Darkness Angel

Darkness Angel
Bab 22


__ADS_3

Saat Ardhius keluar dari Shelter Hagyanero seseorang memanggilnya, karna pertandingan yang diikutinya Ardhius kembali terkenal. Seorang pemuda dengan rambut sinkat ekor kuda menghampirinya dia adalah Jiechanfeng karna keduanya memiliki janji untuk bertemu Dan segera menuju Mayukiya Setelah beberapa jam keduanya pergi dari Shelter Hagyanero namoak ebuah Gunung yang menghilang tinggi yang puncaknya tertutupi salju. Ketika sampai keduanya mulai memanjat, do finding gunung berwana hitam dan memiliki lubang yang banyak yang membuat penderita trypobia tidak nyaman. Dari lubang itu keluar lipan yang sebesar lengan dengan panjang enam kaki tampar jelek merayap di dinding gunung. Meskipun mereka tampak seperti lipan namun kepalanya berbentuk segitiga dengan sisi lancip ke bawah, di tiap tiap ruas tubuhnya tersadat tulang merah. Beberapa lubang di gunung itu memiliki diameter tiga laki, Ardhius melihat dari lubang itu Jyuriman merayap keluar darinya sebagain dari tubuhnya masih di dalam lubang, entah seberapa besar


" Ardhius Raja Jyuriman sangat menyeramkan, aku satanism untuk berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu " bisik Jiechanfeng


itu terlihat cukup kuat, mungkinkah mahkluk Supa Ardhius merenung dan mengeluarkan panahan Chibikuyu mencoba untuk menembaknya,


" karna aku sudah di sini maka aku akan menembaknya " kata Ardhius


" tubuh bertulang mereka sesuat logam. Sulit bagi seseorang melukai dengan soul beast tipe senjata pada tingkat yang sama. Bahkan jika panahannya di tingkat Seinaru jaraknya terlalu jauh untuk melukai raja Jyuriman yang nantinya akan membuat yang lain berdatangan. Kamu bisa pergi dengan tungganmu namun aku pasti mati " jelasnya


" Kamu benar, oleh karna itu sebaiknyabaku kamu pergi dahulu dan aku akan segera menyusul setelah membunuh mereka. "


Jiechanfeng melihat Ardhius dengan heran, ia tidak tahu jika tunggangan Ardhius adalah tingkat Supa sehinggga memiliki kecepatan, Ardhius menolak bantuan darinya


" Jika tidak pergi sekarang aku akan menembaknya " kata Ardhius melihat Jiechanfeng diam saja

__ADS_1


Ardhius mulai mengarahkan panahan Chibikuyu kearah Jyuriman yang biasanya beast tingkat Seinaru akan memimpin beast dua puluh tingkat Ko dan ribuan tingkat Tai jadi seberapa bagus seorang pejuang ketika mengahadapi Kelimpok besar beast akan kesulitan, namun Ardhius tidak mempedulikan hal itu. Anak panah melesat


" ciaakkk, " Jyuriman mencicit, suaranya yang keras membelalakkan telinga


mendengar teriakkan dari pemimpinnya segera Jyuriman keluar dari sarangnya, bukannya takut Ardhius malah gemetar kegirangan. karna anak panahnya tidak dapat melukainya maka itu bukan beast tingkat Seinaru melainkan tingkat Supa. Dengan segera gerombolan Jyuriman datang ke atas Ardhius dengan segera dirinya memanggil tunggannya Jinokuma dengan bantuanmu Ardhius dapat melawan dengan cepat jumlah beast berkurang di bawah kuku Jinokuma. Tak perlu bagi Ardhius untuk menyerang, Ardhius mulai memanggangnya Dhimosukin dan mulai terbang dengan sayap Thecikasi. Dikeluarkannya pedang hands milikinya Dan mulai me membantu Jinokuma dalam penyerangan dan berhasil melukai dengan parah dan mendapatkan dengan kecepatang tinggi memotong kepalan segitinya menjadi empat bagian


[ membunuh Jyuriman tingkat Supa mendapatkan soul beast tioe senjata tingkat Supa Dokuen, memakan daging Jyuriman untuk mendapatkan poin evo tingkat Supa dari 1 hingga 10 ]


[ terdapat mayat Jyuriman apakah host ibgin menggunakan kemampuan dari Dhimosukin Qyushuru ? Y/T ]


Nama : Ardhius L Nose


Status : Tidak ada


Poin evo yang di butuhkan : 200

__ADS_1


Soul beast yang di peroleh : Soul beast Tingkat Supa tipe armor Dhimosukin, Soul beast Tingkat Supa tipe senjata panahan Chibikuyu, Soul beast Tingkat Supa tipe tunggangan Jinokuma Soul beast Tingkat Supa tipe senjata senjata pedang Dokuen, Soul beast Tingkat Seiner tipe terbang sayap Thecikasi


Poin evo yang diperoleh : Poin evoTingkat Tai 174, Poin evo Tingkat Chu 151, Poin evo Tingkat Ko 140, Poin evo Tingkat Seinaru 120 Poin evo Tingkat Supa 100, Poin evo Tingkat Shinkina 1


Ardhius memasuki gua yang tak jauh darinya, sementara itu Jiechanfeng yang penasaran karna sudah tak mendengar suara pertempuran kembali datang dandirinya terkejut melihat mayat Jyuriman tergeletak begitu saja maka diputuskannya untuk memotongnya daging untuk dikonsumsinya yang menurutnya Ardhius tak lagi membutuhkan daging itu. Segera mengikuti Ardhius yang sudah berjalan jauh.


