
Pagi itu tidak seperti biasanya mentari meredup, di suatu tempat yang sedikit orang berkunjung seorang pemuda berumur sekita 14 tahun duduk tenang membakar daging beast mulutnya berminyak beast Stunorihi di tusuk kaku di panggang di atas api tiba tiba belukar di depannya bergerak gerak.
" Teman, maafkan aku mengejutkanmu. Bisakah aku bergabung denganmu... "
" kecerobohanku aku Liu Bufeng, aku akan membayarnya " lanjutnya ketika melihat pemuda di depannya dahinya mengkerut
" benarkah..."
" tentu saja, sudah berhari hari aku belum makan. "
" Begitu 1 gold" katanya memberikan seperempat kaki kiri
" Mahal " katanya terkejut
" kau tidak akan kecewa, tapi jika tidak mau tidak apa apa " balasnya hendak memakan dagingnya
" baiklah."
Mata Liu Bufeng membelalak terkejut, dirinya tak menyangka jika itu beast tingkat Ko, matanya memandangi daging beast yang sedang di panggang. Air liurnya menetes
" 170ribu aku akan memberikannya padamu "
" benarkah?, ya aku mau. " katanya mengangguk cepat
Liu Bufeng menerima daging beast tingkat Ko, dan mulai menikmatinya. Dia kembali mengambil daging beast dari tasnya bermaksud untuk membakarnya namun di kejutkan suara Liu Bufeng
" Apakah kamu menerima transfer?? "
" tunai. "
" tak mungkin bagiku membawa uang tunai sebanyak itu, lagi pula menggunakan ini lebih mudah. " katanya menunjukkan jam interkom miliknya
" aku tak memiliki yang seperti itu "
Liu Bufeng terkejut melihatnya, benda yang di pakainya sesuatu yang biasa dan semua orang memilikinya.
" kau benar benar tak memilikinya?"
__ADS_1
Ardhius hanya mengangguk pelan
" baiklah aku akan memberikannya padamu, bukankah biasa di Shelter Rokizoku.. "
kini giliran pemuda itu bingung dan menggeleng pelan, " Shelter terdekat adalah Shelter Black Steel "
" Benarkah, pantas saja aku merasa asing di tempat ini. Kau hanya memberikan sempel darah mu dan semua selesai, aku segera mentranfer setelah kamu menyelesaikannya "
" daging beast tingkat apa yang kau bakar "
" panggil saja Ardhius, tingkat Seinaru " jawab Ardhius enteng
" aapaaaaaa "
sikapnya berubah segera dengan sebuh senyum membuat Ardhius jijik dan hanya memutar matanya
" 900ribu gold tidak kurang hanya setengahnya "
" baiklah.. "
Hari semakin malam bintang berserakan, angin berhembus tenang, di sebuah padang ilalang menyembunyikan seseorang matanya tajam melihat ke depan. Napasnya teratur tenang dengan baju zirah soul beast Chibikuyu tingat Suhatentu dia tidak akan terluka walau demikian dirinya ingin lebih kuat, maksudnya dirinya sendiri. Ardhius ingin melatih kemampuanya dalam bertarung dengan jumlah besar. Di depannya banyak beast dengan tingkatan bermacam macam terendah tingkat Tai dan tertinggi sementara tingkat Chu. Telinga salah satu beast bergera gerak dia menoleh kanan kiri seolah olah dirinya sedang fokus menajamkan pendengarannya. Kedua matanya melihat kekirinya, matanya fikus dia di sedang menggeram menunjukkan giginya. Seolah olah da berkata tenpat persembunyianmu sudah diketahui. Namun Ardhius diam.
beberapa muncul karna geramannya dan mulai melolong, sebuah bayang hitam nampak semakin lama semakin mendekat.Suara dengungannnya semakin terdengar, nampak ketakutan di mata beast Kasurumino,
" sial itu bukan sesuatu yang baik, tapi... " gumannya tersenyum menjilat bibirnya
Di keluarkannya sebuah panahan ternyata pemuda yang bersembunyi adalah Ardhius, setelah tenang dirinya menarik panahan kearah gerombolan hitam yang ternyata adalah beast. Anak panah melesat cepat mengenai gerombolan beast suara terdengar di benaknya, dengan hanya satu anak panah dia berhasil membunuh hampir semua beast karna anak panah yang di gunakannya mengandung racun dari beast Chibikuyu.
...
...
