
Dengan menggunakan Jinokuma Ardhius pergi setelah bagai salju telah reda neninggalkan Yeili, menuju Sheiruqi. Jika Ardhius memang tak dapat menaklukkannya dia dapat menunggu Líng untuk memasuki Ryosusheruta kedua, sudah setengah hari dia pergi namun belum sampai karna perjalanannya yang bekelok kelok. Tak lama kemuadian jurang es yang tinggi nampak di depannya dasar tidak kelihatan membuat Ardhius meresa memasuki neraka dunia ketika hendak terbang dengan sayap Thecikasi dirinya mendengar langkah kali dan longsoran dalam skala kecil. Semakin lama semakin terdengar jelas dan Akhirnya masuk jangkauan pandangan Ardhius itu beast seperti laba laba kaki kakinya seperti sabit menancap di dinding tebing membuat lubang ketika di tancapkan dan kakinya berbulu seperti rajungan. Jika itu menancap di tubuh tentu akan berlubang membayangkannya membuat Ardhius sedikit merinding. Tubuhnya seperti bola salju, tiba tiba melompat tinggi Ardhius mengeluarkan panahan Chibikuyu dan melepaskan anak panah yang mengenai perut bawahnya
[ Membunuh beast Yukimo tingkat Tai, makan daging beast untuk mendapatkan poin evo tingkat Tai dari satu hingga sepuluh ]
Ardhius menghampiri mayat beast Yukimo yang terlentang mati nampak di tusukan mata panah terdapat retakan. Terlihat daging transparan yang lembut seperti jeli membuat Ardhius mengerutkan air liur dengan cepat beast Yukimo berlompatan dari jurang namun bukannya takut Ardhius tersenyum kegirangan. Membayangkan dirinya makan besar dengan di kombinasi denga gerakan aneh Ardhius memabantai dengan pedang Dokuen. Berusaha agar serangannya tidak membuat daging beast Yukimo tercecer sia sia. Tiba tiba terdengar getaran yang keras dengan dua sabetan kaki depannya menyerang Ardhius dan Ardhius menahan dengan pedang Dokuen. Kini dia melihat beast yang menyerangnya beast Yukimo yang besar yang dapat memakan orang dewasa dengan sekali telan. Dia segera memanggil armor Dhimosukin untuk melindunginya, Kaki depan kirinya terangkat dengan tebasan cepat mengenai Ardhius. Bang, Ardhius terpental beberapa meter
" Beast Yukimo tingkat Seinaru..." guman Ardhius
dengan kebugaran miliknya yang tinggi Ardhius masih terluka walau tidak parah membuatnya terkejut. Yang menurutnya kebugaran milik beast Yukimo diatasnya sembilan puluh bahkan ada beberapa beast tingkat Seinaru yang memiliki kebugaran diatasnya seratus. Jika dia harus melawannya setidaknya dirinya harus menunggu Líng. Ardhius buru buru pergi melakikan diri, melihat Ardhius melakukan diri beast Yukimo melepaskan tembakan jaringnya dengan gesit tentu sana jika Ardhius terkena jaringnya maka dia tamat. Kini hanya beast Yukimo yang besar yang mengejarnya neninggalkan beast Yukimo yang lain. Ketika hendak terbang tiba tiba terdengar suara pekikan burung, yang membuatnya mengumpa. Dengan kebugaran lebih delapan puluh jika kedua beast adalah tingkat Seinaru dengan indeks kebugaran diatas seratus mereka tidak memiliki kemajuan yang absolut dan karna situasinya yang beresiko maka Ardhius menghindari serangan keduanya tanpa terluka. Jika ada yang melihat Ardhius saat ini tentu dia akan terkejut karna hanya seorang evoveled yang memiliki indeks kebugaran seratus yang dapat melakukannya. Ardhius menggunakan gerakan langkah aneh secara ekstrim, setiap gerakan belokan, jeda dan lompatan memiliki tujuan yang kuat. Sebuah seringai mumcul di sudut bibir Ardhius, nampak kesenangannya rasa percaya dirinya naik walaupun dirinya tidak dapat membunuh sebuah kesempatan berbahaya muncul beast Yukimo melepaskan jaring atau sutra namun ketika jarak tipis Ardhius salto kesamping untuk menghindarinya, jaring atau sutra beast Yukimo menegenai cakar burung. Burung itu dengan putus asa mengapakkan sayapnya sayangnya terlambat dan menubruk beast Yukimo karna kesalah pahaman dan rasa sakit yang di derita kedua beast keduanya tak mempedulikan Ardhius dan terus saling serang. Ardhius segera bersembunyi di sebuah bukit keci dan tak buru buru pergi dari tempat itu, ini adalah sebuah kesempatan dalam kesempitan
