Darkness Angel

Darkness Angel
bab 3


__ADS_3

Ardhius melihat sesuatu tak jauh darinya berwarna hijau panjang satu kaki sedang menempati dirumput seperti daunjika Ardhius tidak melihatnya dengan teliti tentu dirinya akan mengira itu bagian dari rumput, bukan beast Haibata yang dapat membelah tengkotak manusia dengan satu pukulan sepasamg kaki depannya yang bergerigi bhakan lebih panjang dari tubuhnya warnanya hijau kekuningan menjadikan dirinya dapat berkamuflase dengan rumput. Ardhius beruntung dapat menemukannya lebih dahulu sebelum beast Haibata melihatnya, dengan diam diam Ardhius mendekati menghitung jarak terdekat sebelum beast Haibata memperhatikan dirinya. Di genggamnnya dengan erat Belatinya keluar dari persembunyian dan melancarkan serangan memotong di pinggangnya dengan serangan yang cepat dan kejam, akan tetapi Ardhius meremehkan akan kecepatan dan tanggapan dari beast Haibata. Beast itu memperhatikan Ardhius ketika dirinya keluar dari persembunyiannya dan beast Haibata terbang naik keudara, segera meluncur dengan melebarkan sayapnya kearaj Ardhius dengan cepat bahkan kaki depannya sudah bersiap siap untuk memotong kepala Ardhius, sebelum dirinya dapat bereaksi. Sebuah benturan logam terdengar membuat Ardhius tidak nyaman seolah olah kepalanya terlempari batu, bahkan tidak ada goresan pada soul beast armor tingkat Seinaru. Segera Ardhius tersadar mengambil kesempatan berputar menyerang sayapnya sebuah teriakan aneh terdengar dan Ardhius terkena sabetan di dadanya " bang " dadanya


" sialan ternyata tidak apa apa " kata Ardhius melihat armor yang dipakainya bahkan tidak meninggalkan goresan sedikitpun


Ardhius semakin berani dan bersemangat dalam melancarkan serangan demi serangan tak lama kemudian beast Haibata berhenti bergerak mati


[ membunuh beast Haibata tingkat Chu tidak memperoleh soul beast makan daging Haibata untuk mendapatkan poin evo Chu secara acak dari 1 hingga 10 ]


Di putuskannya untuk menyimpan kedalam system yang tak lama diketahui oleh Ardhius, dia masuk ke lembah Sere dan memperingatkan beberapa beast Haibata, tanpa jeda beast segera menyerang Ardhius tetapi mereka tidak dapat melukainya sama sekali dan Ardhius mengambil kesempatan dengan sekali serang


[ membunuh beast Haibata tingkat Chu tidak memperoleh soul beast makan daging Haibata untuk mendapatkan poin evo Chu secara acak dari 1 hingga 10 ]


[ .... ]


suara itu terus terdengar menambah semangatnya, di perjalanannya terus melakukan pembunuhan hinggah tak terasa sudah 25 beast Haibata tingkat Chu


Sementara itu seseorang datang ke lembah Sere, dirinya meratapi nasibnya dia adalah Meima Leafrost agar mendapatkan gelar bangsawan seperti orang tuanya dirinya harus mengikuti Xin Cun untuk memaksimalkan poin evo tingkat Chu dan menjadi evolver dengan mendapatkan gelar akan mempengaruhi status sosial, sekarang di Aliansi sudah gila hormat bahkan orang orang kalangan atas akan memilih yang sederajat dalam bergaul dan berbisnis. Gelar gelar seperti bangsawan Seinaru berada di luar impian Meima Leafrost, yang diinginkannya adalah memaksimalkan poin evo Chu dan menyelesaikan evolver. Namun untuk mendapatkan 100 poin evo Chu madih terlalu sulit baginya


Sekarang dirinya menjalankan tugas dari Xin Cun menjelajah ke tempat tempat yang jarang dikunjungi manusia untuk mencari beast tingkat Seinaru mengumpulkan informasi yang nantinya akan membentuk tim. Anggota tim akan mendapatkan daging beast tingkat Ko sebagai imbalannya, setelah memasuki lembah Sere dirinya merasakan sesuatu yang aneh. Dirinya tidak bertemu dengan beast Haibata tingkat Chu, bahkan tidak satupun yang dilihatnya beberaoa jejak berantakan di tanah yang nampaknya bekas pertempuran. dilihatnya noda darah di rumput dirinya berhenti mendapati sesuatu yang membuat dirinya terkejut


" Saudaraku kau membunuh semua beast Haibata ini?"

