Dari Mata Turun Ke Hati

Dari Mata Turun Ke Hati
Persiapan menyusun rencana


__ADS_3

Kesha berjalan dengan sangat cepat dengan raut wajah yang begitu kesal,di ikuti oleh rain da Gebi yang masih mengatur napasnya. Kesha membukakan pintu kelasnya dengan sangat keras membuat semua orang yang ada di dalam nya terkejut,semuanya pun keluar tanpa bersuara. Kesha pun menendang meja yang ada di hadapan nya,mungkin cukup keras karna dia merintis kesakitan.


" Awwww,sakit kaki gue" Kesha memegang kakinya.


" Salah sendiri Lo nendang meja itu" rain. Rain memang orang nya polos,lugu,dan asal kamu bicara.Rain adalah anak dari pemilik perusahaan cukup besar di kota itu.Kesha,rain dan Gebi sudah sahabatan sejak mereka masuk sekolah SMA.jadi tidak salah kalau mereka saling mengerti satu sama lain. Mm


"Ahhh siapa si yang nyimpen meja di sini" kesha masih dengan nada sebel. Kedua sahabatnya hanya mengangkat kan kedua tangan nya,arti tidak ingin meladeni kemarahan Kesha. Mereka pun duduk di mejanya,kemarahan Kesha sudah mulai mereda.


" Gue,mau balas dendam sama si Kila" Kesha.


" Gimana balas dendam nya pas ulang tahun gue?" Baru pertama kali rain memberikan ide yang cemerlang.


" Tumben Lo pinter" kesha.


" Hahahah, Iyah lah Rain" dengan di iringi senyum kepuasan.


" Ehhh bukan nya,ulang tahun Lo 2 Minggu lagi yah?" Gebi ikutan nimbrung. Rain hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


" Tunggu tunggu,kata bokap gue,bokap Lo itu ngundang kolega koleganya yah? Soal nya kan percepatan dengan eniversery pernikahan bokap dan nyokap Lo" Kesha. Yh memang setiap tahun nya ulang tahun Rain selalu di adakan secara meriah dan besar besaran karna bertepatan jugs dengan eniversery orang tua nya. Sejenak rain pun berpikir dengan keras.


" Gimana pesta ulang tahun Lo di adakan malem,jadi kita bisa tuh ngerjain di Kila abis abisan" Gebi .


" Bagus, gue setuju" Kesha dengan suara semangat.


" Tapi Kitakan ga tau kelemahan si Kila?" Gebi.


" Kalo itu ga perlu khawatir" rain dengan so nya.


" Lo tau Rin? Gebi dengan antusias. Namun rain hanya tersenyum menyimpan sejuta makna dalam arti senyuman nya.


" Dihh Bu surudug udah Dateng lagih" Kila memandang meja guru.


" Ehhhh,apa sih Lo ga baik tau" Cika menyenggol pundak Kila.


" Terus gue harus panggil apa?"

__ADS_1


" Banteng cerewet" Cika dengan menahan senyum di bibirnya.


" Itu sama aja, ****" Kila pun ikut tertawa,namun mereka tidak sadar bahwa di meja guru ada yang memperhatikan nya.


" Kalian kenapa" Bu ai. Bu ai merupakan guru killer yang menggurui pelajaran kimia.


" Kita sedang bahas tugas Bu" Kila dengan wajah polosnya.


" Semuanya kumpulkan tugas yang ibu berikan" Bu ai. Seluruh siswa pun satu persatu menuju meja guru dan memberikan buku tugas nya.


" Uhhhh teks yah per,untung ada Lo" Cika dengan menyentuh bahu Perdi.


" Dihh Lo kan bisa minta bantuan gue cik" Kila menuju kursinya dan segera duduk.


" Yahhh Lo kan belom datang" Cika ikut duduk.


" Yaudah deh la,lagian gue seneng ko bantu temen" Perdi dengan senyum manis di bibirnya.

__ADS_1


Jam pelajaran yang menenangkan pun sudah berlangsung sejak 3 jam, bel pun berbunyi tanda seluruh pelajaran telah berakhir.


__ADS_2