
Tak terasa hari sudah malam, Arifin dan Faridapun memutuskan untuk oamit.
"Wah ternyata udah jam segini aja. Karena kita keasikan ngobrol." Ucap Arifin sambil melihat jam tangannya.
"Iya kamu benar Fin. Bentar lagi waktunya makan malam nih." Balas Widiya.
"Ya udah kalau gitu kita pulang dulu ya WId, kamu cepat sembuh gak ada kamu aku kesepian tahu." Ucao Farida.
"Ah masak, kan sekarang ada Arifin." Jawab Widiya sambil tersenyum.
"Ih beneran." Ucap Farida juga sambil tersenyum.
"Iya iya, mungkin sekitar 2 hari lai aku akan masuk sekolah." Ucap Widiya.
"Beneran?" Ucap Farida.
"Iya. Eh dari pada kalian makan malam di jalan, lebih baik kalian makan malam bareng aja disini." Ucap Widiya.
"Gak usah Deh Wid." Tolak Farida.
"Gak papa, aku malah senang lagi kalian makan malam disini. Kak Bara dan Kak Cindy juga pasti udah pulang." ucap Widiya.
Tak selang berapa lama Bara pun datang dia ingin memeriksa keadaan adiknya, apakah sudah benar-benar pulih. Pada saat Bara masuk ke kamar lama adiknya itu, Bara terkejut karena ada Farida dan Arifin.
"Wah ternyata ada tamu tadi." Ucap Bara sembari melangkah mendekati Widiya dan adik adiknya.
"Kakak. Kakak udah pulang." Ucap Widiya.
"Iya, gimana keadaan kamu?" tanya Bara.
"Jauh lebih baik kak, dan infusnya juga udah habis sore tadi. Jadi aku lepas selang nya dari tanganku." Jawab Widiya.
"Baguslah. Da, Fin, makasaih ya udah mau nemenin Widiya." Ucap Bara kepada Arifin dan Farida.
"Gak masalah kok kak, kalau gitu aku dan Arifin pamit dulu." Pamit Farida.
"Iya kak, soalnya udah malam juga." timpal Arifin.
"Eh ikut makan malam dulu yuk. Ini kan sudah waktunya makan malam. Dari pada kalian makan malam di jalan, lebih baik kita makan malam barenga aja." Ajak Bara.
Arifin dan Farida pun saling menatap satu sama lain.
"Udah gak usah kebanyakan mikir. Lebih baik sekarang kita ke meja makan sekarang. Makan malam pasti udah siap tuh." Ucap Widiya.
Widiya langsung menarik tangan Farida dan juga Arifin untuk menuju meja makan. Dan ternyata di meja makan sudah ada Cindy yang sudah menunggu mereka semua.
__ADS_1
"Eh ternyata ada tamu toh tadi." Ucap Cindy yang melihat ada Arifin dan juga Farida.
"Kak." Ucap Farida.
"Kamu apa kabar Da. Lama loh kamu gak main kesini." Ucap Cindy.
"Ah baik kak, Sebenarnya aku sering kesini kak, tapi mungkin Kak Cindy lagi kuliah jadi gak pernah ketemu." Ucap Farida.
"Ah mungkin. Terus cowok ini pasti Arifin ya." tanya Cindy kepada Arifin.
"Iya kak. Salam kenal senang bertemu dengan kakak." Jawab Arifin.
"Ya udah kita langsung makan aja yuk. Aku udah lapar banget." Ucap Widiya langsung duduk di kursinya.
"Ayo Arifin, Farida klain bisa duduk dimana saja, Gak usah sungkan anggap aja seperti ruamh sendiri." Ucap Bara.
Mereka pun langsung duduk dikuris mereka masing-masing, dan mulai menyantap makan malam mereka, begitu juga dengan Widiya yang menyantap bubur yang dibuatkan untuknya. 20 menit kemudia mereka semua sudah selesai makan malam.
Setelah selesai makan malam Arifin, Bara, Cindy dan juga Widiya berbincang-bincang di urang tamu sambil menyantap cemilan dan juga buah yang sudah dikupas dan dipotong. Mereka asik berbincang-bincang hingga jam menunjukkan jam 08.30 malam.
"Gak terasa udah jam segini aja, kalau begitu kami permsii dulu kak." Pamt Arifin saat melihat jam tanganny dan beranjak dari duduknya.
"Iya kak. Besok masih harus sekolah." Ucap Farida.
"Sekali lagi makasi ya Fin, Da udah mau jenguk aku." Ucap Widiya.
"Kamu cepat sembuh ya Wid. Kami semua menunggumu di sekolah." Ucap Arifin.
"Iya doain aja kalau begitu." Jawab Widiya.
"Kalau begitu kami pamit permisi dulu ya kak, Wid." Ucap Farida.
