
"Wid, makan dulu ya setelah itu minum obat nanti bair kak Bara yang pasangkan infus untuk kamu." Ucap Cindy.
"Iya kak. Makasih udah rawat Widiya, dan maaf sudah buat kak Cindy dan Kak Bara khawatir." Sesal Widiya.
"Udah, hal itu gak usah dipikirin. Kamu makan aja dulu buburnya, kakak mau ambil infusnya dulu diruang kerja Mamah. Cin kamu suapin Widiya." Ucap Bara.
"Iya kak." Ucap Cindy.
Bara langsung keluar dari kamar Widiya dan menuju ruang kerja Mamahnya untuk mengambil Infus dan peralatan yang lainnya. Semantara itu di kamar WIdiya, Cindy tengah menyuapi adiknya sambil berbincang-bincang. Cindy penasaran apa yang sebenarnya di pikirkan adiknya sampai adiknya seperti ini.
"Gimana keadaan mu sekarang?" Tanya Cindy.
"Udah baikan kak, tapi terkadang kalau buka mata mual dan juga pusing." Ucap Widiya.
"Itu karena kamu kekurangan asupan vitamin penamping. Setelah kamu pulih kamu harus minum vitamin kamu Wid." Tegas Cindy.
"Iya kak. Em kak, apa kalian kasih tahu Mamah dan Ayah tentang kondisi ku saat ini?" tanya Widiya.
"Kakak belum ada telfin Ayah ataupun Mamah semenjak mereka berangkat. Kamu gak perlu khawatir semua akan baik-baik saja." Ucap Cindy.
__ADS_1
"Tapi kadang Widiya kangen sama Ayah dan juga Mamah kak." Ungkap Widiya jujur.
"Sama Wid, kakak dan Kak Bara juga kangen sama Mamah dan Ayah. Oh ya tadi Kak Bara sempat cerita sama Kakak, katanya da teman satu kelas kamu yang namanya Arifin ya?" tanya Cindy.
"Iya. Kak Bara kenal Arifin, dan Arifin juga kenal Kak Bara. Arifin juga tadi sempat manggil Kak Bara dengan sebutan Kakak spiderman. Aku gak ngerti maksudnya apa." Ucap Widiya.
"Ceritnya panjang. Makan buburnya udah tinggal minum obat lagi." Ucap Cindy.
Tak selang berapa lama Bara datang dengan mambawa peralatan medisnya, dan juga infus.
"Ok sekarang waktunya kita pasang infus untuk kamu."Ucap Bara.
"Sekali lagi makasih ya kak dan maafin WIdiya yang bandel dan jugat udah buat khawatir Kak Cindy dan Kak Bara. Widiya janji setelah ini Widiya akan rajin minum vitamin nya." Ucap Widiya dengan rasa menyesal.
"Udah, Sekarang ada yang ingi kami tanyakan sama kamu Wid, dan kami harap kamu mau jujur dan tidak ada yang kamu tutupi sama sekali," Ucap Bara.
"Sekarang kakak mau tanya sama kamu tentang kehidupan kamu disekolah. Karena seperti kamu dengar dari Dokter, kamu gak boleh sampek stress. Sebenarnya ada hal apa yang mengganggu pikiran kamu?" tanya Cindy penuh selidik.
Widiya yang mendengar hal itu dirinya merasa bingung harus menjawab apa. Widiya berpikir sejenak apakah ini waktu yang tepat untuk menceritakan apa yang selama ini dia alami selama disekolah. Tapi ada perasaan takut dihati Widiya untuk menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Apakah ini waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya sama Kak Cindy dan juga Kak Bara. Tapi akiutakut Kak Leo akan melakukan perkataannya kepada Kak Cindy dan juga Kak Bara." Ucap Widiya dalam hati.
Widiya terus berpikir apakah semuanya akan baik-baik saja dan apakah semua akan kembali normal seperti sebelumnya, seperti sebelum dirinya mengenal kak Leo tahun lalu hingga saat ini.
Bara yang melihat ekspresi Widiya yang takut pun langsung bertanya apakah semuanya baik-baik saja.
"Wid, kamu kenapa kok mukamu gelisah kayak orang ketakutan begitu?" tanya Bara sedikit khawatir.
"Oh gak kok kak, Kak untuk hal yang kakak tanyakan tadi, aku sama sekali gak ada kesulitan disekolah dan semuanya berjalan normal. Kak aku mau istirahat. Aku udah mulai mual dan pusing lagi." Ucap Widiya.
"Oh, maafkan kaka Wid, Ya sudah kalau begitu kamu istirahatlah, kami akan kembali kekamar. Ayo kak." Ucap Cindy.
"Cepat sembuh adik kecil kakak." Ucap Bara sambil mencium kening adiknya itu.
Bara dan Cindy pun keluar dari kamar Widiya dengan membawa nampan yang berisi mangkok kotor dan juga obat Widiya tadi. Sedangkan Widiya kini dirinya tengah menangis, karena sudah berbohong dengan kedua kakaknya tentang apa yang tidak bisa dia ceritakan untuk saat ini.
"Maafin Widiya kak, Widiya masih belum bisa cerita tentang hal itu. Tapi Widiya janji jika semuanya sudah benar-benar bisa Widiya kontrol dan juga Widiya atasi, Widiya akan menceritakan semuanya sama Kak Bara dan Kak Cindy. Sekali lagi maafin Widiya kak." Ucap Widiya dalam tangis nya.
Widiya menangis hingga dirinya mulai tertidur.
__ADS_1