
Setelah selesai makan malam, Bara meminta kedua adiknya untuk menemuinya diruang baca Mamahnya.
"Wid, CIn setelah makan dan bersih-bersih nanti temui kakak diruang baca Mamah, ada yang ingin kaka sampaikan sama kalian." Ucap Bara.
"Iya kak." Jawab Widiya.
"Wid kamu lanjutin aja makannya, kakak mau ke kamar dulu bersih-bersih badan." Ucap Cindy
"Iya Kak." Jawab Widiya.
"Mbak tadi siang sapa yang rapikan ruang baca Saya?" Tanya Cindy kepada salah satu pelayan.
"Saya Non Cindy." Jawab salah satu pelayan.
"Tadi Mbak ada lihat map tebal warna biru gak?" tanya Cindy lagi.
"Ada Non. Saya tadi ada lihat." Ucap pelayan tersebut.
"Mbak letakka dimana Mapnya. Soalnya besok itu mau saya bawa ke kampus."Tanya Cindy lagi.
"Saya lettakkan di dalam rak kecil disebelah rak buku warna coklat Non." Jawab pelayan tersebut.
"Oh ya sudah kalau begitu. Makasih ya mbak. Wid kaka ke atas dulu ya." Ucap Cindy.
"Iya kak." Jawab Widiya.
Widiya pun melanjutka makan malamnya. 15 menit kemudian dirinya sudah selesai menyantap makan malamnya. Sebelum menghampiri Bara kakaknya, Widiya berpesan kepada pelayan yang sedang membereskan meja makan untuk memotong buah lalu diantar keruang baca Mamahnya.
"Mbak nanti tolong potongkan buah-buahan yang ada ya. Setelah itu langsung antar ke ruang baca Mamah ya, Ah satu lagi tolong sama siapkan madu ya." Ucap Widiya.
"Baik Non." Ucapa salah pelayan tersebut.
Widiya langsung menuju ruang baca Mamahnya untuk menemui kakaknya.
"Kak Bara." Ucap Widiya sambil mengetuk pinti ruang baca milik mamahnya.
"Masuk aja Wid, pintunya gak kakak kunci." Jawab Bara dari dalam ruang baca Mamahnya.
Widiya pun langsng masuk, dan duduk di kursi yang ada di sebelah kakaknya.
"Ada apa sih Kak?" tanya Widiya penasaran.
"Mana Cindy."
"Kak Cindy.."
Saat Widiya hendak menjawab, Cindy sudha muncul dari balik pintu.
"Aku disini kak." Seru Cindy.
__ADS_1
"Tutup dulu pintunya." Pinta Bara.
"Ok." Jawab Cindy sembari menutup pintu.
Cindy langsung menutup pintu ruangan tersebut, dan duduk disebelah Widiya, sambil mengambil salah satu buku yang ada dirak belakangnya.
"Ada apaan sih kak, kayaknya serius banget?" Tanya CIndy.
"Iya biasnya juga kalau Mamah dan juga Ayah ada dinas luar kota gak sampek segitunya."Timpal Widiya.
"Sebenarnya Ayah dan Mamah dapat tugas dari dinas kesehatan dan juga TNI untuk menjadi relawan tim sar." Ucap Bara.
"Maksudnya gimana sih Kak?" Tanya Cindy kurang paham.
"Mamah dan Ayah harus membantu tim Sar dalam pencarian jenazah jetuhnya salah satu maskapai penerbangan Indonesia." Jalas Bara.
"Maksud kakak. Air A**** yang jatuh beberapa hari ang lalu.? "Tany Widiya untuk meyakinkan lagi.
"Iya, dan Ayah baru dapat telfon tadi pagi. Dan Mamah memutuskan ikut untuk membantu tim forensik disana." Ucap Bara.
"Lalu bagaimana dengan rumah sakit Kak?" Tanya Cindy.
"Untuk masalah rumah sakit Mamah sudah mempercayakan kakak untuk ambil alih smentara sampai Ayah dan Mamah pulang. Dan Mamah memberikan ini tadi sama kakak sebelum berangkat. ( ucap bara sambil mengeluarkan amplop yang berisi 6 credit Card yang masing-masing untuk mereka bertiga). Ini untuk kamu Cin." Sembari memberikan 2 Credit Card kepada Cindy.
"Kartu Kredit." Ucap Cindy sembari menerima Credit Card tersebut dari kakaknya.
"Iya. Dan Ini untuk kamu WId." Sembari memberikan 2 Credit Card juga kepada Widiya.
"Untuk masalah itu, Ayah juga sudah dicerita sama Kakak. Kamu harus pakai Credit Card itu biarpun hanya sekali,Jangan selalu pakai kartu yang lama." Ucap Bara.
"Baiklah. Tapi Kak apakah Ayah dan MAmah akan benar-benar lama disana?" Tanya Widiya.
"Untuk masalah itu kakak gak bisa memastikan Wid lama atau tidaknya Ayah dan Mamah disana. Semuanya tergantung dengan situasi yang ada disana." Jelas Bara.