[ membunuh beast Koigesuruha tingkat Seinaru tidak mendapatkan soul beast memakan daging beast Koigesuruha untuk mendapatkan poin evo tingkat Seinaru secara acak dari 1 hingga 10]
[ membunuh beast Koigesuruha tingkat Seinaru mendapatkan soul beast tipe terbang, memakan daging beast untuk mendapatkan poin evo tingkat Seinaru secara acak dari 1 hingga 10 ]
sebuah senyum mengukir di bibirnya, serangan beast Koigesuruha menyisakan tulang tulang dari beast Kasurumino sungguh serangan yang menakutkan. Ardhius mendesah pelan dan neninggalkan tempat itu ketika menemukan sebuah danau dirinya memutuskan untuk berhenti beristirahat, nampak beast Akania berenang dengan bebas membuat Ardhius meneteskan air liur
__ADS_1
" bagaimana aku mendapatkan mereka? "
" tentu daging mereka sangat enak. "
Ardhius melukai jarinya dengan belati miliknya, sengaja jarinya yang terluka di masukkan kedalam danau. Ketika tercium aroma darah beast Koigesuruha mendatangi tangan Ardhius bermaksud untuk menggitnya. Namun belum sempat tergigit tangan kirinya yang memegang belati membuat gerakan menusuk berulang kali. Hal tersebut dilakukannya berulang kali. Setelah merasa cukup Ardhius mengeluarkan panci untuk membuat kaldu dan daging beast Koigesuruha, sambil menanti Ardhius berebahan tak lama kemudian terpejam. Sudah lama dirinya tidak tidur nyenyak tiba tiba kelopak matanya berkedut berulangkali nampak keringat menetes. Terlihat ketakutan dari raut mukanya entah mimpi apa yang di apa alaminya. Sesuatu yang tak terduga terjadi seekor beast seperti serigala putih muda menghampiri, dia memandangi panci yang mendidih mengeluarkan asap mata bersinar terang duduk menanti. Hari telah sore ketika Ardhius bangun namun wajahnya terlihat pucat dia terkejut melihat Beast di dekatnya, beast itu mendekati Ardhius berguling menunjukkan perutnya. Ardhius tahu beast itu bersikap imut padanya ingin sekali dirinya mengusap perutnya namun tangannya berulang kali di tariknya. Tiba tiba beast itu menjilati tangannya yang tadi terluka dan naik ke pangkuannya
" dia sungguh imut " kata Ardhius mengelus elus bulunya
" Aku panggil kamu Xialang"
tampaknya beast itu senang dan mendengkur, asap kaldu mulai mengepul dengan lembut di letakkannya Xialang di sebelahnya. Ardhius terkujut ketika akan menuang kaldu ke mangkok, ada sebuah cakar menyentuh mangkoknya. Ardhius menoleh yang ternyata Xialang yang sedang melihat Ardhius dengan mata yang bersinar
" Baiklah kau juga mendapatkan bagianmu..."
setengah jam kemudian kaldu itu tak tersisa kini selain poin evo tingkat Seinaru dan Supa telah penuh menunjukkan angka 100
Nama Ardhius L Nose
Status Tidak ada
Poin evolver yang dibutuhkan 100
Soul beast yang di peroleh Soul beast tingkat Supa tipe armor Dhimosukin, Soul beast tingkat Supa tipe senjata panahan Chibikuyu, Lima Soul beast tingkat Chu, Dua Soul beast tingkat Ko, Satu Soul beast tingkat Seinaru
Poin evo yang di peroleh Tingkah Tai 100 point evo, Tingkat Chu 100 poin evo, Tingkat Ko 100 poin evo, Tingkat Seinaru 80 point evo, Tingkat Supa 50 poin evo
Beast yang di pelihara Xialang beast tingkat Seinaru ( dapat ditingkatkan )
Ardhius terdiam melihat data yang di depanya
[ host memiliki beast peliharaan membuka fungsi baru combine, toko martial art ]
dikliknya fungsi Combine, sebuah fungsi untuk menggabungkan beberapa soul beast untuk memperoleh gabungan kemampuan utama ada kemungkinan ditingkat. Ardhius memasukkan semua soul beast tingkat Chu dan Ko So
[ ding selamat kepada host mendapatkan Soul beast baru tipe sayap Soiken tingkat Seinaru ]
" nampaknya aku belum beruntung, tapi tak masalah. "
__ADS_1
dipanggilnya soul beast tipe sayap, sebuah asap hitam mengepul masuk melalui hudung Ardhius tiba tiba rasa sakit muncul di punggungnya terasa terkoyak sepasang sayap hitam mulai muncul, darah mengalir melapisi sayap dan kembali dirinya mendapati potongan potongan peristiwa tubuhnya mulai kejang kejang