
Pagi itu Ardhius pergi ke perbatasan sebuah perbatasan yang belum di petakan hingga saat ini kedatangannya karna permintaan seseorang beberapa minggu yang lalu. Entah mengapa dirinya mau datang bahkan dia tidak mengenal orang yang memintanya karna dia juga Ardhius menyegerakan untuk menjadi seorang evoveled. Karna daerah yang di tanginya adalah sebuah tempat yang berbahaya beberapa orang ada disana, segera Ardhius dihampir lebih tepatnya di kepung. Ketika akan menjelaskan tiba tiba salah satu dari mereka menyerang sebuah pukulan mengenainya di perut membuatnya terduduk memegangi perutnya dan di lanjutkan sebuah tendangan namun hanya mengenai udara kosong. Sebuah kepala menggelinding kearah salah satu dari mereka, dan Ardhiuslah yang melakukan penyerangan nampak wajahnya datar dan dingin. Tiba tiba terdengar teriakan dan semuanya melihat asal suara, Arshius yang mengenali pemilik suara tubuhnya sedikit gemetar. Sosok itu langsung berlari melompat ke arah Ardhius, memeluknya dengan erat Ardhius membalas dengan mengusap lembut rambutnya. Tanpa menghiraukan yang lain keduanya pergi membuat orang yang di sekitarnya memiliki perasaan campur aduk, keduanya mengobrol. Sosok itu adalah Silvana dan kini dia duduk di pangkuannya nampak wajahnya memerah namun Ardhius tak mempedulikannya. Tempat yang mereka datangi adalah reruntuhan SHōekisōchi menjadi salah satu penghuni selain ˈäso͝orə memiliki tekhnologi yang maju bahan lebih maju dibandingkan dengan manusia ketika masa jayanya. Kedatangan mereka adalah mencari Grandanit kristal dan karna koleksi yang di miliki oleh Silvana Ardhius dapat bergabung
" semuanya bersiap untuk pertempuran " teriak salah seorang
nampak dihadapan mereka sesuatu melayah dan bersinar kemerah merahan. Cahya merah menghancurkan apapun yang disinarinya , sesekali terdengar darinya " penyusup...hancurkan...musnahkan penyusup...ada penyusup lakukan serangan balasan "
prajurit mulai melakukan serangan, benda asing itu berhasil mereka tekan dan sebagian dari prajurit masuk, Ardhius dan Silvana masih di belakang. Ketika Silvana mencoba menanyakan situasinya dia tak dapat menghubungi mereka membuat dirinya sedikit cemas biar bagaimana pun dia yang bertanggung jawab jika tidak mengetahui apa yang terjadi itu akan menjadi alasan orang orang itu untuk menekannya, karna sebagai seorang evoveled baru dirinya sudah menjadi seorang kapten yang membuat orang orang iri dan marah. Dia memutuskan untuk masuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan segera masuk. Disana tidak ada bekas pertempuran atau kematian, membuat dirinya sedikit lega setidaknya prajurit prajurit itu masih hidup. Bang!!
