
Selama beberapa hari pelatih dari Eagle Society Warframe datang ke Warframe Society untuk merekrut Ardhius, Eagle Society Warframe dan Martial art Society adalah dua mata kuliah yang paling populer. Dua kuliah ini menghasilkan siswa siswa yang berbakat sekitar tujuh puluh persen dan keduanya tidak pernah mengadakan perekrutan karna biasanya siswa akan bergabung tanpa mengadakan perekrutan. Namun dengan sopan Ardhius berulang kali menolaknya walaupun dengan berbagai hal yang ditawarkan yang menyebabkan pelatih Eagle Society Warframe kesal dirinya belum pernah di tolah oleh seorang siswa padahal dia sudah merendahkan diri beberapa hari ini untuk menariknya dan membuat tawaran khusus untuknya.
" Pelatih Jiao Dehaei memberikan tawaran khusus untukmu namuna kamj menolak, apakah kamu tidak tahu apa peringkat akhir yang lebih tinggi? " kata Fatty
" Jika memang aku menginginkan poin tambahan itu saya tidak akan bergabung dengan Warframe Society " jawab Ardhius mengangkat bahu tak peduli
Ardhius memiliki tujuan tersendiri yaitu menyempurnakan semua poin evo miliknya dan menyelesaikan dendamnya jika menjadi seorang evolver tingkat Seinaru tentu lebih berharga dibandingkan dengan martial art level S
" bukankah aku sudah mengatakannya dengan adikku disini Piala Sukeru akan menjadi milik Warframe Society "
" kamu benar, kalau pun tidak Warframe Society akan memenangkan tempat ke tiga. "
Corinna memandang Fatty dengan marah, " apa maksudmu tentu saja juara 1 "
Fatty hanya diam pergi, Ardhius juga diam. Sebenarnya dirinya tidak tertarik namun karna Corinna telah bicara maka dia akan ikut selain itu sesuai kata Corinna memenangkan Piala Sujeru mudah baginya. Di mesin holografik Ardhius menemukan sebuah permainan Tonikame sebuah permaninan yang mirip dengan Hokutakuro tetapi bintik bintik yang disentuh dapat muncul dimana mana.Permainan ini menuntut akurasi dan ketangkasan cocok dengan Beinsshu. Permainan ini terbagi menjadi level pemula, evolver, melampui dan setengah dewa. Ternyata memang berguna untuk melatih Beinsshu matanya semakin bersinar senang tiba tiba terdengar suara di perutnya yang menandaka dirinya lapar dan segera menuju kafetaria ketika hendak menikmati seseorang pemuda tanpa mengganggunya di depannya seorang gadis duduk dengan mata memohon. Sebenarnya dirinya tak mempedulikannya namun melihat sorot matanya mengingatkannya akan adiknya
" Apa kau yakin Silvana pria seperti ini yang kau pilih, sampah kau cukup menunjukkan di mana spitball berada "
" aku seorang dari presiden Tonikame... "
segera cup itu terus berpindah dengan cup yang lain di meja
" cukup tidak ada dimanapun. " kata Ardhius acuh tak acuh
gadis itu bersorak seolah olah Ardhius telah memenangkannya, entah mengapa tba tiba wajahnya memerah dengan segera dia menunduk. Pria itu terkejut pergi dengan marah. Dia tak menyangka pemuda di depannya melihat triknya biasanya dirinya dapat menipu lawannya dengan trik ini dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Ardhius diam melihat ke arah lain dan mulai menikmati apa yang di pesannya
" terima kasih"
" ternyata benar kamu orang yang baik Ardhius " lanjutnya pergi
Ardhius diam melihat kepergiannya, tak banyak teman perempuan yang di kenalnya dan dia tak tahu siapa gadis itu. Dia hanya diam mengggeleng pelan, dan kembali menikmati makanan yang di pesannya.Sementara itu seirang gadis berrambut panjang tersenyum menyentuh dadanya napasnya naik turun diam diam seorang gadis di belakangnya mengejutkannya
__ADS_1
" Ada apa Silvana ?"
