
Kali ini episode Khusus untuk Kak Leo dan asal muasal Kak Leo ingin selalu ada didekatnya.
Siang itu di kantin sekolah pada jam istrahat dan pertama kalinya Widiya dan Farida istirahat bersama dengan teman-teman yang lain. Saat itu Widiya dan Farida masih sebagai siswi baru atau kelas X. Widiya dan Farida tengah menyantap makanan dan minuman yang mereka pesan tadi.
Tiba-tiba saja ada seorang kakak kelas yang menghampiri meja Widiya dan Farida. Dan Kakak kelas yang meghampiri mereka adalah Kak Leo yang sangat populer di sekolahnya waktu itu karena merupakan Sisiwa cerdas dan berprestasi dan juga ketua Tim Basket sekolah mereka. Tapi tidak semua orang suka dengan KAk Leo, ada juga yang tidak suka dengannya.
"Em, maaf apakah saya boleh duduk disini?" tanya Leo.
"Oh boleh kak, Duduk aja." Ucap Widiya.
"Ok terima kasih." Ucap Leo
"Kakak, Kak Leo kan. Ketua Tim Basket." Tanya Farida meyakinkan.
"Iya, Ah perkenalkan saya Leo." Ucap Leo.
"Nama saya Farida kak dan ini teman saya namanya Widiya." Ucap Farida.
Widiya haya membalasnya dengan senyuman dan kembali melanjutkan menyantap makanannya. Leo yang mendapat balasan senyuman itu merasa heran, apa maksud dari senyuman yang diberikan Widiya.
"Kalian siswi baru ya?" tanya Leo.
"Iya kak." Jawab Farida.
"Oh," Ucap Leo.
Saat Leo hendak memulai pembicaraan panjang, tiba-tiba saja ada kakak kelas yang datang menghampiri meja mereak dangn raut wajah yang sangat kesal.
"Eh Leo, maksud kamu apaan, laporin saya ke kepala sekolah?" tanya kakak kelas itu dengan nada yang sedikit meninggi.
__ADS_1
"Saya gak ada ngelaporin kakak ke kapala sekolah." Jawan Leo.
"Alah gak usah bohong kamu. Saya tahu kamu yang ngelaporin kami semua ke kepala sekolah. Jangan mentang-mentang kamu ketua tim Basket kamu seenaknya negalaporin kami semua ke kepala sekolah." Ucap kakak kelas itu.
"Tapi beneran kak, saya gak ngelaporin apapun ke kepala sekolah." Jawab Leo membela diri.
Widiya yang ada dimeja itu pun hanya bisa diam, walaupun sebenarnya dirinya meras terganggu karena jam makan siangnya diganggu. Widiya sama sekali tidak suka dengan hal itu. Sedangkan kakak kelas itu masih meluapkan semua amarahanya kepada Leo. Hingga akhirya membahas kedudukan antara senior dan junior.
Widiya yang mendengar hal itu benar-benar sudah tidak bisa berdiam diri lagi. Akhrinya dirnya pun angkat bicara.
"Bisa DIAM gak sih." Sentak Widiya kepada kakak kelas itu.
Semua orang yang ada dikantin pun langsung menatap kearah Widiya, termasuk Leo dan juga Farida yang ada di dekat Widiya.
"Kakak tadi bahas tentang apa senior sama junior iya. Memangnya kenapa kalau kami adik kelas kakak kami junior kakak Kami harus takut gitu sama kakak, kami harus mengikuti apa yang menjadi aturan kakak gitu. Kalau kakak mau disegani dan dihormati sama Junior kakak, lebih baik cari cermin setelah itu bercermin. Sudah pantes belum di panggil senioryang di segani dan dihormati." Ucap Widiya.
"Oh tentu Saya harus ikut campur karena kakak sudah mengganggu waktu makan siang Saya. Dan saya paling gak suka saat Saya makan ada yang mengganggunya seperti apa yangs uda kakak lakukan sekarang." Ucap Widiya.
"Oh jadi makan siang kamu terganggu. Tapi sayangnya saya gak mai minta maaf dan saya gak berminat meladeni siswa baru seperti kamu." Ucap kakak kelas tersebut.
"Ck. Sam sekolah. jadi begini kelakukan senior sama juniornya." Ucao Widiya seraya mengejek.
"Apa yang kamu bilang tadi sam sekolah. Berani sekali kamu bilang begitu kepad Saya?""Ucap kakak kelas tersebut hendak menampar wajah Widiya.