" apa itu " kata Ardhius dengan nada tanya
" itu juga salah satu keamanan yang di miliki Grydinirt nampaknya ada yang mengaktifkannya " kata Silvana
karna misi ini mengaruskan Silvana untuk banyak mempelajari reruntuhan SHōekisōchi. Benda itu memaksa mereka untuk terus masuk kedalam hingga menemukan sebuah ruangan lingkaran yang memiliki banyak jalan. Dari luar nampak sama tidak ada perbedaan dengan yang lainnya Grydinirt semakin mendekat. Mereka pun memasuki salah satu darinya dan menemukan salah satu dari mereka
" Apa yang kamu lakukan Luxiyin? "
katanya membuat yang lain melihatnya, sesuatu terjadi seperti dirinya orang yang bersua di punggungnya ada sesuatu dan ketika yang lainnya akan menembak keduanya keluar tentakel dari belakangnya membentuk kepompong semua tembakan laser sia sia
" tidaaak... " teriak seseorang
dengan sebuah pedang Ardhius memotong tentakel yang mencoba meraih orang itu, walaupun dia tak mengenal mereka namun rasa sakit akan orang orang itu membuatnya sedih
" keluarkan soul beast kalian " teriaknya
mereka tidak tahu beberapa sosok mengamati pertempuran itu dan ketika mereka terdesak sebuah senyum merekah di bibir mereka nampaknya mereka senang jika kelompok Silvana mati dengan mengenaskan, namun apa yang mereka harapkan tidak terjadi mereka memutuskan pergi dari sana
" bukankah sudah ku katakan kita lebih baik menyingkirkan wanita j***** itu "
" aku kira Qiecechu dapay membunuh mereka, sial "
__ADS_1
" tapi tak masalah toh ini yang terakhir selanjutnya pasti bisa, jika perlu aki sendiri. yang akan turun tangan "
" bagus jika kamu mengerti "
orang itu hanya diam mendengus pergi
" apa itu sebenarnya Silvana "
" entahlah, kita juga banyak kehilangan anggota dan tidak bisa mundur "
melihat kekasihnya bersedih ingin sekali dia memeluknya menenangkannya, namun karna ada orang lain diurungkannya. Mereka melihat sekelilingnya nampak ruangan seperti altar disana berdiri beberapa patung dengan berbagai ukuran. memiliki yang indah. dan yang terbesar seperti melihat ke arah mereka ditengah ada bebagai symbol memutar ketika salah seorang tanpa sengaja menginjak symbol itu besinar cerah yang lain juga mengikutinya hanya Ardhius dan Silvana yang tidak mereka mendatangi salah satu patung. Silvana yang tahu tempat apa itudia menyuruh memutar patung hingga menghadap ke patung yang besar. Ruangan itu bergemuruh prajurit yang berdiri di symbol di teleport secara paksa. Silvana tidak khawatir tenteng mereka keduanya berjalan menuju lorong yang di bawah patung basar, namun seseorang memanggil
" Kapten nengapa kamu di sini? "
" Profesor apa yang kamu temukan " tanya Silvana tak mempedulikan Houli
" Kami menemukan pintu masuk reruntuhan dan menemukan bahwa ini adalah royalti reruntuhan SHōekisōchi. Namun kami tidak dapat melakukan pemberitahuan dan di serang " jawabnya mendesah
mereka pun turun ke lorong di depannya ada gerbang hitam dan ada pola, pola itu adalah bahasa yang digunakan oleh ras SHōekisōchi yang di panggil profesor segera berlari kedepan dari sana di ketahui asa usul ras SHōekisōchi dan apa yang disimpan namun profesor hanya mengatakan asal usulnya saja. Tanpa sepengetahuan yang lain Houli menatap ke profesor yang tahu maksudnya dia mengangguk.
" lalu apakah ada cara untuk keluar prof. Lin Yintan "
dia hanya menggeleng pelan, dan menyuruh para peneliti mengeluarkan alat, memasukkan Gryndinirt yang ada dilubang. Karna kecerobohannya salah satu peneliti mati ketika dirinya menabrak sebuah tirai cahya, hanya orang orang tertentu yang dapat memasuki. Orang itu tadinya ingin mendorong Ardhius agar masuk untuk mencelakainya dan orang segera mengeluarkan senjatanya mengarahkanke keduanya, Ardhius dan Silvana
" Houli kau seorang prajurit Aliansi apa kamu tidak takut akan konsekuensinya? "
Dia mencibir, " hukum militer ?"
