Darkness Angel

Darkness Angel
Bab 24


__ADS_3

Malam itu Ardhius duduk tenang bersandar di sebuah pohon tadi dirinya sudah dapat informasi menegenai proses evoveled prosesnya sebenarnya tidak ada resiko yang sulit atau berbahaya jadi Ardhius tidak terlalu khawatir sehinggga ketika dirinya menjadi' seorang bangsawan dari Aliansi yang banyak memberi manfaat yang tidak di peroleh Pàíngmën ( rakyat jelata ) dan telah mencari informasi tentang ˈÄso͝orə menurut informasi dan Ardhius menyimpulkan jika Líng termasuk 'Äso͝orə karna dia tidak tertarik dengan esensi kehidupan, namun di lihat penampilan Líng seratus persen manusia dan Ardhius tidak melihat ˈÄso͝orə dalam dirinya sekembalinya nanti dia akan pergi ke Dorm Gojinhu. Ardhius diam memandangi Líng yang tidur di dalam tenda diam diam Ardhius mendesah pelan sambil menggeleng entah apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia menyembunyikannya darinya, dan apakah Ada hubungannya dengan kemampuan kedua orang tuanya yang telah dia ketahui jika bukan mati karna kecelakaan. Siapa yang membunuh mereka Ardhius kembali ketendanya dan tidur. Pagi pagi sekali Ardhius dan Líng bangun pergi kembali Ardhius telah memperoleh banyak keuntungan dari perburuan ini hanya soul beast miliknya semuanya di tingkat Supa dan sesudah rencana Ardhius melelangnya di pelelangan dengan imbalan perlindungan untuk keluarganya namun dalam perjalanannya keduanya bertemu dengan kelompok Keizo Leipzig yang tanpa ragu ragu menyerang Ardhius namun bagai telur yang terhantam batu kekalahan dan pembantaian mereka dapatkan namun sayangnya Keizo Leipzig tidak ada bahkan salah satu dari mereka mengancam Ardhius dengan keberadaan Keizo Leipzig bukan menyelamatkannya Ardhius malah menyiksanya. Líng yang di dekatnya hanya diam dengan wajahnya datar tanpa ekspresi, Setelah mengganti pakaian dengan pakaian baru Ardhius pergi tampa sepatah Katalin sepanjang perjalanannya membuat Líng melihatnya dengan tatapannya yang polos.


Dorm Gojinhu adalah sebuah bangunan seperti kuil kuno nampak agung, dua buah patung beast menyembur mengeluarkan air yang jatuh di sebuah kolam panjang, tanpa ragu ragu Ardhius melepaskan semua pakaiannya dan membenamkan diri dalam kolam tersebut. Tidak ada panas atau dingin dia tidak kehabisan nafas dan sangat nyaman, perubahan pun mulai terjadi seperti bayi yang baru lahir, sel sel di tubuhnya berkembang membawa kelahiran kembali perubahan itu begitu alami sehingga Ardhius merasakannya seperti pubersitas. Otot otot,tulang pembuluh darah dan sel selnya mulai tumbuh. Ardhius tahu jika semua itu hanya halusinasi, limbah dan kotoran mulai keluar jatuh ke bawah kolam membuat dirinya lebih ribuan dan santai.


[ perubahan terjadi pada host selama proses host tidak dapat mengakses system, harap menunggu ]


[ kesulitan yang ada kesulitan mudah, kesulitan sedang, kesulitan sulit, kesulitan mimpi buruk, silahkan host memilih ]


" adakah keuntungannya? "


" hanya kesulitan mimpi buruk "


" baiklah puluh yang itu "


tiba tiba terdengar suara retakan semakin lama semakin banyak air didalam kolam melonjak keatas dengan ketinggian beberapa meter. Teriakkan Ardhius menggeram di tangan itu, matanya mengeluarkan darah tubuhnya tertutupi darahnya namun dirinya masih sadar rasa sakit itu akan sangat menyakitkan namun di bandingkan rasa sakit yang pernah di alaminya itu bukan apa apa. Retakan retakan memenuhi ruangan seperti jaring laba laba. Setelah penantian panjang selama satu jam akhirnya selesaidan Dan cahya hijau menyelimuti tubuhnya


