
Kemenangan Ardhius dalam pertandingan perang membuat heboh di dunia maya banyak orang yang mengaguminya, dan bertanya tanya dimana mendapatkan Shenghuzi miliknya. Namun mereka harus kecewa karena setelah menghabiskan waktu dan tenaga tak menemukan asal usul atau produksi warframe Shenghuzi, di sebuah pabrik milik militer dua laki laki paruh baya sedang membicarakan Shenghuzi. Merekalah yang menciptakan Shenghuzi dari prototipe AE9
" Zhynazen kamu lasti tak percaya dia bukan seorang evolver hanya seorang mahasiswa remaja berusia lima belas tahun "
" Luar biasa... "
" ini adalah sebuah kesempatan yang diberikan kepada kita, kita dapat meluncurkan AE10 dengan menjadikannya sebagai juru bicaranya. "
" dengan kemampuannya tentu bagus menjadi juru bicara AE10 aku setuju denganmu Xe Zusyuhou "
" baiklah karna kamu setuju aku akan segera membuat rencananya "
sementara itu orang yang sedang di bicarakan berjalan dengan langkah kecil tiba tiba seseorang memanggilnya Ardhius pun menoleh. Nampak dua orang gadis sayang satunya menunduk malu nampak wajahnya memerah Ardhius tertegun sesaat cantik itu yang ada di pikirannya
" Selamat atas tiap kemenanganmu "
" terima kasih Meizi "
sunyi, Ardhius diam begitu pula dengan gadis yang di sebelah Meizi juga masih menunduk
" baiklah Ardhius aku akan meninggalkannya bersamamu perlakukanlah dengan lembut " katanya memecah kesunyian dan pergi
keduanya masih canggung tak tahu harus bagaimana
" Silvana... "
" em... "
Ardhius diam menggaruk pipinya yang tidak gatal,
__ADS_1
" apakah kamu mau je kafetaria? "
Silvana mengangguk pelan dan mengikuti Ardhius dari belakang
" apa yang harus kulakukan? "
" apakah aku harus memberinya ketika dia meminta taruhan itu? "
" atau aku haris menolaknya? "
Silvana gelisah dan dirinya tak sadar jika Ardhius telah memanggilnya. Ardhius melambaikan tangannya di depan wajahnya untuk menyadarkannya
" apa kamu baik baik saja Sivana...? "
" iya... " balasnya sambil mengangguk
setelah mendapatkan apa yang mereka pesan keduanya duduk berhadapan dan kembali kesunyian menyelimuti keduanya hanya terdengar suara sendok dan garpu.
" S...s... selamat atas kemenanganmu Ardhius. "
" dan mengenai..."
" Maaf Silvana..." potongnya
" apakah kamu ada seseorang yang kamu sukai? "
" tentu saja " jawabnya singkat
" benarka? "
__ADS_1
" maksudku apa tidak masalah jika.. " Ardhius diam memerah
suasana kembali sunyi
" sebenarnya ada yang ku sukai Ardhius namun aku tidak tahu apa dia menyukaiku, ku kira akutidak akan menyukai seseorang ternyata aku salah sejak bertemu dengannya ingin aku menghabiskan waktu bersamanya "
" namun.. " lanjutnya mengangkat kepalanya
Menangis gadis itu menangis tampa suara air mata itu keluar Ardhius yang diam ingin mengucapkan sesuatu namun di telannya. Dengan cepat Silvana mendekat dan menciumnya, bibir keduanya menyatu dan bergulat. Hanya beberapa detik namun harus Ardhius akui jika itu menyenangkan dan dirasakannya jantungnya berdegup kencang. Berhenti, ciuman yang panas itu akan menjadi kenangan bagi keduanya. Silvana pergi meninggalkan Ardhius yang terpatung, di sebuah sudut seorang gadis dengan wajah memerah menyentuh bibirnya, dialah Silvana yang tadi mencium Ardhius
" tuan putri semuanya telah disiapkan tuan putri diharapkan untuk tiba besok "