" Iya seperti itu terus saling bunuh dan aku akan menjadi hasilnya Dan mendapatkan poin evo tingkat Seinaru dengan gratis " guman Ardhius tersenyum licik
melihat begitu ganasnya keduanya saling serang dan lukai kedua beast itu memiliki tingkat indeks kebugaran lebih dari seratus, sesuatu yang tidak terduga terjadi tiba tiba burung itu meluncur ke jurang, karna terlalu banyaknya jaring sutra yang melilit beast Yukimo juga terbata. Hal ini membuat Ardhius bengong ketika sadar dia mulai mengutuk, bimbang karna dia tidak tahu kedua beast itu masih hidup atau mati dan dirinya yakin keduanya terluka parah akan sia sia jika dirinya tidak mengambil kesempatan ini. Ardhius menggertakkan gigi melompat turun dan memanggilnya sayap Thecikasi memasuki Kabul dingin. Ardhius terkejut padahal armor Dhimosukin telah tingkat Supa namun dirinya masih mengigil dingin tak lama kemuadian armornya mengeluarkan kabut hitam dan menyesuikan, rasa dingin itu menghilang. Kabut dingin itu semakin menipis dan memperlihatkan dadanya, kedua beast itu hampir mati karna tak jauh dari keduanya di sebuah kolam es nampak beast yang seperti gurita dengan tentakelnya yang berduri melilit kedua beast hanya masalah waktu sebelum kedua beast itu mati. Entah ini sebuah keberuntungan atau kesialan bagi Ardhius melihat tiga beast tingkat Seinaru di hari pertamanya berburu setelah menjadi seorang evoveled. Ardhius menatap beast Yukimo dan Cutori di lilit, jika dia memberikan serangan one hit kill dengan tepat ada kemungkinan dirinya mendapatkan soul beast tingkat Seinaru dan kini yang bisa dilakukannya hanya menunggu sebuah kesempatan. Setelah kesempatan itu muncul segera dengan pedang Dokuen Ardhius menyerang karna langkah anehnya telah berkembang dengan mudah Ardhius muncul di sebelah Cutori dan menusuk di lehernya tiga kali di tempat yang sama dengan kecepatan tinggi. Kembali menggunakan gerakan aneh untuk muncul di kepala beast Yukimo dan menusuk tepat di dahinya namun pedang itu tersangkut diputuskannya untuk merekan lebih keras. Salah satu tentakelnya menusuknya membuat Ardhius terbentur di dinding dua pemberitahuan muncul di benaknya menarik kedua mayat beas kedalam kolam es namun menghilang menjadi kepulan asap hitam. Beberapa tentakelnya menyerang Ardhius mencoba meremukkannya Ardhius mendapatkan panel yang besar selain mendapatkan daging dirinya juga mendapatkan soul beastnya dan segera melarikan diri. Ardhius tak menyangka kalah dirinya masih naif dia mengira dengan kebugarannya yang tinggi dapat mengatai beast tingkat Seinaru. Jika di Ryosusheruta pertama tentu dia akan membunuh keduanya dengan mudah, setelah jauh dari jangkauan tentakel Ardhius beristirahat melihat gurita yang meraung nampak kemarahannya. Ardhius memberinya jari tengah dan kemarahan bertambah ganas memercikkan air kolam es di keluarkannya panahan Chibikuyu dan anak panah yang baru di dapatnya. Ardhius terbang dengan sayap Thecikasi dan mendekati beast itu, mengetahui Ardhius mendatanginya beast yang mirio dengan gurita itu kegirangan dengan tentakelnya berusaha meraihnya. Ardhius terus terbang menghindarinya ketika sebuah kesempatan ada di lepaskannya anak panah melesat memotongnya salah satu tentakelnya membuat Ardhius senang melihat perubahan ini beast itu meraung dan menyelam kedalam meninggalkan Ardhius