[ Evolusi berhasil sekamar kepada host karna menjadi evolved tubuh Koesupashi ( rob kaisar super ) ]


Ardhius pun pergi keluar meninggalkan Dorm Gojinhu ( kolam Evolusi ), tiba tiba Ardhius bernapas berat dan kotoram memasuki tubuhnya seperti debu. Kini Ardhius mengerti kenapa seorang evoveled harus segera meninggalkan setelah menjadi evolved tubuh mengalami pemurnian seperti air, semakin lama seorang evoveled tinggal maka tubuh akan semakin tidak murni. Jika terlalu banyak ketidakmurniannya tidak akan bisa di murnikan. Jadi dia segera menyelesaikan keperluannya di Hasyuakami pertama Ardhius tidak jadi melelangnya soul beast miliknya melainkan memberikan ke pasukan, di sebuah raungan pasukan khusus pusat duduk seorang pria paruh baya sebuah senyum senantiasa mengukurkan bibirnya namun yang tidak mengenalnya akan mengira dia orang biasa dan baik namun sebenarnya dia seseorang direktur pasukan khususbyang yang berani dan kejam


" Jiesheng bukankah sudah kukatakan jika tidak penting jangan ganggu"


"


" Direktur seorang kebali pasukan khusus mengajukan aplikasi perdagangan soul beast " kata Jiesheng dengan ekspresi bingung


" Kenapa hal seperti ini memberitahuku lakukan seperti biasanya, Siruh lakukan di platform internal "


" Kepala regu itu menjual soul beastnya dengan syarat perlindungan keluarganya "

__ADS_1


Alisnya berkerut, " bukankah semua orang membutuhkan perlindungan, karna dia anggota kita maka berulangkali dia otoritas. Namun karna kita kekurangan orang baik karna meninggalnya saudara saudara kita demi melindungi ba****** itu Minta dia menunggu."


" Tuan direktur bukan perlindungan untuk sekarang melainkan untuk beberapa tahun depan "


" Omong kosong... " katanya menggebrak meja


" Direktur lebih baik anda melihat ini dulu " kata Jiesheng tegas


Direkturnya melototinya jika bukan kemampuannya dia akan membunuh orang di depannya yang merupakan asistennya sekaligus sahabatnya. Setelah mendesah panjang direktur melihat dokumen yang di berikannya, segera perubahan terjadi pada mimik wajahnya nampak keterkejutannya bercampur dengan kebahagiaannya Dan ketidakpercayaannya


" Direktur apakah anda akan menghubunginya ? "


" tentu saja kita harus mendapatkan semua soul beast miliknya dan apa permintaanya "


Dia tahu soul beast yang ada di dokumen hampir semua soul beast tingkat Seinaru yang paling menonjol diantara tingkat Seinaru, dengan mendapatkan soul beast dirinya dapat membuat tim elit


" Dia ingin saudara perempuannya mendapatkan perlindungan dari saat dia masuk ke Ryosusheruta dan meminta kita memberikan soul beast Supa dari empat jenis khusus "


Ardhius membuat pengaturan untuk Líng membawanya kembali kerumah penthouse yang memiliki tiga kamar yang awalnya dia gunakan bersama dengan Silvana, setelah membelikan baju untuk Líng Ardhius menyuruhnya untuk mandi dan hati baju nampak terpancar pesonanya, sebenarnya Líng memiliki kecerdasan hanya karna kurangnya berkomunikasi dengan orang lain yang membuatnya aneh.


" Tinggallah kamu disini dan panggil aku dengan comelink jika butuh sesuatu "


" oke " jawabnya singka


Istirahat di kamar masing masing, baru keesokannya Ardhius pergi untuk mendapatkan sertifikasi sebagain bangsawan Supa, semua Loker memiliki barisan yang panjang. Kebanyakan orang antri ini datang untuk sertifikasi bangsawan Chu atau Tai walaupun sama sama seorang bangsawan namun untuk tingkatannya lebih rendah dibandingkan dengan Supa. Karna Ardhius harus melakukan beberapa tes sehingga pendaftaran tidak bisa di lakukan secara online


