
Mereka menuju parkir mobil yang tidak jauh dari lorong utama. Pangeran membukakan pintu untuk Larisa, namun yang di bukakan pintu malah melonggo. Larisa terus memandang Pangeran dengan heran.
" Malah bengong, mau masuk ga ! " Dengan nada dingin nya. Larisa merasa terkejut.
" Ehhh ka, saya bisa naik angkutan umum ko" masih dengan posisi yang Ada di depan pintu mobil.
" Ehhh asal lo tau,di sini kalo mau naik angkutan umum harus jalan dulu tuh kedepan" jawab Pangeran.
" Tapi say......" Sebelum Larisa meneruskan perkataan nya, Pangeran pun.
" Kalo lo ga mau ikut gue, hidup lo di sini gak akan tenang."
Mendengar perkataan itu, mulut Larisa sekejap jadi diam. Dia pun masuk ke mobil tersebut. Terlihat senyum Samar di bibir Pangeran.
Mobil pun keluar dari area parkir, membelah jalan nan yang cukup ramai. Di dalam mobil terjadi keheningan. Larisa memandang laki laki yang di sebelah nya, Dan berkata.
" Makasih yah ka, karna Kaka udah nolong aku" ucap nya dengan pandangan menatap Pangeran.
" Lo jangan geer, itu cuma bentuk utang budi gue" jawab Pangeran dengan nada sedingin es.
Larisa heran, siapa sih laki laki yang Ada di samping nya ini?. Tadi pagi dia sangat ramah, Dan asik di ajak bicara. Namun sekarang, laki laki yang dingin tanpa bergeming.
* Siapa sih ka Pangeran ini, hah apa jangan jangan dia kesurupan yah? tapi kata ayah kalo kerupan bakal terus teriak, hah apa dia salah makan Kali yah* batin Larisa.
" Hah lo lagi mikirin apa?" Kata Pangeran dengan nada seperti menangkap pencuri.
* Ehhh dia tahu, ahh dia mungkin cuma nebak doang Kan iya Kan" batin Larisa.
" Jangan bilang......" Kata kata Pangeran bergantung membuat gadis yang di sebelah nya mulai cemass.
* Wahh dia tau, ya tuhan jaga aku, jangan sampai laki laki yang sedang kerasukan jin dingin ini membunuhku* batin Larisa dengan raut wajah cemas.
__ADS_1
Pangeran menatap Larisa, sejenak dia tertawa sangat keras. Larisa semakin menciutt dengan reaksi Pangeran. Pangeran meneruskan perkataan nya.
" Lo suka Kan sama gue?" Dengan di iringi tawa.
" Siapa yang suka sama Kaka, aku cuma heran aja" jawab Larisa dengan suara sedikit tinggi.
" Lo heran kenapa?." Wajah Pangeran sejenak berubah.
" Aku heran aja, tadi pagi Kaka sangat hangat, ramah asik,tapi sekarang Kaka jadi dingin. Hah aku tahu, tapi Kaka kesambet hantu bersifat dingin Kan" entah nyali dari Mana Larisa bisa mengucapkan isi hatinya.
Pangera tertawa, kalo sekarang jadi semakin keras. Tidak menyangka gadis polos bisa berpikiran begitu. Mobil berhenti karna Ada mampu merah.
" Rumah lo dimana? " Pangeran.
" Belok kiri kak" Larisa dengan tangan yang menunjukan arah.
Lampu Merah sudah berganti dengan hijau, semua psngendara sudah berlaju lagi. Mobil Pangeran berjalan menuju arah yang sudah di tunjukan Larisa.
" Ini rumah lo?" Tanya Pangeran dengan mata yang memandang daerah tersebut.
" Iya kak ini rumah aku" jawab Larisa .
" Lo tinggal sama siapa"
" Sama ayah kak"
" Ibu lo kemana"
Larisa tertunduk Dan berkata : " ibu saya sudah meninggal waktu saya usia 2 tahun kak".
" Sori gue gak tau" ucap Pangeran bersalah. Larisa hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
" Makasih yah ka,udah mau nganter aku, aku keluar dulu assalamualaikum kak" ucap Larisa seraya membuka pintu.
" Wassalamualaikum" Pangeran dengan senyum Samar Samar.
Setelah Larisa keluar dari Mobil Pangeran. Mobil pun putar balik menuju jalanan rumah Pangeran. Pangeran merasa aneh dengan dirinya sendiri. Di sisi lain dia merasa tertarik dengan Larisa, namun dia tidak bisa melupakan wanita yang dulu pernah menyakitinya.
Mobil sudah sampai ketempat tujuan.
Terlihat ada Mobil yang terparkir di halaman rumah nya. Pangeran keluar dari Mobil, Dan segera masuk me rumah. Di ruangan utama sudah Ada Ipan Dan Vino.
" Ran,, lo dimana aja" Tanya Ipan, yang baru masuk rumah tidak menjawab.
Pangeran menghampiri kedua sahabat tersebut,yang Ada di sopa utama.
Pangeran menghampaskan dirinya ke sopa.
" Ran, gue lihat lo nganterin anak baru itu pulang yah" sekarang giliran Vino yang bertanyâ.
" Kalian bisa tidak bertanyâ Hal itu?. Gue cape, mau ke kamar kalin mau ikut? " Ucap Pangeran. Dia pun berdiri Dan segera berjalan menuju kamar nya di ikut oleh dua sahabat nya.
" Ran sekarang jawab pertanyaan gue" Ipan yang baru menutup pintu kamar Dan segera duduk di sebelah vino.
" Iyah Ran lo diamana sih, Kita sudah ampir 1 jam tau nungguin lo" vino pun ikut bertanyâ.
" Alahh kalian, so so nunggu satu jam. Kalian sanggup Kali nunggu gue 24 jam juga, bukannya bi inah udah kasih lo makan Dan kebebasan di rumah gue" jawab Pangeran sebari berbaring di kasur nya yang empuk.
" Hehe, tapi Kan gue gak boleh masuk kamar lo, gue kesinikan mau maen geam di sini" jawab vino.
" Yeyy di rumah lo juga Kan Ada geam" Ipan pun mulai nimrung.
" Ahh di rumah gue Mana boleh maen geam"
__ADS_1
Semua nya pun tertawa, mendengar cerita vino.