Demi Persahabatan Aku Merelakannya Novel Version

Demi Persahabatan Aku Merelakannya Novel Version
Bagian 7


__ADS_3

    Sedangkan di kelas Widiya, dirinya tengah memperhatikan gurun menjelaskan materi yang disampaikan hari ini. Tiba-tibsa saku ponsel yang ada di saku seragam miliknya bergetar ternyata ada sebuah pesan masuk dari Kak Leo.


"Kenapa lagi Kak Leo chat aku." ucap Widiya sambil membuka pesan dari Kak Leo.


"Wid, istirahat nanti kita makan bareng dikantin ya. Kakak sudah kembali dari study banding." Bunyi pesan Leo untuk Widiya.


    Setelah membaca pesan tersebut, Widiya sama seklai tidak membalas pesan dari Leo. justru malah dirinya merasa risih dengan sikap Leo.


"Apaan sih kak Leo. Bikin mood jelek aja." ucap Widiya sembari mematikan ponsel miliknya.


        Kini sudah tiba waktunya istirahat. Saat akan kelaur kelas dan menuju kantin, tiba-tiba ada siarang yang memberitahukan bahwa seluruh anggota drumband diharap berkumpul keruang rapat.


"Diberitahukan kepada seluruh anggota Drumband agar menuju ruang rapat. Terima kasih."


    Widiya yang mendengar hal itu merasa senang. Karena dirinya tidak akan makan bersama dengan Kak Leo.


"Yes Terima kasih Tuhan." Ucap Widiya.


"Kamu kenapa Wid, senang banget ada rapat dadakan." Tanya Farida penasaran.


"Senang lah udah buruan yuk kita keruang rapat sekarang." Ajak Widiya sambil menarik tangan Arifin dan juga Farida.


"Iya tapi jangan narik kami juga Wid." Ucap Arifin


"Udah yuk buruan." Ucap Widiya sambil menggandeng tangan Arifin dan Farida.


"Anak ini kenapa coba." Ucap Farida merasa heran.


"Nanti aku jelasin kalau udah sampai diruang rapat. Lebih baik sekarang kita keruang rapat aja ok." Ajak Widiya.


    Mereka pun langsung menuju ruang rapat. Disisi lain, Leo merasa kesal karena rencanya akan makan siang dengan Widiya gagal karena rapat dadakan yang baru saja disiarkan.


"Aggh. Kenapa harus ada rapat dadakan sekarang sih. Jdai gagal kan makan bareng di kantin sama  Widiya." Ucap Leo kesal.


    Leo pun langsung menuju mading sekolah dan melhat apakah tulisan yang di tempelnya pagi tadi sudah banyak yang melihat dan membaca terutama apakah sudah di baca oleh Widiya.


Flashback On.


    Saat Widiya belun datang, Leo sudah tiba disekolah lebih dulu. Dirinya langsung bergegas menuju masing sekolah dengan membawa selembar kertas yang akan di tempel di mading sekolah.


"Ok. Karena pas banget Widiya belum datang dan siswa yang lain juga belum banyak yang datang aku akan tempel kertas ini sekarang. Aku yakin Widiya pasti akan suka dengan tulisan ku ini." Ucap Leo sambil menempel kertas yang dibawanya di mading sekolah.


    Setelah selesai Leo langsung menuju kelasnya. Isi tulisan yang di tempel Leo adalah sebegai berikut.


"Mungkin tidak ada yang membuat ku merasa nyaman dan tenang saat bisa melihat mu datang ke sekolah dengan senyuman khas yang terukir dibibirmu. Melalui sebuah tulisan ini berkenan kah dirimu untuk mengizinkan aku lebih dekat dengan mu. Wahai Widiya, aku berharap dirimu mengizinkan hal itu."


Flashbak Off.


