Dasar Duda

Dasar Duda
BAB 12


__ADS_3

Dua hari telah berlalu di rumah sakit, tapi kabar tentang kesembuhan Kevin masih belum ada keterangan jelas dari sang dokter. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga yang mereka bisa untuk menyembuhkan Kevin tapi sepertinya semua itu sia-sia saja. Sampai detik ini Kevin masih kritis bahkan kali ini lebih parah dari pada dua hari kebelakang.


Tangisan berganti tangisan sudah Nia habiskan. terasa kantung matanya sudah kehabisan stok air mata untuk ia tumpahkan lagi. Dirinya tidak pernah berpaling ataupun meninggalkan Kevin walau hanya sejenak saja masih setia menunggu kesadaran sang suami.


Ratih, Ibu Susi, dan juga Ricko yang sudah tiba di Belanda juga ikut menangis melihat bagaimana kondisi Kevin sekarang. Sementara keluarga Kakek Ami tidak bisa turun hadir melihat kondisi Kevin. Mereka dilanda kesibukan teramat belum lagi Rahul yang membantu menjaga perusahaan Ricko di Indonesia. karena Ricko masih syok berat tidak bisa mengontrol perusahaannya.


Di ruangan tak jauh dari ruangan Kevin seorana seorana wanita bernasib sama seperti Kevin. Siapa lagi kalau bukan Fina, ya. wanita itu belum juga sadar dari kritisnya. Seusai operasi Caesar yang dilakukan kondisi Fina sempat membaik beberapa jam namun tak lama setelah itu kondisi Fina kembali kritis.


Devan dan juga Mamanya hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Fina. Sang bayi yang Fina lahir-kan Alhamdulillah sudah membaik sehat walafiat. kerap kali Devan menghabiskan waktunya menemani sang buah hati, mengajaknya bermain walau hatinya masih rapuh memikirkan kondisi Fina.


*


Tepat pukul siang malam itu, siang dimana membuat semua orang menumpahkan semua Isak tangis begitu dalam. Secara hampir bersamaan Kevin dan Tania dinyatakan meninggal oleh sang dokter, pasca keduanya sempat mengalami kejang-kejang.


Kabar duka yang di benarkah dokter sontak saja membuat Nia dan Ibu Susi pingsan di tempat. Kedua wanita yang berbeda usia itu tak sadarkan diri lemas tak berdaya. Bagi Ibu Susi Kevin sudah di anggap sebagai anaknya sendiri. Menjaga Kevin sampai dia besar seperti ini.


Kevin adalah anak yatim-piatu dari sahabat dekatnya Ibu Susi. Semenjak kehilangan kedua orang tuanya Kevin sudah di besarkan oleh keluarga Adiningrat. Awalnya Kevin di angkat menjadi adik Ricko tapi Kevin menolak akan hal itu. Bukannya Kevin menolak menjadi bagian dari keluarga Ibu Susi melainkan Kevin tidak mau menjadi orang yang tidak tau dari.


Maka dari situlah Kevin mulai bekerja menjadi asisten pribadi Ricko semenjak dirinya dan Ricko memasuki usia 16 tahun.


*


Kedua jenazah itu segera di kebumikan di salah satu pemakaman umum kota Amsterdam. Awal rencana Ricko ingin membawa pulang jenazah Kevin ke Indonesia namun niat itu terurung karena cuaca tidak mendukung untuk pulang ke Indonesia.

__ADS_1


mau tidak mau Kevin pun di kebumikan sore itu juga bersamaan dengan Fina, yang juga di kebumikan di Amsterdam.


Sore pun berlalu berubah menjadi malam semua orang kini telah tiba pulang ke rumah mereka masing-masing baik keluarga Nia maupun Devan. Keduanya pulang membawakan kesedihan teramat dalam bagi hati keduanya masing-masing.


*****


Indonesia


Empat tahun kemudian.


Cuaca hari ini terlihat dingin dari pada semalam. Awan hitam pekat telah berhasil menyelimuti sebagai Ibu kota Jakarta. Sepoi-sepoi tiupan angin membuatnya siapa saja sejuk akan hembusan angin tersebut.


Perusahaan Modeling Grup. Merupakan satu-satunya perusahaan terbesar model di Indonesia. Perusahaan yang beberapa tahun ini berkembang pesat dan menjadi sorotan utama bagi para investor untuk mengajak kerjasama. Baik didalam negeri maupun di luar negeri.


Sedikit tomboi, galak, tegas dan pesimis itu adalah sikap yang di tunjukkan oleh wanita itu. Hingga membuat wanita itu di juluki sebagai 'Dewi Galak'


"Bagaimana, apa perusahaan CNY itu masih bersikukuh mengajak kita kerja sama?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Tania Kapoor. Merupakan wanita mudah merintis karirnya sebagai pembisnis.


"Tidak lagi Nona, tapi ada satu perusahaan yang tetap bertekad ingin masuk bergabung dengan perusahaan kita, Nona."


"Perusahaan mana?"


"Perusahaan FTV Global Belanda, Nona. Sudah dua kali perusahaan itu mengajukan dokumen perusahaan mereka."

__ADS_1


"FTV Global." Nia memicingkan tatapannya, rasanya ia pernah mendengar nama perusahaan itu.


"Apa dokumen itu sudah kalian kembalikan?" tanya Nia.


"Belum, masih di pegang oleh Nona Dira, Nona." Dira merupakan sekresi Nia.


"Kalau begitu cepat ambilkan dokumen itu. aku ingin melihatnya." seru Nia.


"Baik Nona."


"FTV Global, bukankah itu perusahaan Devan. Kalau benar kenapa dia sangat ingin bergabung dengan perusahaanku." gumam Nia menaikkan sebelah alisnya memikirkannya.


Tak lama setelah itu anak Dira pun datang, sembari membawakan dokumen yang di minta Nia.


"Nona ini." serah Dira.


"FTV Global." gumam Nia lagi sebelum sesaat ia akan membaca dokumen itu.


Keheningan pun sempat terjadi, untuk beberapa menit tidak ada pembicaraan yang terjadi karena Nia sedang meneliti dokumen FTV Global.


"Atur pertemuan segera. Aku menerima hasil dokumen mereka." tutur Nia sembari tersenyum tipis.


"Baik Nona."

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2