" Dapatkan membantuku mendafkarkan sebagain bangsawan Seinaru? "


orang yang melayaninya terkejut dan melihat Ardhius, segera ia mengangguk. Sesudahnya dia berteleportasi ke Ryosusheruta kedatangannya disambut rasa dingin, disana beberapa orang mengobrol dan salah seorang mereka mendatangi sambil memanggilnya namanya membuat Ardhius mengerutkan kening

__ADS_1


" namaku Lyecen juga lulus dari militer, setahun sebelumnya dan nilaiku hanya rata rata "


dia memperkenalkan Ardhius dengan teman temannya, salah satu dari mereka berkata " Saya tidak menyadari Jika kamu lulusan dengan kejuruan, seharusnya kamu memiliki masalah depan yang cerah namun sayangnya kamu dpindahkan disini "


" Dengan kita menguasai Sheiruqi kita memiliki segalanya. " kata Ardhius tersenyum


" Itu sangat sulit , berbeda dengan Ryosusheruta pertama bahkan rendah memiliki tingkat kebugaran yang tinggi Dan itu dapat menyebabkan kematianmu " katanya mencibir


Sheiruqi adalah sebuah Shelter yang belum di tempati oleh manusia, yang lain juga melihat Ardhius dengan aneh, di tempat itu ada teleportasi yang dapat di gunakan oleh manusia dan yang perlu mereka lakukan hanya menahan beast yang di sekitarnya. Untuk mempertahankan itu yang sulit namun bagi Ardhius itu bukan sesuatu yang mustahil


" itu sangat berbahaya, bahkan jika kamu ingin berburu sendiri kamu harus mengikuti kami beberapa kali karna sangat berbahaya "


Ardhius hanya diam tersenyum dan pria paruh baya itu kembali mencibir. Ardhius hanya diam lagi dirinya tahu sebenarnya mereka bermaksud baik namun dirinya tidak memiliki waktu untuk di sia siakan Dan pergi Setelah melambaikan tangan. Cuaca Hari ini tidak bersahabat di luar nampak badai salju menyambutnya ketika dia keluar dari gua es tiba tiba terdengar beast meraung Dan menurut deskribsi yang di beritahukan oleh Lyecen, dengan singkat anehnya Ardhius melakukan serangan jarak dekat setelah mematahkan kali depan kirinya tiba tiba beast itu meraung dan perubahan terjadi padanya. Luka luka yanh di deritanya sebuh seketika termasuk kakinya yang patah. Bukannya kecewa melainkan senang, beast di depannya dalam kondisi mengamuk. Dengan kecepatan tinggi ingin menubruk Ardhius, ditariknnya tangan kirinya ke belakang dan langsung meninju ketika dalam jangkauan,bang!! terselubung es yang nampak menakutkan dan ganas terlontar terbang terbenam dalam salju setelah menghancurkan beberapa bukit


[ membunuh beast Yorjio mengamuk tingkat Tai tidak mendapatkan soul beast, makan dagingnya untuk mendapatkan poin evo tingkat Tai dari satu hingga sepuluh ]


" Yeili..." kata Ardhius tersenyum melihat gadis di depannya


" Hai..." katanya singkat memeksa tersenyum


gadis itu tak menyangka bila Ardhius akan sangat kuat bahkan dapat memberikan one hit kill, dulu ketika di pasukan khusus dirinya lebih kuat darinya tak menyangka dia akan di lampau oleh Ardhius yang masih berusia tujuh belas tahun.


" aku mendengar jika kamu di takdirkan disini mampaknya keberuntunganmu begitu buruk "


" bukankah muda jika telah menduduki Sheiruqi " kata Ardhius tersenyum


Yeili ingin mengatajan sesuatu namun di berhenti ketika ingat jika barusan Ardhius membunuh beast mengamuk


" Kamu tahu dimana shelter terdekat "

__ADS_1


Yeili menggeleng pelan " aku tidak tahu bahkan Ryosusheruta kedua aku tidak tahu, belum ada orang yang keluar dari tempat ini dan bertemu dengan orang lain "


keduanya pergi ke gua terdekat dengan tunggangan masing masing dan menikmati hasil perburuan pertamanya


__ADS_2