Setelah tiga empat jam Ardhius tiba di sebuah raungan yang cukup besar yang berbentuk seperti silinder, gua itu nampak seperti raungan di gereja. Langiy langitnya tingginya setengah mil dindingnya terdapat lubang yang berbeda ukuran. Dengan bantuan dari obor untuk penerangannya Ardhius melihat lihat di dalam gua Dan menemukan seorang yang menurutnya seorang wanita


" kenapa tidak ada manusia?? " katanya melihat sekelilingnya


Ardhius diam bingung mendengar apa yang di katakannya, seolah olah wanita itu bukan manusia. Ardhius tidak pernah mendengar makhluk yang mirip dengan manusia Dan dapat berbicara, Ardhius diam mengamati dirinya kembali terkejut melihat pemandangan di depannya.Disana tergeletak Beberapa baring seperti tenda mangkok wajan, dirinya sedang memasak dan tercium dari aromanya yang membuat ngiler. Ketika daging yang dimasaknya sudah matang dia melepaskannya tudungnya dan bangkit bermaksud untuk mengisi mangkoknya Akhirnya Ardhius dapat melihat wajahnya


" ˈäso͝orə "


Mereka adalah makhluk seperti manusia dan yang membedakannya ˈäso͝orə memiliki tanduk laki laki satu wanita dia yang membuat Ardhius tak mengerti seorang ˈäso͝orə tidak dapat memasuki Ryosusheruta ( Tempat Perlindungan Dewa) walaupun dengan teleport yang mereka miliki bahkan ˈäso͝orə tidak ajan memiliji ruang ini karna ˈäso͝orə ditolak oleh Ryosusheruta sendri. Pernah manusia membawa tahanan ˈäso͝orə ke Ryosusheruta akan mati dalam tiga hari tak peduli itu dewasa remaja atau anak anak. Namun yang di depannya telah bertahan dan tinggal lama di Ryosusheruta, tiba tiba Ardhius merinding takut dengan gagasan bahwa ˈäso͝orə dapat berlahan di Ryosusheruta. ˈÄso͝orə memiliki fisik yangˈäso͝orə lebih kuat di takdirkan dengan manusia, jika mereka memang benar benar namu bertahandan mendapatkan poin gevo maka konsekuensinya akan sangat mengerkan. ˈÄso͝orə selalu melakukan penelitian tentang hal ini namun mereka tidak memiliki kemajuan, sementara itu Aliansi melakukan yang terbaik agar ˈÄso͝orə tidak memasuki Ryosusheruta. Bahkan beberapa ˈÄso͝orə mempertaruhkan nyawanya dan mencoba memasuki Ryosusheruta namun ditemukan oleh manusia. Lagi pula ketika mereka memasuki Ryosusheruta hampir tidak memiliki kemampuan untuk bertarung, Saat mereka terlihat mereka akan di bunuh. Jika mereka tidak ditemukan mereka akan mati karna penyakit dalam beberapa Hari. Diantara tanduk berwana hitam putih emas dan ungu yang terkuat. Mereka bahkan memiliki indeks kebugarannya hingga 100, begitu ˈÄso͝orə seperti itu masuk Hasyuakami ( Suaka Dewa Pertama) dan melakukan pertarungan dengan manusia Ardhius dapat membayangkan apa yang akan terjadi yang memiliki indeks kebugaran di bawah empat puluh menjadi tak terkalahkan di Hasyuakami. Makhluk Supa biasa memiliki indeks kebugaran di atas empat puluh. Jika ˈÄso͝orə dapat bertahan di Ryosusheruta itu akan menjadi mimpi buruk bagi manusia. Ardhius tidak dapat tahan memikirkan tragedi semacam itu. Dia seorang lelali yang memiliki keluarga, teman, Dan orang yang di cintai di Hasyuakami. Menyadari dirinya masih memakai topeng ketika dia akan kalah, dia melepaskan topeng dan menyimpannya. Diperkirakan gadis itu berusia sekitar empat belas tahun atau Lima belas tahun wajahnya bulat dan kulitnya putih, sorot matanya cukup polos. Gadis gadis ˈÄso͝orə berkembang pada umunya, Dia memiliki tubuh yang montok. Rambutnya hitam sebatas pingggang yang diikat kebelakang, Jika bukan karna tanduknya dia termasuk gadis yang cantik. Gadis itu duduk di atas selembar kainsambil menikmati makanannya yang dihabiskan dengan singkat. Ketika dia bangun mengambil lebih banyak, dipindahkannya selembar kain. Ardhius kembali terkejut mendapati apa yang di bawah kain tersebut, do bawah kain itu ada crystal seukuran batu besar, dirinya sangat akrab dengan crystal semacam ini. Itu adalah crystal esensi kehidupan milik beast Supa. Walaupun dirinya mampu mengalahkan beast tingkat Supa butuh banyak waktu untuk menrmukan. Dia menginginkannya namun Setelah melihat gadis ˈÄso͝orə dirinya mengurungkan niatnya. Yang Ardhius tak mengerti kenepa gadis itu tak memakannya, tidak mungkin bagi Ardhius untuk mengalahkannya bahkan dengan semua yang dimiliki dan kemampuanya. Ardhius meninggalkannya diam diam dia harus melaporkan keberadaannya ke Aliansi, sehingga Aliansi dipersiapkan. Saat hendak pergi gadis itu berteriak kesakitan mrmandangi Ardhius. Tubuhnya terus gemetar ketika meringkuk

__ADS_1


bang!, gadis ˈÄso͝orə itu tiba tiba membenturkan kepalanya ke batu, walau batu itu pecah berkeping keping namun kepalanya tidak apa apa. Hanya kotor dan berdebu. tidak hanya sekali bahkan berulangkali kali Dan berhenti ketika pingsan


__ADS_2