Tak selang barapa lama ada suara pintu di ketuk dan itu adalah pelayan yang membawa buah potong dan juga madu yang Widiya minta tadi.
"Permisi Non ini saya." Ucap pelayan di balik pintu.
"Masuk aja Mbak pintunya gak di kunci." Ucap Widiya.
Pelayan itu pun langsung masuk dengan membawa nampan yang berisi potongan buah-buahan.
"Di letakkan dimana Non?" Tanya pelayan tersebut.
"Letakkan di meja sini aja mbak. Terima kasih ya." Ucap Widiya.
Pelayan tersebut segera meletakkan buah potong itu di meja yang dimaksud Widiya. Setelah meletakkan buah yang bawaya, pelayan itu langsung kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain.
"Kamu tadi Wid yang minta diantarian buah-buahan?"Tanya Bara.
__ADS_1
"Iya kak. Karena aku tahu sehabis makan tadi kakak dan juga Kak Cindy belum ada makan buah sam sekali, Jadi aku minta dipotongin buah dan diantar kemari." Jawab Widiya.
"Oh ya sudah dimakan tuh buahnya." Ucap Bara.
Widiya dan kedua kakakya langsuung memakan buha yang sudah dihidagkan. Namun baru beberapa potong memakan buah itu, ada suara ketukan pintu lagi.
"Permisi Non." Ucap pelayan dari balik pintu.
Widiya langsung berdiri dan meghampiri pelayan itu.
"Iya Mbak, ada apa?" Tanya Widiya.
"Ada telfon untuk Non."Ucap pelayang tersebut.
"Buat Saya, dari siapa Mbak?" Tanya Widiya lagi.
"Dari Non Farida." Jawab pelayan.
"Oh. Tolong bilag ke Faridan ya Mbak untuk telfon ke nomor Saya saja." Ucap Widiya.
"Baik Non." Jawab pelayan.
Pelayan itu langsung pergi. Sedangkan Widiya masuk lagi kedalam ruang baca Mamahnya, untuk memberitahukan kedua kakak nya kalau dia akan kembali kekamarnya.
"Kak Widiya kembali kekamar dulu ya. Kak Bara sama Kak Cindy aja yang habiskan buahnya." Ucap Widiya.
"Ya sudah. Kamu jangan tidur larut." Ucap bara.
"Ok."
Widiya langsung segera menuju kamarnya. Karena sudah bisa dipasti Farida menelfon diponsel miliknya. Saat kembali ke kamar dan melihat ponselnya, ternyata Farida menelfonnya sejak tadi tapi dirinya tidak mengetahui hal itu.
"Ternyata Farida yang menelfon ponselku dari tadi. Ada apa ya, tumben banget." Ucap Widiya.
Widiya langsung menelfon Farid. Saat hendak menelfonnya, ternyata Farida menelfon nya terlebih dahulu.
"Hallo WId, Kamu dari mana aja?" Tanya Farida dari sebrang telfon.
"Halo. Maaf Da aku tadi ada diruang baca mamahku. Ada apa kamu tumben sampek telfon?" tanya Widiya balik.
"Gak aku cuman mau ngasih tahu, kamu kan salah satu admind group kelas. Tolong kamu masukin nomornya Arifin di group kelas. Aku coba chat admind yang lain tapi gak ada respon sama sekali." Ucap Farida.
"Oh masalah itu. Ok setelah ini aku akan langsung menambahkan Arifin kedalam group kelas. Dia ada di Group Drumband kan?" Tanya Widiya.
"Iya dia ada di group drumband. Ya sudah kalau gitu aku mau ngerjakan tugas sekolah tadi. Jangan lupa kamu masukkan Arifin ke Group kelas." Ucap Farida
"Iya kamu tenang aja, setelah ini aku akan langsung masukkan Arifin ke group kelas. Ya sudah kalau kamu mau ngerjakan tugas yang tadi." Ucap Widiya.
Panggilan itu pun berakhir. Widiya pun langsung memasukkan kontak Arifin kedalam group kelas. Setelah memasukkan Nomor Arifin di group kelas, Widiya juga mengirim jadwal dan tugas dari mata pelajaran apa saja yang akan dikumpulkan dalam minggu ini.
__ADS_1
Setelah selesai memberitahukan semuanya. Widiyapun langsung menuju ruang bacanya untuk mengambil buku pelajaran dan juga tugas yang dia kerjakan tadi. Ketika sudah mengambil beberapa buku pelajaran dan juga tugas yang dikerjakannya tadi, Widiya langsung kembali kekamarnya. Namun dirinya bingung ingin melakukan apa. Karena jika tidur maka terlalu awal karena jam masih menunjukkan 20.00 (jam 8 malam.)
Akhirnya Widiya memutuskan untuk mendengarkan musik sambil berbaring atas tempat tidurnya. Tanpa Widiya sadari perlahan-lahan matanya sudah mulai mengantuk, hingga dirinya pun terlelap dalam tidrunya.