gadis itu mengggeleng pelan," tidak ada " jawabnya singkat
Jika Ardhius disini dia akan mengenali siapa gadis yang baru datang, dia adalah Meizi ternyata gadis itu temannya Meizi. Sejak Silvana mendengar cerita tentang seorang pemuda di kelas sahabat sekaligus teman sekamar dirinya penasaran. Setelah bertemu untuk pertama kalinya dirinya semakin penasaran,
" oya Silvana Bisakah kamu menemani besom kamu akan melakikan perburuan berwana "
" apakah tidak masalah orang luar bergabung "
" tentu saja, kebetulan Ardhius akan ikut "
" benarkah? baiklah aku akan bergabung "
Meizi yang nelihat sahabatnya hanya menggelengkan pelan sambil mendesah. Meizi tahi Jika sahabat sedang jatuh hati, yang dia tak mengerti Jika dia menyukainya tak langsung mengatakannya
" Silvana tunggu " teriak Meizi
" menurut data yang ada kulit cangkangnya keras, seperti biasa siapapun yang mendapatkan soul beastnya dapat menyimpannya " Kata Meizi tersenyum
" yang jadi masalah bagaimana kita melakukan penyerangan, beast tHesutori mereka beast Kelimpok. "
" melihat tingginya sarang tentu mereka memiliki jumlah yang banyak ratusan atau ribuan "
" itu bukan kunci sesuatu yang besar..." Kata seorang pemuda yang kurus
" Kakak Ardhius ini ank panah yang kamu inginkan " kata Corinna
Sebenarnya Ardhius memiliki soul beast tioe senjata berupa anak panah, namun untuk menutupi keberadaannya dia meminta Corinna untuk mencarikan anak panah Ch-metal Bemura, sehingga dirinya tidak harus khawatir kehabisan anak panah karna anak panah yang digunakan dapat mencul kembali ke tangan penggunanya namin haha peribijinya sangat mahal, Satu diamon.
" Ardhius jangan memalukan jaraknya masih..."
__ADS_1
kata katanya terhenti melihat anak panah melesat
" Apakah kamu mengatan sesuatu " tanya Ardhius pada laki laki di sebelahnya
" Luo Neiyi jaraknya segini bukan masalah bag Kakak, jaraknya terjauhnya adalah dia ribu "
" kamu belum melihat bagaimana dia dapat menembak beast di belakang pohon tanpa merusak pohonnya "
" itu mustahil dasar gadis suka membual " kata Luo Neiyi
beast tHesutori keluar dari sarangnya yang hancur namin ketika mendapati tidak ada selain dari jenis mereka kembali pada kesibukannya. Dalam waktu tiga jam akhirnya mereka selesai dan mulai membagi hasil buruan. Langit malam terang disinari permata yang berserakan disinari oleh mata malam di sebuah tenda Ardhius memberikan daging tingkat Seinaru pada Xialang tiba tiba terdengar suara seorang gadis di luar dan Ardhius memperisilahkan untuk masuk
" Ardhius untuk kemarin aku berterima kasih, dengan bantuanmu dia tak lagi mengganggu ku. "
" itu bukan sesuatu yang besar, ternyata kamu sahabat Meizi Silvana "
dia hanya diam tersenyum, " apakah kamu akan mengikuti Piala Sujeru..."
" iya.."
" aku akan bersorak untukmu Ardhius " kata Silvana lari keluar
Ardhius diam melihat tingkahnya
" nampaknya dia menyukaimu Ardhius. "
Ardhius yang sedang minum tersedak melihat gadis di depannya
" itu bukan sebuah lelucon yang lucu. " kata Ardhius serius
" mungkin kau benar Ardhius, sebaiknya kita istirahat karna harus kembali ke akademi. "
__ADS_1
" Meizi selamat malam " kata Ardhius