
Kini Arifin sudah sampai dirumahnya. Arifin langsung memarkirkan mobilnya ke garasi. Setelah memarkirkan mobilnya, Arifin langusng masuk kedalam rumah. Salah seorang pambantu pun menghampirinya dan ebrtanya apakah perlu disiapkan makan malam untuk dirinya.
"Apakah perlua saya siapkan makan malam Den?" tanya Pembantu tersebut.
'Tidak usah bik, saya sudha makan malam di luar. Mamah udah tidur?" Ucap Arifin balik bertanya.
"Nyonya tidak ada di rumah Den." Jawab pembantu tersebut.
"Mamah kamana?" tanya Arifin lagi.
"Tadi sore Nyonya sudah pulang, tapi gak lama keluar kagi dengan membawa koper." Jelas pembantu itu.
"Ada bilang mau kemana?" Tanya Arifin.
"Katanya Nyonya tadi ada pekerjaan di luar kota Den. Kemungkinan sekiat 1 mingguan disana." Ucap pembantu tersebut.
"Oh begitu, kalau papah ada teldon gak bik?" tanya Arifin menanyakan Papahnya.
"Tidak ada Den." Jawab pembantu itu.
"Ya sudah kalau begitu. Tolong antarkan air kekamar Saya Bik." Ucap Arifin.
"Baik Den." Jawab pembantu tersebut.
Arifin pun langsung menuju kamarnya dan segera membersihkan badannya. 15 menit kemudian Arifin sudh selesai mandi dan juga mengganti pakaiannya. Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Arifin langsung menuju meja belajar dan mulai mengerjaan beberapa tugas sekolah dan membaca buku pelajaran.
Saat memgerjakan tugas, pintu kamar Arifin ada yang mengetuk, ternyata seorang pembantu membawa nampan yang berisi Jus buah, air putih dan juga makanan ringan untuk Arifin.
"Permisi Den." Ucap pembantu tersebut.
"Masuk aja bi, pintuny gak saua kunci."
Pembantu itu langsung masuk dan meletakkan nampan itu di bagian lain meja belajar Arifin yang kosong.
__ADS_1
"Saya letakkn disini ya Den." Ucapa pembantu tersebut sambil meletakkan nampan itu di atas meja.
"Oh iya Bik. Makasih ya bik." Ucap Arifin.
"Kalau begitu saya permisi dulu Den."
Pembantu itu langsung keluar dari kamar Arifin. Sedangkan Arifin kembali meneruskan belajarnya sambil sesekali menyantapcemilan dan jugaminuman jus yang ada di dekatnya itu, dan air poutihnya sudah diatas nakas dekat tempat tidurnya.
1 jam kemudian Arifin sudah selesai dari belajarnya. Jam sudah menunjukkan jam 11.00 malam, Arifin langsung mengakhiri belajar nya itu.
"Hah, ternyata sudah jam segini, pantas saja kau sudah mulai mengantuk." Ucap Arifin melihat jam di layar ponsel miliknya.
Arifin langsung mengemasi buku-bukunya, dan memasukkannya kedalam tas sesuai dengan jadwal pelajaran besok. Setelah itu Ariifn membawa nampan yang berisi gelas dan juga mangkook kotor bekas jus dan juga makanan ringan tadi kedapur dan sekaligus membersihkannya.
Walaupun Arifin lahir dengan kemewaha dari kedua orang tuanya, tapi Arifin bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah selesai membershkan gelas dan juga mangkok kotor tersebut, dirinya langusng kembali kekamarnya. Sebelum membaringkan tubuhnya di kasur, Arifin meminum air putih yang terletaj di atas nakas dekat tempat tidurnya, setelah itu dirinya baru bisa tidur. Tidak membutuhkan waktu lama, Arifin sudah terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya di rumah Widiya, Widiya sudah bangun, jam sudah menunjukkan jam 06.00 pagi. Widiya langsung bangun dan menuju kamarnya yang di atas untuk membersihkan badannya dan berenca untuk berangkat kesekolah hari ini. Namun hal itu diurungkannya, karena Widiya baru ingat bahwa hari ini dokter akan datang untuk memeriksa keadaannya.
"Ah lebih baik aku mandi sekarang dikamar atas."Ucap Widiya pada dirinya sendiri.
"Kamu udah bangun Dek." Ucap Bara.
"Iya kak. Sebenarnya hariin Widiya mau berangkat ke sekolah, tapi baru ingat kalau hari ini dokter keluarga mu datang untuk memeriksa keadaan Widiya." Ucap Widiya.
"Ya udah kalau begitu besok aja masuk sekolahnya, hari ini kamu dirumah kakak temani. Hari ini kakak gak kerumah sakit ataupun ke kampus." Ucap Bara.
"Oh gitu. Kak Cindy kayaknya belum bangun, kalau begitu Widiya mau bangunin kak cindy dulu." Ucap Widiya.
"Ya udah kalau gitu kakak tunggu di meja makan untuk sarapan barenga ya." Ucap Bara.
"Ok Kak." Jawab Widiya.
Widiya langsung menuju kamar Cindy yang juga berada di lantai atas sama seperti dirinya. Kamar Cindy bersebelahan dengan ruang belajar milknya. Kini Widiya sudah berada didepan pintu kamar Cindy, Widiya pun mengetuk pintu kamar kakaknya itu.
__ADS_1
"(Tok, tok, tok.) Kak Cindy, kak." Panggil Widiya sembari mengetuk pintu kamar Cindy.
"Iya masuk aja Wid, pintunya gak kakak kunci kok." Ucap Cindy dari dalam kamarnya.
"Oh kaka udah bangun ternyata. Aku pikir kakak belum bangun." Ucap Widiya sembari masuk kedalam kamar kakaknya.
"Sebenarnya kakak udah bangun dari tadi, tapi tadi masi malas bangun, akhirnya nanti,nanti aja." Ucap Cindy yang masih berada di atas kasur.
"Oh gitu." Ucap Widiya
"Kamu sendiri hari ini gak langsung masuk sekolah?" tanya Cindy.
"Niat awalnya begitu. tapi bau ingat kalau hari ini dokter keluarga datang jadi niat itu aku urungkan." Jawab Widiya.
"Ya sudah gak papa. Besok kan kamu bisa masuk, hari ini kamu dirumah aja sama Kak Bara." Ucap Cindy.
"Kak Bara tadi juga bilang begitu. Ya udah kak, lebih baik kita kebawah sekarang. Kak Bara udah nungguin kita di meja makan." Ucap Widiya.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Cindy sembari beranjak dari tempat tidurnya.
Cindy dan Widiya langsung menuju meja makan untuk menemui kakak pertama mereka. Bara sudah meunggu kedua adiknya di meja makan.
"Pagi Kak." Sapa Cindy.
"Pagi Cin. Hari ini kamu cuma 1 mata kulaih aja kan?" tanya BAra.
"Iya kak. Tapi mungkin habis kuliah aku mau ke tempat teman ku dulu, ada tugas kelompok, mungkin sore aku baru pulang." Ucap Cindy.
"Baiklah jangan pulang telat. Malam ini Ayah dan Mamah akan menelfon." Ucap Bara.
"Benarkah Kak." Sahur Widiya.
"Iya. Makanya dari itu kamu jangan pulang telat ya Cin." Ucap Bara.
__ADS_1
"Iya kak." Jawab Cindy.
Mereka bertiga langsung menyantap sarapan mereka masing-masing.