"Iya kalian hati-hati dijalan."
"Salam ya Da, untuk tante sama Om." Ucap Cindy
"Iya Kak nanti Farida sampaikan." Jawab Farida.
"Kak kalau begitu, Widiya antar Arifin sama Farida kedepan dulu ya." UCap Farida seraya beranjak dari duduk nya.
"Eh gak usah Wid. Kamu baru aja pulih, udara malam gak bagus. Lebih baik kamu pergi istirahat aja sekarang." Cegah Arifin.
"Benar yang dibilang Arifin Wid, kamu istirahat aja." Ucap Farida.
"Tuh dengerin kata teman-teman kamu. Biar kakak aja yang ngantar Arifin dan Farida kedepan, kamu lebih baik istirahat sekarang." Ucap Bara.
__ADS_1
Widiya hanya bisa megikuti apa yang di katakan oleh kedua sahabatnya itu. Barapun mengantar Arifin dan Farida kedepan. Sedangkan Cindy sudah kembali kekamar nya, Widiya pun juga memutuskan untuk kembali ke kemarnya. Namun sebelum itu dirinya meminta para pelayan untuk membersikan ruang tamu.
"Mbak tolong yang diruang tamu dibersihin ya Mbak." Ucap Widiya.
"Baik Non." Jawab pelayan.
Widiya langsung masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Bara setelah mengantar Arifin dan juga Farida ke depan, dirinya pun masuk kedalam dan menuju ruang bacanya. Di waktu yang bersamaan di tempat lain saat ini Arifin hendak mengantar Farida pulang.
Selama perjalanan pulang Farida dan Arifin hanya terdiam tidak ada pembicaraan sama sekali, Hingga akhirnya Arifin yang memecah keheningan itu.
"Em Da." Panggil Arifin.
"Iya Fin, ada apa?" Tanya Farida.
"Em aku mau tanya, Kak Leo dan Widiya ada hubungan ya?" Tanya Arifin.
"Oh Kak Leo. Em mereka gak punya hubungan apa-apa kok. Memang nya kenapa?" tanya Farida balik.
"Em gak, tadi aku gak sengaja dengar pembicaraan kakak kelas, kalau Widiya sakit karea habis putus dari kak Leo." ucap Arifin.
Farida yang mendengar ucapan Arifin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Arifin yang melihat hal itu meras bingung dengan reaksi yang diberikan Oleh Farida.
"Kok kamu senyumnya begitu Da." Ucap Arifin merasa tidak ada yang lucu dengan perkatannya.
"Gak papa. AKu hanya senyum dengan apa yang kamu katakan tadi, tentang Widiya sakit karena putus dari Kak Leo." Jawab Farida.
"Memangnya ada yang salah ya?" tanya Arifin lagi merasa bingung.
"Sebenarnya kabar tentang Kak Leo dan Widiya itu adalah cerita lama Fin. Widiya dan Kak Leo sama sekali tidak pernah berpacara, dan bagaimana bisa mereka putus kalau mereka aja gak pernah pacaran. Kak Leo itu suksa sama Widiya udah lama banget, tapi Widiya hanya menganggap Kak Leo gak lebih seperti kakak sendiri. Jadi, kalau ada yang bilang Widiya sakit karena putus cinta dari Kak Leo, berarti orang itu gak tahu hal yang sebenarnya." Jelas Farida.
"Oh begitu. Syukurlah semua itu tidak pernah terjadi." Ucap Arifin.
"Ya memang gak pernah terjadi. Tapi ngomong-ngomong kamu dapat kabar seperti itu dari siapa?" tany Farida penasaran.
"Em sebenarnya waktu aku nungu kamu di mobil tadi, gak sengaja dengar pembicaraan Kak Leo dan teman-temannya."Ucap Arifin.
"Wah Kak Leo, benar-benar gak berubah sama sekali. Dia gak ingat apa kejadian tahun lalu. Masih aja diulang terus, kalau sampai Widiya tahu bakalan panjang urusannya." Ucap Farida.
"Memangnya tahun lalu ada apa Da?" tanya Arifin pensaran.
"Ceritanya panjang Fin. Kapan-kapan aku akan ceritkan semuanya sama kamu." Ucap Farida.
"Ok baiklah. Nah dan sekarang kita sudah sampai didepan ruamh kamu." ucap Arifin seraya memberhentikan mobilnya.
"Makasih ya Fin. Ini kali kedua kamu ngantar aku pulang." Ucap Farida.
__ADS_1
"Iya sama-sama Da." Balas Arifin.
Farida langsung turun dari mobil Arifin dan masuk kedalam area rumahnya. Arifin pun langsung mengemudikan mobilnya untuk menuju rumahnya setelah benar-benar memastikan Farida masuk kedalam rumahnya.