Dasar Duda

Dasar Duda
BAB 1


__ADS_3

Nia


~kadang apapun yang kita lihat belum tentu itu adalah kebenarannya, kadang juga apapun yang kita lihat itu adalah fakta opini yang harus kita terima* ~...


🌺🌺🌺🌺🌺


Kedua bulu mata lentik yang memandang saling menyatu dalam kedipan, sesaat tertegun sejenak, mata abu-abunya yang dinaungi kerutan hitam terpaksa ia kerut-kan lebih dalam.


Saat manik-manik matanya menatap tak percaya apa yang baru saja dia lihat.


"Devan!" kedua bibir merah muda yang dilapisi sedikit lipstik berkerut. Memancarkan sinar tak percayanya atas apa yang ia lihat.


"Ok, kita mulai acara pembahasan hari ini. Semua silahkan buka materi yang ibu kirimkan kemaren malam. Di situ ada poin-poin penting dalam pembahasan hari ini."


Bu Ani selaku gurun dosen menyela, membahas pokok-pokok penting dalam pembahasan hari ini. Dengan terpaksa mata Nia harus berpaling menatap kearah depan.


Pelajaran pun dimulai, menghabiskan waktu dua jam. Suara bel berbunyi nyaring pertanda bahwa waktu istirahat tiba. Kedua tangan Nia digerakkan cepat memasukkan buku-buku yang tadi dia keluarkan kedalam tas ransel berwarna biru muda yang dilengkapi gantungan kelinci mungil.


Dengan tergesah-gesah dia melayangkan kakinya mengimbangi langkah Devan yang semakin cepat. Sedikit susah karena langkah Devan yang panjang membuat Nia hampir nyaris terjatuh namun beberapa saat kemudian dia pun berhasil mengimbanginya.


Tanpa aba-aba tangan kanannya merangkul tangan Devan secara tiba-tiba, diikuti dengan senyuman yang mengembang seluruh sudut bibirnya.


Tak ada perlawanan ataupun bantahan dari Deva, laki-laki berwajah Eropa tersebut hanya melirik sekilas lalu pandangannya kembali teralih menuntun kemana yang dia inginkan.

__ADS_1


Mereka berdua terus berjalan layaknya sepasang kekasih memamerkan keharmonisan mereka berdua. Berhasil membuat seorang orang menatap iri sekaligus cemburu terutama untuk Nia. Yang di anggap sebagai wanita beruntung bisa memiliki Devan, mahasiswa baru yang tampannya luar biasa.


Hingga tiba di parkiran tangan Nia dihempas kasar oleh Devan.


"Cukup!" tuturnya tanpa lirikan.


"Oh, ya. Maaf," Nia tersenyum kecil menampakkan gigi putihnya yang berjejer rapi.


"Kamu mau kemana? Ini jam istirahat bukan jam pulang," tanya Nia sedikit terheran melihat Devan membukakan pintu mobil dan langsung memasukinya.


"Bukan urusanmu!" tukas Devan.


"Tapi-"


"Cepat masuk!" tutur Devan kepada Nia, yang berhasil membuat Nia tersentak.


"Apa?"


"Masuk!" bentak Devan.


"Iya-iya." tanpa menunggu dengan gerak cepat berlari membukakan pintu mobil sebelah kiri. Tangannya yang mungil segera ia tekankan agar pintu mobil itu terbuka.


"Devan, Devan. Kamu mau kemana Hey, tunggu aku! aku ikut," ucap wanita itu setengah berteriak sembari memukul pelan kaca mobil.

__ADS_1


Tanpa sabar tangan Devan yang lincah segera menghidupkan mesin mobil dan menekan pedal gas. Melewati wanita itu yang masih berteriak memanggil namanya Devan.


*


Selama di perjalanan tidak ada sepatah katapun yang keluar, selain keheningan yang mereka biarkan terus terjadi.


Sesekali mata abu-abu Nia menatap kearah Devan yang dingin yang hanya terfokus ke jalan raya.


"Kita mau kemana?" akhirnya Nia memberanikan diri untuk bertanya, apalagi keningnya sekarang berkerut saat melihat jalan yang dibawa Devan terlihat asing baginya.


Tidak ada jawaban dari Devan, laki-laki dingin itu masih fokus kearah jalan.


"Devan turunkan aku," ucap Nia sekali lagi namun kali ini dengan nada panik.


"Devan-"


"Diam! Bisakah kamu dia duduk saja tanpa bertanya apapun. Aku tidak akan membawamu kemana-mana," bentak Devan memotong perkataan Nia. Yang hampir nyaris membuat jantung Nia berhenti saat mendengar suara bentakan Devan.


Kedua mata Nia langsung menunduk tak berani lagi menatap kearah Devan lagi, sesekali ia memberanikan diri menatap pandangan luar dari jendela mobil.


Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Devan pun berhenti, laki-laki dingin itu memarkirkan mobilnya tepat didepan gedung pencakar pencakar langit. Gedung yang berlantai 50 itu terlihat megah dan mewah, apalagi dengan desainnya mengunakan gaya modern


bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2