__ADS_1
" Cih dia masuk kedalam sayang sekali " katanya dan turun
Ardhius melihat semua soul beast yang dimilikinya dan akhirnya menatap armor Dhimosukin, walaupun sudah tingkat Supa itu hampir hancur karna serangan dari tentakel.Kini dirinya tahu tingkat Supa di Ryosusheruta pertama terkadang tidak dapat membantunya ketika dirinya menyerang beast tingkat Seinaru seperti hanya tadi di hadapan tentakel tentakel itu armor miliknya hampir hancur, ditingkatkannya soul beast armor miliknya dan perubahan nampak di fisik armor lebih hitam legam nampak seperti kegelapan itu sendiri. Sementara itu atas permintaan Ardhius Yieli membawa daging beast Yorjio mengamuk ke gua es membuat orang orang disana terkejut syok, seseorang evolved yang baru sana memasuki Ryosusheruta kedua mampu membunuh beast Yorjio mengamuk walau hanya tingkat Tai. Karna mereka tidak dapat melakukannya Tanpa orang lain namun Ardhius bisa, walau demikian ada juga yang mencibir beralasan beruntung Yieli tidak mengatajan apapun untuk membalas mereka karna diatahu jika dirinya mengatakan sejujurnya bahwa Ardhius membunuhnya dengan satu pukulan mereka pun tidak percaya. Sebenarnya tidak akan ada yang percaya jika seseorang evolved dapat membunuh beast mengamuk dengan satu pukulan, dia pun takkan percaya jika tidak melihatnya sendiri. Ketika mereka sedang asyik membicarakan Ardhius dan beast Yorjio tiba tiba terdengar suara keras
" Apakah beast itu menemukan tempat ini dan melakukan penyerangan? "
" habislah kita "
beberapa dari mereka sudah mendekati alat teleport, Yieli tahu jika itu adalah Ardhius dan dia melangkah keluar untuk melihat. Hal ini membuat yang lain bertanya tanya apa yang dilakukannya dan karna mereka juga penasaran beberapa dari mereka mengikuti. Ketika mereka keluar dari gua es mereka syok terkejut dengan rahang menganga
" Ardhius...semua...mayat beast...itu milikmu ?? tanya Syuyue terbata bata
Selama banyak dari mereka telah disini selama satu dekade tetapi tidak satupun dari mereka melihat hal di depan mereka. Banyak diantara beast yang mati tingkat Chu, mereka beranggapan jika ini adalah mimpi bukan sesuatu yang nyata karna mereka tahu betapa sulitnya membunuh beast di Ryosusheruta kedua bagaimana bisa ada mayat beast dalam jumlah yang besar
__ADS_1
" iya mereka milikku..." jawab Ardhius
" Ardhius tentu kamu tak dapat menghabiskan semuanya. Aku akan membelinya "
" tentu saja, namun aku memiliki beberapa syarat pertama aku menjualnya pada orang dalam jika orang lain ingin membeli maka dia harus membayar dengan harga dua kali lipat tidak hanya menjualnya dengan uang juga dengan lisensi Sheyden "
" Apa maksudmu ?"
" Aku akan membentuk kelompok atau guild kebutuhan mereka akan daging akan di penuhi dengan poin kontribusi dan memiliki berbagai manfaat yang lain "
" Jika orang luar setidaknya tiga atau empat lisensi Sheyden " lanjutnya
karna dia ingin membuat kelompok maka dirinya membutuhkan keduanya untuk memenuhi kebutuhan anggotanya selain ituada tujuan yang tersembunyi yang belum di beritahukannya. Ketika dirinya menguasai Sheiruqi tentu dirinya membutuhkan tenaga untuk mengelolanya. Ardhius pun menyerahkan hasil buruannya pada Yeili yang nantinya mereka akan menyerang Sheiruqi.
__ADS_1