Dasar Duda

Dasar Duda
BAB 4


__ADS_3

~Bersabarlah karena semua yang kita lakukan akan indah pada waktunya, sama hal juga dengan cinta indah pada masanya~


Indonesia


*


"Kamu dimana? aku udah sampai!"


"Di sini, bangku paling pojok sebelah kanan," melambaikan tangan sekuat mungkin diiringi dengan senyuman yang mengembang.


"Kevin ..." panggilan yang terdengar keras menyaring di udara, rasa semangat dari nada panggilan membuat siapa saja yang namanya merasa di panggil tersenyum senang.


Kevin tersenyum, mengembangkan indah seluruh sudut bibirnya. Langkahnya yang berkharisma berjalan mendekati wanita itu. Ya, yang memanggil Kevin barusan adalah seorang wanita cantik lesung pipi, kulitnya yang putih bersih serasa bersinar di malam hari.


"Fina ..." mereka berpelukan singkat.


"Kapan kamu tiba di Indonesia?" tanya Kevin sesaat setelah merenggangkan pelukannya melirik sahabatnya itu dari kaki hingga kepala terasa berbeda apalagi saat melihat sesuatu yang bulat menonjol di area perut.


"Kamu sedang hamil," ucap Kevin merasa tak percaya.


"Iya, aku lagi mengandung sekarang dan tidak lama lagi kamu akan menjadi paman hahahaha ...." tawa Fina sembari mengelus perut buncitnya.


"Oh nowww .... Tidak disangka setelah sekian lama kita tidak bertemu sekali bertemu kamu memberikan kabar mengejutkan seperti ini." Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hahaha .... Habisnya kamu sih kelamaan di Indonesia jadi susah kan di kasi kabar," tukas Fina.


"Oh ya, duduk-duduk. Masak aku biarkan kamu berdiri terus." timpal Fina lagi.


"Kebiasaan mu memang tidak pernah berubah, hem'em ngomong-ngomong dimana suamimu?" tanya Kevin setelah selesai ia menduduki bangku.


"Dia lagi ke toilet sebentar lagi juga sampai." jawab Fina santai.


"Aku dengar kamu akan menikah? apa itu benar?" tanya Fina.


"Astaga, iya-iya itu benar. Kamu datang ya, aku tadi lupa membawakan surat undangannya." Kevin menepuk jidatnya pelan. "Tidak apa-apa kan lagi pula acaranya tidak besar-besaran kamu datang saja ya. Aku pasti menunggumu."


"Hahaha .... Iya-iya jangan khawatir aku pasti akan datang, emang kamu pikir aku mau balas dendam apa karena kamu tidak datang ke pernikahanku,"


"Hahaha .... itu kan kesalahanmu sendiri kenapa tidak mengundangku."

__ADS_1


"Mana sempat kamu asal diundang selalu sibuk. Sibuk, sibuk, sibuk dan selalu sibuk." ketus Fina.


"Ya, namanya aku kerja tempat orang bagaimana enggak sibuk."


"Hem'em, kamu sih. Kerja tempat aku enggak mau," oceh Fina. "Oh ya, ngomong-ngomong bosmu itu siapa namanya aku lupa."


"Ricko."


"Ya, Ricko. Di dia udah nikah kan?"


"Hem'em, anaknya sudah tiga tahun." jawab Kevin.


"Oooooo."


Dari arah kejauhan tanpa di sadari Fina dan Kevin seorana laki-laki tampan menatap memerhatikan mereka berdua, memicingkan tatapannya. ya, Devan siapa lagi kalau laki-laki bermata biru itu. Dia sudah mengerutkan dalam keningnya saat melihat bagaimana Fina tertawa lepas dengan Kevin.


Walau Devan tau kalau Kevin adalah sahabat dekat Fina tapi tidak di pukiri rasa cemburunya tetap saja tumbuh. Melihat orang dicintainya tertawa lepas bersama laki-laki lain tentu saja hal itu membuat hati Devan di bakar amarah.


"Ehemmm ...." dengan lantang Devan berdehem sembari berjalan mendekati mereka berdua.


"Mas," seketika pandangan Fina teralih melihat Devan sontak saja dia berdiri. Dari tatapan yang ditunjukkan Devan, Fina bisa menebak kalau suaminya meremas cemburu.


"Kevin kenalkan, ini Devan suamiku!" sambung Fina lagi.


"Hai, salam kenal." Kevin berdiri menjulurkan tangannya mengajak jabat tangan dengan Devan.


"Mas," bisik Fina melihat Devan tak kunjung menjabat tangan Kevin.


"Devan." suara malas Devan sembari menjabat tangan Devan sekilas lalu menariknya kembali.


"Kevin,"


"Hehehe .... Mari silahkan duduk." dengan sedikit kasar Fina menarik Devan duduk berdekatan dengannya. "Mas ingat janji yang sudah kita sepakati. Jangan bersikap seperti itu kepada Kevin dia temanku hanya teman." bisik Fina sedikit menekankan kata-katanya.


"Oh, kapan kalian tiba di Indonesia?" Kevin berusaha mencairkan suasana kembali.


"Sudah satu Minggu. Kami hanya mampir kesini sebentar setelah mas Devan lulus kami akan kembali ke Belanda," jawab Fina.


"Kenapa cepat sekali, tidakkah tinggal disini beberapa tahun. Aku dengar perusahaan kalian sudah berkembang pesat di Indonesia."

__ADS_1


"Iya, tapi tapi perusahaan disini dikelola oleh adik ipar ku."


"Hem'em,"


"Kevin, sebenarnya aku mengajak kamu kesini karena ada sesuatu yang sangat ingin aku sampaikan." Fina melirik kearah Devan sekilas lalu pandangannya kembali teralih kearah Kevin.


"Benarkah, kalau begitu katakan saja."


"hem'em, begini tapi sebelum aku katakan tolong jangan salah paham dulu," ucap Fina merasa was-was dengan apa yang akan dikatakan nantinya.


"Katakan saja tidak apa-apa," tukas Kevin.


"Aku sudah mengenal calon istrimu."


"Wah bagus dong. Kalian saling akrab nantinya." sahut Kevin antusias merasa senang.


"Hehehe, kami sudah mulai akrab tapi-"


"Kami meminta bantuan kepada calon istrimu." potong Devan tiba-tiba.


"Mas," kedua mata Fina membulat sempurna.


"Hehehe, ya. Apa yang di katakan mas Devan benar aku meminta bantuan sebuah bantuan kepada istrimu, maksudku calon istrimu."


"Bantuan, bantuan apa?"


"Sebenarnya, -"


"Sebenarnya aku dan Tania menjalankan hubungan pura-pura. Kami satu kampus, jadi aku meminta bantuan Tania untuk membantuku agar bisa menjauhkanku dari pada Klara. Wanita gila yang selalu berharap bisa menjadi istriku." cerocos Devan.


"Hubungan pura-pura." kening Kevin berkerut.


"Iya, tolong jangan marah, ini hanya pura-pura dan sementara setelah lulus semuanya akan berakhir. Kevin please hanya Tania yang bisa aku percayai untuk menjaga suamiku. Dia wanita yang baik, aku sangat percaya kepada-nya tolong jangan salah paham." sambung Fina.


"Aku masih belum mengerti?" Kevin masih merasa binggun dari apa yang sudah dikatakan oleh Devan dan juga Fina.


Fina yang mendengar itupun segera menceritakan semuanya, semua kejadian dari apa yang sudah dilakukan Klara untuk merebut Devan darinya.


Bersambung ......

__ADS_1


jangan lupa untuk selalu meninggalkan likenya ya kak


__ADS_2