Darkness Angel

Darkness Angel
bab 13


__ADS_3

Ardhius teringat tentang tujuan yang sebenarnya dan meninggalkan ring Beladiri, disisi lain anggota Redmon grup tidak dapat menemukan Ardhius, dia menggunakan langkah uniknya Gyostepu akhirnya sampai dilokasi di mana gedung militer berada


" aku akan mendaftar..."


dua pria baya memandangi Ardhius kemudian tertawa meremehkan kedatangan mereka membuat mood mereka buruk dan mulai menghina dan berusaha untuk mengusir Ardhius karna menurut keduanya Ardhius hanya ingin membuat keributan selain itu umurnya terlalu muda baru tiga belas tahun sedangkan rata rata orang yang akan datang berumur sembilan belas tahun


" usiamu tidak memenuhi syarat dan sebaiknya kamu jangan membuat keributan disini. "


" Senior aku benar benar hanya ingin mendaftar militer bukankah tidak ada batasan mengenai usia, selama lulus ujian..."


memang sebenarnya tidak ada batasan mengenai usia untuk bergabung selama mereka dapat menyelesaikan ujian dan sesuai dengan standar maka secara otomatis mereka akan terdaftar sebagai seorang militer.


" aku bilang tidak ya tidak..."


" kamu benar benar ingin melakukannya?" kata pria satunya


" Ya " jawab Ardhius singkat dan serius


" kau benar benar mempercayainya Letto, lagibpula lihat dengan usianya dan tubuhnya yang kurus memangnya berapa kebugaran yang dimilikinya."


" senior kenapa kamu melakukan seperti itu dan nampaknya sangat membenciku "

__ADS_1


" apakah kita pernah bertemu dan menyinggungmu? "


sebenarnya mereka berdua belum pernah bertemu namun ketika dirinya melihat data Ardhius kebenciannya nampak, dia benci karna namanya Ardhius adiknya harus mengalami depresi dan merau raung seperti orang gila karnanya. Jika Ardhius berhasil bergabung dengan militer itu akan menyulitkan untuk membunuhnya selama Ardhius tidak dapat bergabung dengan militer maka mudah baginya mencari cara untuk membunuhnya. Dengan ada dirinya dia takkan membiarkan Ardhius mendaftarkan dirinya, menurut info yang di ketahuinya dengan mudah Ardhius akan menyelusaikan ujiannya dan terdaftar sebagai seorang militer.


" Senior bagaimana kalau kita bertaruh? "


" tidak perlu, aku tak mau membuang buang waktuku untuk mengujimu dan kamu Letto aku tak memberikannya ijin jadi jika kamu tetap mengujinya terserah tapi tanpa persetujuanku itu semua sia sia. Pemuda berusia tiga belas tahun mau mendaftar tunggu hingga berumur sembilan belas tahun." katanya mendengus pergi


Ardhius diam terkejut bingung padahal dirinya tak mengenalnya dan mulai berpikir setelah berusaha memikirkannya hanya satu yang di singgungnya Redmon grup, mungkinkah dirinya juga dari Redmon grup. Diam diam Ardhius mendesah dalam


" bahkan di militer pun ada orang yang busuk, yang menggerogoti. " gumannya


" ada apa ini?, kenapa ada keributan disini? "


" Kep.. kep... kepala. " jawab Letto terbata bata nampak ketakutannya


" dia... " lanjutnya pendek tak tahu harus bagaimana


" Kepala aku mau mendaftar " katanya memandanginya tanpa berkedip


walaupun dirinya merasakan bahaya darinya namun bagaimana pun dirinya harus bergabung, dengan pasukan intelnya tentu muda bagi militer mencari tahu informasi anggotanya dan bahkan mungkin perseteruannya dengan miss Yu dan pertandingannya telah ada di kantor militer. Menurutnya kedatangan kepala memang sengaja, sebenarnya Ardhius tahu jika sejak keluar dari ruangannya diikuti dan di awasi oleh seseorang yang menurutnya itj pasukan intel milik militer karna Ardhius telah mendaftarkan data dirinya kemiliter dan kedatangannya untuk melakukan ujian hari ini

