran tidak pernah menghiraukan nya dia malah berjalan kembali meninggalkan gadis tersebut.


" Yang sabar yah sa" Ipan memegang pundak Sasa tanda dia simpati akan keadaan nya.


" Gue ga butuh simpati Lo" dengan angkuh nya melepaskan tangan Ipan.


Sasa merupakan siswi populer di SMAN kristal. Sejak lama dia sudah suka pangeran,namun sayang dia tidak pernah mendapat kan celah untuk masuk ke hati pangeran.


Sasa pun berlari mengejar pangeran,dia sudah ada di hadapan pangeran dengan senyum yang penuh makna.


" Tunggu, gue ada berita yang membuat Lo semangat" kata Sasa dengan senyum kemenangan. Ipan pun kaget,karna tau apa hal yang paling menyenangkan menurut Persi pangeran,yahh murid baru. Setiap ada murid baru pasti selalu ada pembulian di sekolah tersebut.


" Apa sih sa, awas gue mau lewat ayo ran sebentar lagi bakal ada guru" Ipan berusaha mengalihkan perhatian pangeran,namun sayang pangeran masih tergiur dengan cerita Sasa.


" Apa?" Jawab nya dengan cool seraya memandang Sasa.


" Ada murid baru di kls 10 bahasa 1" jawabnya dengan angkuh nya.

__ADS_1


" Laki laki, perempuan?" Masih dalam keadaan cuek.


" Perempuan, Lo mau gue yang buli ataw Lo? "


Namun sebelum di jawab oleh pangeran, Ipan pun angkat bicara.


" Tunggu RAN" dia setengah berteriak. Sasa pun kaget mendengar perkataan Ipan .


" Ada apa pan, Lo kaya ......." Sasa belum melanjutkan perkataan nya namun sudah di potong oleh pangeran .


" Kenapa pan?" Sekarang nada bicaranya kelihatan nya mulai penasaran.


" Gue mohon untuk kali ini jangan buli dia" dengan nada yang memelas.


" Maksud Lo apa" pangeran semakin penasaran.


" Jangan ganggu anak baru itu, gue mohon. Lo pernah bilang kan kalo gue bisa minta apapun dari Lo,sekarang gue minta tolong lepasin anak itu"


Waktu istirahat


Semua siswa berlari meninggalkan kelasnya, dan segera pergi ke kantin. Larisa dan Kesha sedang membereskan buku nya.


" Lo mau ikut ke kantin?" Tanya Kesha seraya meninypan tasnya.


" Lo duluan aja , gue mau ke perpus bawa buku pelajaran" Larisa pun selesai dengan tas dan bukunya.


" Ya sudah gue ke kantin dulu yah" Kesha beranjak dari bubuknya dan segera melangkah menuju pintu keluar. Sementara Larisa masih duduk di kursinya.


Sementara di tempat lain.

__ADS_1


Pangeran yang sedang asik sendiri di depan kelas 10 tiba tiba ada yang menyenggolnya, sampai dia terbentur ke tembok. Kelihatan nya cukup keras sampai sampai di kening nya ada darah yang menetes. Larisa yang baru keluar dari kelas nya pun segera mendekati pangeran yang sedang menahan sakit.


* Kaya nya dia Kaka kelas deh* dalam hati nya dengan pandangan yang menuju pangeran. Di saat dia mau mendekati nya,ada salah seorang murid yang menahan nya.


" Kamu mau kemana" memegang tangan Larisa, Larisa yang sedang berjalan pun berhenti.


" Aku mau nolongin Kaka itu kasihan " masih memandang pangeran.


" Kamu ga takut" masih memegang tangan Larisa.


" Sudah nya kasihan, lihat darahnya makin banyak" Larisa pun melepaskan tangan nya,dan segera berjalan menuju tempat pangeran.


" Maap ka" Larisa sedikit memperkecil suaranya. Pangeran pun melihat ke arah Larisa, dia terkejut melihat ada yang berani menegurnya.


" Apa" jawabnya dengan jutek.


" Apa Kaka ga sakit yah, itu ada darah di kening Kaka" seraya menunjukkan ke arah luka.


Pangeran pun menyentuh area tersebut.


" Ahhh ternyata berdarah pantesan sakit" melihat tangan yang penuh dengan darah nya.


" Kalo bigitu biar aku obati yah la,supaya ga infeksi?" Dengan nada yang masih sama.


" UKS di sini jauh" masih dengan nada cool nya.


"Kalo begitu gimana kalo ke kelas aku ajah, kebetulan Deket ko" masih berusaha menawarkan bantuan.


" Ya udah ayo" pangeran pun berjalan dengan so tau nya, namun Larisa mengikuti dari belakang pangeran. Pangeran terus berjalan melewati kelasnya Larisa.

__ADS_1


" Kaa ini kelas aku" setengah berteriak dan berdiri di pintu kelasnya. Pangeran pun berbalik dan segera masuk ke kelas


__ADS_2