__ADS_1


beast Haibata masih bedarah jadi belum lama beast itu mati, dirinya tidak percaya bila ada yang membunuh beast Haibata sesingkat itu, walaupun beast Haibata tingkat Chu beast memiliki kaki depan bergerigi tajam yang dapat membelah tengkorak manusia bahkan mereka yang mencapai gen evo tingkat Chu tidak berani memprofokasi. Lagi pula banyak titik lemah pada tubuh manusia dan tidak ada yang mau mengambil resiko kehilangan nyawa atau terluka parah akibat serangan beast Haibata namun kenyataannya ada di depannya. Ardhius memandanginya


" mau berapa?, 5 perak perbeast "


sebenarnya mudah bagi Ardhius untuk menyimpan semuanya namun dengan adanya orang lain di sekitarnya tak mungkin Ardhius menyimpannya dalam system. Entah apa yang akan terjadi jika beberapa mayat beast Haibata menghilang tiba tiba.


" kau yakin?? " tanya Meima Leafrost


meskipun banyak orang yang membunuh beast tingkat Chu pasokan sedikit bahkan tak banyak yang memakan daging beast Haibata. Ardhius mengangguk


" semuanya" jawab Meima Leafrost singkat


walaupun dirinya tidak dapt memperoleh banyak poin evo tingkat Chu tentu banyak yang mau membelinya harga di pasaran lebih tinggi di bandingkan harga yang di tawarkan Ardhius yang dapat menghasilkan harga yang berlipat lipat, beast tingkat Chu seperti Haibata memiliki daya tarik tersendiri.


bagi Meima Leafrost bukan hal yang sulit mengeluarkan uang sebesar itu, orang di depannya yang dapat melakukan pembantai terhadap beast Haibata sangat mungkin juga jika dirinya dapat membunuh beast tingkat Ko, jika dapat membeli darinya walaupun beberapa puluh gold tak masalah


" ternyata kamu orang yang kaya " kata Ardhius sambil menerima uangnya


" sebenarnya hanya uang yang aku miliki "


" jika kamu memiliki daging beast tingkat Ko aku akan membelinya, mengenai harga tak masalah " lanjut Meima Leafrost samvil tersenyum

__ADS_1


" Bagus, hebat. Siapa nama dan alamatmu? aku akan datang dan menemukanmu jika aku memilikinya"


Ardhius menghargai kemurahan hatinya dan berharap dia menjadi pembeli yang ideal untuk beast tingkat Ko yang akan segera dimilikinya dengan bantuan black metal. Menurutnya black metal harus menjadi rahasianya, menjual beast itu kepada satu orang lebih menjaminnya dari pada ke pasar yang banyak orang dan Ardhius tidak perlu khawatir mengenai harga karna Meima Leafrost kaya


" saudara namaku Meima Leafrost nomor kamarku di Shelter Black Steel adalah 1040 "


" Shine, aku akan mendatangimu ketika memilikinya dan kamu hanya perlu menyiapkan uangnya "


Ardhius memasukkan uang ke sakunya sebenarnya uang itu masuk ke system pergi dari lembah Sere setelah menjabat tangannya


" bagaimana aku dapat membawanya"


Meima Leafrost berpikir sejenak dan menghubungi beberapa temannya menyuruh datang dengan beberapa tas


" Meima Leafrost benarkah orang itu membunuh semua beast Haibata itu " kata teman Meima Leafrost membelalakkan matanya terkejut melihat tumpukan beast Haibata


" Menurutku sekelompok orang membunuhnya dan salah satu dari mereka di tinggalkan untuk berurusan dengan mayat beast Haibata. Aku tak oercaya satu orang membunuh beast Haibata itu sendirian, dia pi asti menyombongkan dirinya " timpal temannya yang lain


" Tentu saja dia melakukannya walaupun aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, selain itu tidak ada orang lain di sekitar lembah Sere selain dirinya ketika beast Haibata mati "


" dia benar benar membual dan sombong"

__ADS_1


tak satupun dari teman Meima Leafrost mempercayai jika Ardhius membunuh beast Haibata sendirian


__ADS_2