__ADS_1


" daftar tinggal daftar saja kenapa harus ribut ribut. "


" Weilis tak mengijinkannya karna menurutnya membuang buang waktu karna menurutnya kebugarannya tak memenuhi syarat karna masih muda "


" benarkah? "


" biarkan dia mengikuti ujian dan jika tak lulus patahkan kedua kakinya karna kesombongannya " kata gadia itu acuh tak acuh


" gunakan yang peringkat S "


Lotto terhenti langkahnya gemetaran memandangi pimpinannya itu


" jika dia memilih untuk menolak patahkan tangannya juga. " kata gadis itu


sesuai yang di ketahuinya pendaftaran di militer memiliki beberapa peringkat dari F hingga S yang dimana tidak dapat dimanipulasi oleh manusia, Letto hanya diam mengantar Ardhius dalam hati dia merasa kasihan dengan Ardhius mereka mendatangi sebuah perangkat tertutup seperti gerbong kereta dengan panjang seratus limapuluh kaki, di depannya adalah dorm Jyorku dimana mengharuskan seorang pengguna melakukan sebuah serangan di bawah gravitasi dengan indeks kebugaran minimal 10. Ditambah lagi dengan tingkat kesulitannya, Ardhihus tahu alasan mengapa gadis itu melakukan tes dengan tingkat S. Ardhius memasuki dorm Jyorku tak lama kemuadian terdengar suara AI dan memulai hitungan mundur, tuba tiba dirinya merasa berat dengan beberapa pond. Dirinya tidak menggunakan soul beast untuk mengetahui seberapa besar ketahanannya, melakukan ge ef akan gerakan muda dan merasa terbiasa dia mulai mengambil panahan yang tersedia berlatih menjepretkan tali busur setelah dua puluh kali mulai kelelahan. Semua di lakukan hanya 20 menit karna waktu tes yang sebenarnya telah di mulai yang aawalnya Ardhius kesulitan namin terasa lebih mudah ketika memasukkan Gyostepu dan ia menari dengan indah, bahkan menemukan alur di mana taget panahan akan muncul sudah memasuki stage 7 dia secara otomatis telah lulus ujian untuk kelulusan tes dirinya hanya di haruskan mennyelesaikan lima stage dengan target empat ribu, namun Ardhius tidak berhenti dan terus melanjutkannya. Keringatnya mulai bercucuran beban gravitasi sudah berlipat lipat, memasuki stage dua puluh satu Ardhius mulai kelelahan dan target panahan mulai muncul bersamaan. Tubuhnya bergejolak mengalami perubahan dan akhirnya Ardhius jatuh tak sadarkan diri ketika di stage 30, Letto yang diluar terduduk diam syok dengan hasil tes yang di miliki oleh Ardhius padahal dia masih muda kekuatannya sebanding dengan seorang evolver tingkat dua bahkan lebih kuat. Tapi evolver tingkat tiga belum. Setelah mennyiapkan diri Letto bangun dan Ardhius diam duduk di sebuah bangku menantinya, Letto mengampirinya dengan membawa hasil tes milik Ardhius nampak kebahagiaannya di wajahnya


" selamat Ardhius kamu lulus dan menjadi bagian dari kita dan kelas yang kaku ikuti "


" panahan " jawabnya singkat tanpa keraguan sedikitpun


Ardhius telah belajar pengetahuan memanah dasar ketika di sekolah dulu dan menguntungkannya menjadikan dirinya yang sekarang. Dirinya menggunakan waktunya dengan sungguh sungguh, ketika istirahat dirinya bergabung dengan teman sekelasnya laki laki di depanya Shohuba mereka mengobrol dengan nyaman sesekali tertawa bercerita ketika mereka masih di sekolah dulu.

__ADS_1


__ADS_2