    Kini Widiya, Farida dan Arifin sedang berjalan di koridor yang hendak menuju ruang rapat. Saat melewati mading sekolah Widiya melihat sebuah tulisan yang menurutnya tidak seharusnya ada disana. Arifin dan Farida pun tidak menyadari hal itu.Akhirnya Widiya meminta Arifin dan Farida untuk menuju ruang rapat terlebih dahulu.


"Fin, Da kalian duluan aja keruangan rapatnya aku nanti nyusul." Ucap Widiya


"Loh kenapa, apa ada yang ketinggalan di kelas?" tanya Arifin penasaran.

__ADS_1


"Oh gak kok Fin, aku mau ke toilet dulu bentar." Jawab Widiya.


"Mau aku temanin gak Wid?" tawar Farida.


"Gak usah, kalian duluan aja. Nanti aku nyusul, gak lmaa kok." Ucap Widiiya.


"Beneran nih gak mau ditemani." Tawar Farida sekali lagi.


"Iya." Jawab Widiya.


"Ya udah kalau gitu kami duluan ya keruang rapatnya." Ucap Arifin.


"Kami duluan ya Wi, kamu juga buruan." Ucap Farida.


"Hem." Jawab Widiya.


    Arifin dan Farida langsung menuju ruang rapat dan sedangkan Widiya dirinya langsung bergegas menuju mading sekolah. Saat sudah berda di mading sekolah. Widiya langsung bertanya siapa yang menempel kertas ini. Akhirnya Widiya bertanya kepada adik kesal yang sedang berdiri didepan mading sekolah.


"Em, maaf saya mau tanya. Siapa yang yang menempel kertas ini?" tanya Widiya.


"Oh tadi pagi kalau tidak salah Kak Leo kak yang menempel kertas itu." Jawab adik kelas itu.


"Oh gitu makasih ya."  Ucap Widiya.


    Tanpa berfikir panjang Widiyapun langsung mencabut kertas itu dan melihatnya asal dan langsung memasukkanya kedalam sakit almamater yang dikenakannya. Adik kelas yang melihat hal itupun terkejut dengan apa yang dilakukan Widiya.


"Kok diambil kak?" tanya Adik kelas itu.


"Baik kelas." Ucap Adik kelas.


"Kalau gitu saya duluan." Ucap Widiya.


"Baik kak,"


    Widiya langsung menuju ruang rapat dengan perasaan yang kacau.


"Apa-apaan coba Kak Leo, bikin jengkel aja. Mood ku jadi jelek kan sekarang." ucap Widiya.


    Widiya langsung bergegas menuju ruang rapat. Saat sudah berada didepan pintu ruang rapat, Widiya langsung masuk dan seharusnya dia duduk di sebelah Farida dan Kak Aji. Tapi malah jstru Widiya dudk di samping kakaknya Bara.


    Widiya masuk tanpa melihat orang-orang yang ada di dalam ruang rapat. Dan langsung duduk di samping kakaknya. Bara yang melihat tingkah adiknya itu berbeda dari biasanya, langsung bertanya kepada adiknya.


"Kamu kenap" tanya Wid. Mukamu kok kamu tekuk kayak gitu? tanya Bara.


"Hem. gaka da. Aku gak mau cerita sekarang nanti aja aku jelasin semua nya sama kakak kalau udah dirumah." Jawan Widiya.


"Baiklah kalau itu mau kamu. Ya udah lebih baik kita dengarin aja rapat hari ini." Ucap Bara kepada Widiya.


    Merekapun langsung fokus dan mendengarkan apa yang jadi pembahasan rapat kali ini. Tapi Widiya sama sekali tidak seperti biasanya dai hanya terdiam. Kak Aji, Farida dan teman-teman yang lain melihat sikap Widiya yang berbeda pun merasa aneh. Akhirnya Kak Aji bertanya kepada Farida tentang apa yang terjadi sama Widiya.


"Da, kenapa itu si Widiya kok diam aja dari tadi?" tanya kak Aji.


"Aku juga gak tahu kak, Habis dari toilet mukanya udah di tekuk kayak gitu." Jawab Farida.