"Kakak mau menampar saya. Coba tampar Saya, saya sama sekali tidak takut dengan kakak. Orang kayak kakak itu gak pantas jadi senior yang disegani dan ditiru disekolah ini. Udah sering telat, buat onar sekolah, baju gak rapih, gak ada prestasi apapun yang disumbangkan ke sekolah. Yang ada cuman bikin malu nama sekolah terus, pergi ke club tiap hari menggunakan seragam sekolah, ikutan balap liar, ikut tawuran dan mau aku sebutin juga kelakuan minus kakak diluar sekolag yang bsia saja membuat kakak akan langsung mendapatkan surat yang menyatakan kakak dikeluarkan dari sekolah ini. Kalau kakak pikir saya akan hormat dan segan sama kakak maaf saya sama sekali tidak akan melakukan hal itu. Dan dengarkan baik-baik untuk seluruhnya yang ada disini. Saya Widiya Siswi kelas X-Fisika 1 meminta kalian semua untuk tidak perlu takut sama kakak kelas ini. Dia gak pantas di segani ataupun di hormati, jika kalian semua melakukan hal itu yang ada orang seperti dia akan besar kepala dan juga merasa kalau dirinya yang berkuasa tidak ada orang yang berani denagn dirinya."Ucap Widiya.
"Kamu gak tahu siapa saya." Tanya kakak kelas itu dengan nada yang semakin meninggi.
"Engga."Jawab Widiya bohon.
__ADS_1
Padahal Widiya tahu siapa yang saa ini ada dihadapannya.
"Saya adalah anaknya Wali Kota."Ucap kakak kelas itu dengan sombong.
"Oh anaknya Pak Wali kota. Jadi saya harus takut sama kakak gitu. Tapi maaf jabatan orang tua kakak tidak membuat Saya terpengaruh untuk tidak menghargai Kakak disekolah, Toh juga secara tidak langsung semua hal yang kakak lakukan adalah menggambarkan bagaimana sifat asli Ayah kakak sendiri kan. Kakak pernah dengar kan tentang pribahasa 'Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.' kakak sudah tahu kan artunya apa, Dan juka suatu saat nanti kakak lulus sekolah ini dengan mudah itu tandanya kepala sekolah sekolah ini 'Sama' seperti Ayah kakak. Kali ini Saya kan membiarkan kakak lolos tapi jika suatu hari nanti kakak mengganggu waktu makan siang saya lagi, maka kakak akan tahu akibatnya. Da, Kak Leo ayo pergi dari sini, Nafsu makan ku jadi hilang." Ucap Widiya dan pergi dari hadapan kakak kelas tersebut.
"Oh ok Wid." Ucap Farida smebari bejalan dibelakang Widiya.
Farida, Widiya dan Kek Leo pun langsung pergi dari kantin itu dan menuju kelas mereka masing-masing. Saat berjalan di lorong koridor sekolah, Semua siswa yang ada disekolah itu sedang membicarakan tentang apa yang terjadi di kantin sekolah hari ini.
"Terima kasih Wid, udah belain kakak tadi." Ucap Leo.
"Santai aja kak. Aku juga tadi jengkel aja karena waktu makan siangku di ganggu. kalai gitu aku dan Farida kembali ke kelas dulu ya kak. Ayo Dam kembali ke kelas." Ajak Widiya.
" Kak kalau begitu kai duluan ya." Ucap Farida.
"Oh ok." Jawab Leo.
Widiya dan Farida langsung menuju kelas mereka. Saat berjalan menuju kelas, Farida bertanya kepada Widiya sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya itu.
"Wid, kamu kenapa bicara kayak begitu sama kakak kelas tadi. Kamu kan tahu dia anaknya Wali Kot, kalau sampai dia bicara sama Ayahnya bagaiamana?" Tanya Farida.
"Kenapa. Dia memang pantas di perlakukan kayak tadi. Lagian orang kayak dia gak pantas di segani dan di hargai, Kalau dia mau disegani dan dihormati, ya lebih baik dia lakukan dulu hal itu sama orang lain. Aku gak takut dia mau bilang hal ini sama Ayahnya toh juga dia gak tahu kan identitas asliku, kalaupun dia mau bertindak jauh dia gak akan bisa." Ucap Widiya.
"Aku benar-benar gak ngerti sama jaln pikiran kamu deh Wid." Ucap Farida merasa heran.
"Udah yuk buruan balik ke kelas bentar lagi masuk nih." Ucap Widiya.
Widiya dan Farida pun mempercepat langkah nya menuju kelas mereka.
__ADS_1