Silvana diam memandanginya tajam nampak kemarahannya dimatanya tak lama kemudian sebuah tamparan keras terdengar gadis yang di depanya hanya diam tak membalas atau merinyih kesakitan padahal terlihat pipinya merah bekas tamparan. Silvana pergi tanpa mengatakannya sesuatu dan gadis itu mengikutinya dalam diam. jika Ardhius disini akan terkejut melihat siapa gadis yang di tampar oleh Silvana. Ardhius yang sejak tadi diam akhirnya berdiri meninggalkan kafetaria menuju ke Warframe Society, dirinya menyadari bila kemampuannya masih kurang dan untuk mengalahkan lawannya dan memenangkan final itu sesuatu yang sulit. Keesokannya berita buruk terdengar Ardhius dan Shenghuzi miliknya didiskualifikasi hal ini terjadi karna Redmon grup mengingatkan kebencian mereka di pulau Kuriunten dulu. Dengan alasan bahwa Ardhius menggunakan kerangka perang yang tidak menenuhii syarat.Peristiwa diskualifikasi Ardhius menimbulkan banyak kontroversi di DSR( Dhome Shiku Rigue ) menjadi dua kubu yang mendukung keputusan dan yang tidak, kontroversi terbesar adalah kerangka perang yang di gunakan oleh Ardhius apakah benar benar tidak menenuhii syarat. Pihak Redmon grup tidak memberikan detail mengenai kerangka perang yang memenuhi syarat, dan dapat berpartisipasi dalam Piala Sujeru. Sehingga memunculkan spekulasi spekulasi orang orang dan mulai muncul berbagai postingan postingan yang memojokkan Ardhius. Tentunya ini perbuatan dari Redmon grup
" memangnya kualifikasi apa dirinya mendapatkan Silvana, dengan begini namamu menjadi buruk " katanya
" bagus Zongtong Yei, kamu harus mendapatkan Silvana. Jika perlu tiduri dia agar kamu menikah dengannya. "
" Sebenarnya siapa Silvana itu bi.. "
wanita yang di panggol bibi hanya tersenyum, " memangnya kamu tidak mau. "
dengan segera Zongtong Yei mengangguk
" Bibi Yu apa yang harus aku lakukan, Silvana membenciku "
sebuah senyum merekah di bibir Zongtong Yei, dia manggut manggut mengerti. Tak lama kemudian Ardhius diminta untuk datang untuk membintangi sebuah iklan perangkat perang yang digunakan dan karna itu sebuah rahasia sebuah perusahaan dirinya diminta untuk tidak memberitahu orang lain, kemudian mulai melakukan kampanye periklanan di bulan Juni mengadakan pers, di dalam sebuah gedung sebuah adegan di mana kedatangan Nosturikamu melakukan penyerangan besar besaran tehadap manusia, Nosturikamu adakah sebuah ras yang yanh tinggal di dunia ini selain manusia sengan tubuh yang mirip manusia namun di tubuhnya memiliki pola dan satu yang mencolok dan membedakannya dengan manusia adalah kulitnya berwarna merah kehitaman. Para wartawan terkejut dan terpesona bahkan ad yang bersedih ketika Nosturikamu melakukan pembantaian terhadap manusia dengan kapal perang miliknya. Tiba tiba sesuatu terjadi mereka tertuju pada seseorang dengan kotak para wartawan meresa pemuda ini sedikit familiar sebuah cairan lendir mulak menyelimuti tubuhnya
" i...i... ini perangkat perang Sheng Huzi." teriak seseorang
__ADS_1
pertempuran pun dimulai Shung Huzi dengan bangsa Nosturikamu semuanya di kejutkan dengan efel visual yang luar biasa dengan adegan yang mendebarkan tak hanya Ardhius dan beberapa siswa membawa kotak namun itu lebih besar dari pada milik Ardhius. Ketika kemenangan diraih terdengar seseorang bersuara peluncuran 10 Agustus parak waratawan mulai bersorak dengan antusias. KPSB sukses, membuat orang orang bertanya tanya tentang kebenarannya dan akhirnya mereka menunggu toh akan di ketahui besok di tanggalnya.