__ADS_1


"Ada apa sama Widiya ya." Ucap Kak Aji.


"Udah kita bahas itu nanti aja seteleh selesai rapat kak. Lebih baik kita fokus aja dengan penjelasan rapat kali ini." Ucap Farida.


    Farida dan Kak Aji pun kembali fokus pada rapat tersebut. Namun tetap saja mereka berdua tidak bisa berhenti memadang kearah Widiya yang hanya diam dengan raut wajahnya seperti orang yang sedang kesal dengan seseorang.


    1 jam kemudian selesai rapat. Selesai rapat Widiya hanya duduk diam di dalam ruag rapat. Sementara peserta rapat yang lain sudah pergi meninggalkan ruangan rapat tersebut kerena jam istirahat sudah berakhir 30 menit yang lalu.


    Bara yang mendapati adiknya masih duduk di ruang rapat sambil membaca sebuah kertas dan juga ponsel yang ada ditangannya pun langsung menghampiri adiknya itu.


"Kamu gak masuk kelas Wid?" tanya Bara.


"Eh kak, gak kak aku mau disini dulu aku lagi gak mau ikut pelajaran siang ini kak." Jawab Widiya.


"Terus kertas yang di tanganmu itu apa?" tanya Bara.


"Oh bukan apa-apa kok Kak." jawab Widiya sembari meyembunyikan kertas yang ada di tangannya saat ini.


    Namun belum sempat WIdiya menyembunyikannya, kertas itu sudah di rebut terlebih dahulu oleh Bara. Widiya yang menyadari hal itu langsung meminta kakaknya untuk meminta izin kepada guru. Karena saat ini Widiya hanya ingi pulang dan tidan ingin bertemu dengan siapapu disekolah.


"Em kak. Kakak bisa gak izinin aku ke guru yang piket hari ini. Aku mau pulang." Pinta Widiya ke kakaknya.


    Bara yang mendengar hal itu terkejut karena tidak biasanya adiknya bersikpa seperti itu.


"Kamu sakit?" Tanya Bara khawatir.


"Iya. Aku agak gak enak badan sedikit." Jawab Widiya sedikit berbohong.


"Baiklah kalau gitu kamu minta Farida deh anatarin tas kamu kesini." Ucap Bara.


"Hem." jawab Widiya.


    Barapun langsung menuju kantor meminta izin untuk adiknya. Sedangkan Widiya dirinya meminta Farida mengantarkan tasnya keruang rapat.


"Da tolong kerang rapat dan sekaligus bawakantas ku. ( tulisa Widiya dalam pesannya dan langsung mengirim kepada Farida ). Maafkan aku Kak Bara,  aku terpaksa bohong bilang tidak enak badan. Aku hanya tidak ingin bertemu dengan Kak Leo hari ini. Maaf kak, Widiya terpaksa bohong."Ucap Widiya.


    Tak selang berapa lama Bara dan juga Farida sudah datang. Farida langsung menghampiri Widiya yang wajahya sedikit pucat.


"Kamu kenapa Wid?" tanya Widiya khawatir.


"Sedikit gak enak badan aja Da. Tolong sampaikan izin ku sama yang lain ya kalau kalian latihan Drumband sore ini. Mungkin aku gak akan masuk sore nanti." Jawan Widiya.


"Iya. ini tas kamu." Ucap Farida.


"Makasih ya Da." Ucap Widiya.


"Ya sudah kalau begitu aku balik dulu ke kelas tadi belum ada guru. Jadinya aku bisa kesini dengan cepat." Jelas Farida.


"Sekali lagi maksih ya Da. Kalau begitu kakak dan Widiya duluan ya. Biar Widiya bisa istirahat." Ucap Bara.


"Oh iya kak."


    Mereka bertiga pun langsug meninggalkan ruang rapat. Widiya dan kakaknya langsug menuju parkiran, sedangkna Farida dirinya langsung kembali ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2