" tidak ada konsekuensi menurutmu memang kami bodoh tentu saja setelah ini kami tidak akan kembali "
__ADS_1
" Ternyata benar benar ada setelah melewati ada harta karun hanya mereka yang.. "
" Cukup " kata prof. Lin Yintan dengan nada tinggi
Ardhius yang sejak awal hanya diam tiba tiba menghilang muncul di salah satu peneliti menempelkan pedang Dokuen mengancam namun bukannya berhenti Houli membelah peneliti dengan pedang yang dapat berubah seperti cambuk. Keduanya pun bertempur dan sedikit mengenai dahinya
" kamu mati "kata Houli dingin dan segera menghilang di hadapan Ardhius
karna cepatnya mereka hanua melihat sekelebat bayangan Prof. Lin Yintan dan yang lain terkejut melihatnya, Ardhius dapat bertempur dengan Houli tanpa kerugian. Padahal Houli seorang evoveled dengan indeks kebugaran lebih dari seratus. Ardhius tiba tiba muncul di sebelah Silvana dan keluar
" Houli kita masuk biarkan mereka yang menunggu disini dan segera mencarinya "
orang itu diam dan masuk kedalam setelah setengah jam kepergian mereka Ardhius dan Silvana kembali membuat mereka oingsan dengan memukul tengkuk mereka. Dibangunkannya salah seorang dari mereka untuk mengorek informasi namun sia sia dia memilih bunuh diri begitu juga yang lain membuat Silvana penasaran kalau pun mereka tertangkap paling hanya di penjara tidak sampai mendapatkan hukuman mati namun mereka memilih mati. Keduanya memikirkan apa yang sebenarnya mereka inginjan dari tempat ini dan memeriksa di kantong atau barang bawaan mereka. Kebanyakan hanya peralatan untuk menggali dan Ardhius sedikit tertarik dengan kartu pas yang di miliki oleh semuanya walau memiliki warna yang berbeda. Mungkin ini adalah kartu akses ke tempat tempat tertentu yang membuatnya tertarik adalah karna ada symbol yang sama dengan liontin yang di kenakannya. Sebenarnya dirinya ingin menyimpannya namun karna mudah di lacak maka dia mengembalikannya dan memutuskan untuk masuk ke inti hanya dengan begitu dirinya tahu apa yang di inginkan oleh mereka yang jadi masalah adalah gadis di depannya
" kamu tidak boleh masuk kesana itu berbahaya " kata Silvana mengerti apa yang akan dilakukan kekasihnya itu
" Sebenarnya aku juga tidak ingin namun aku harus melakukannya "
" itu karna kamu, tentu kamu akan di Mintai keterangan menegenai apa yang terjadi di sini."
" tidak...jika kamu pergi maka aku juga " katanya tegas
Keduanya pun pergi Ardhius berharap Silvana juga dapat masuk, benar keduanya masuk liontin yang di kenakannya membenturkan kepompong menyelimuti keduanya nampak sebuah koridor dengan banyak kamar di sisinya keduanya melihat beberapa kamar telah di buka yang kemungkinan telah di buka oleh Prof. Lin Yintan dan Houli. Ardhius membuat salah satu dari pintu yang tertutup setelah memanggilnya armor Dhimosukin. Jika terjadi serangan setidaknya dirinya masih bertahan dan menemukan banyak Gryndinirt.
" Kita membaginya masing masing setengah "
Silvana hanya diam diam mengangguk membiarkan Silvana untuk menyerapnya untuk menambah fungsi otaknya walaupun memiliki efel baik di awal Dan semakin memenagkan namun aebagian kecil peningkatan itu permanen menjadikan otak berkembang lebih baik. Tidak jauh dari Ardhius nampak pintu berbentuk segitiga di tengah ruangan satu satunya jalan selain dari asap mereka masuk hanya ada di depannya sebuah terowongan yang panjangnya delapan kaki dan mulai berjalan masuk.
" Silvana apakah kamu tahu apa gunanya bola bola ini " tanyanya setelah tahu Silvana di sebelahnya
__ADS_1
" Dalam material yang saya pelajari tidak disebutkan tentang tempat tempat seperti itu namun banyak misteri yang belum terpecahkan dalam peradaban reruntuhan SHōekisōchi "
keduanya melanjutkan perjalanan setelah mengetahui ketiga raungan bola itu losing dan menemukan raungan yang normal, di dinding ruangan ada lemari terbuat dari kristal hitam setidaknya ada ratusan loker yang ternyata isinya mengejutkan keduanya, disana ada benda benda yang menyerang mereka namun belum aktif jika ini sampai di luar maka akan menggemparkan. Dengan benda benda ini mudah bagi manusia untuk menguasai Sheiruqi dan mengalahkan ˈÄso͝orə.