
Kini sudah tiba waktunya pulang sekolah, Widiya langsung menelfon kakak pertamanya,Bara. Apakah hari ini kakaknya itu bisa menjemputnya di sekolah.
"Udah lah lebih baik aku telfon kak Bara aja, siapa tahu dia bisa jemput dan lagi gak sibuk." Ucap Widiya sambil menekan kontak person kakaknya.
Namun belum sempat menelfon, Arifin menghampirinya bersama dengan Farida. Dan bertanya kenapa belum pulang dan dimana supir yang mengantar dirinya dan Farida pagi ini.
"Loh Wid, kamu belum pulang. Supir mu mana?" tanya Farida.
"Oh Mang Adi udah balik duluan Da, solnya ngantar Mamah sama Ayah ke bandara." Jawab Widiya.
"Oh, kalau guitu bareng sama kita aja, kebetulan aku bawa mobil sendiri." tawar Arifin.
"Iya Wid, Aku juga bareang sama Arifin. Supir gak bisa jemput karena harus antar MAmah ke tempat Tante." UCap Farida.
"Makasih Fin, tapi aku tadi udah telfon kakak tertuaku untuk jemput." Jelas Widiya.
"Oh kamu udah telfon Kak Bara." Ucap Farida.
"Iya."
"Beneran kamu gak mau ikut kita Wid?" tawar Arifin sekali lagi.
"Iya Fin, maaf ya."Ucap Widiya.
"Ok deh gak masalah kalau gitu aku sama Farida duluan ya." Ucap Arifin.
"Aku duluan ya Da." Ucap Farida.
"Ok hati-hati dijalan ya." Sahut Widiya.
Arifin dan Farida langsung meninggalkan Widiya. Sedangkan Widiya berusaha menelfon kakaknya, Bara. Namun tak kunjung terhubung. Karena sudah cukup lama menunggu dan juga sudah mulai sore, Widiya langsung memesan taksi. 15 menit kemudian taksi yang ditelfonnyapun tiba. Widiya langsung masuk dan segera memberitahukan alamat rumahnya.
45 menit kemudian Widiya sudah sampai di depan rumahnya. Widiya langsung membayar tagihan taksinya, setelah itu langsung turun dari dalam taksi tersebut dan masuk kedalam pagar rumahnya.
"Baru pulang Non." Tanya Pak Satpam.
"Iya Pak. Oh ya Kak Bara sama Kak Cindy sudah pulang?" tanya Widiya kepada Pak Satpam.
"Den Bara belum pulang Non, kalau untuk Non Cindy siang tadi sudah pulang, tapi baru saja keluar lagi Non."
"Oh begitu. Ya sudah kalau begitu saya masuk dulu."
Widiya langsung masuk kedalam rumah, dan ternyata dirinya sudah disambut para pelayan yang berkerja di rumahnya.
"Selamat datang Non."
"Iya. Ayah sama Mamah ada bilang mau pergi kemana?" tanya WIidiya kepada para pelayan.
__ADS_1
"Tadi kaa nyonya, mau berangkat ke Surabaya Non." Jawab salah satu pelayan.
"Surabaya. Apa pesan tidak untuk saya?" Tanya Widiya lagi.
"Ada Non. Ini ada titipan amplop dari Tuan, dan Tuan juga tadi berpesan bahwa Non WIdiya sudah diizinkan umyuk membawa kendaraan sendiri." Jawan pelayan tersebut sembil memberikan amplop kepada Widiya.
"Oh begitu. Baiklah jiak Saya sudah diizibkan. Terima kasih ya mbak (sembi menerima amplop dari pelayan tersebut). Dan ya tidak perlu menyiapkan makan siang untuk Saya, karen tadi Saya sudah makan di sekolah. Cukuo buatkan jus kesukaan saya." Ucap Widiya.
"Baik Non. Langsung diantar kekamar Non Widiya atau diruang baca?" tanya pelayan tersebut.
"Keruang baca aja Mbak. Kalau begitu saya keatas dulu."Ucap Widiya.
Widiya pun langsung menuju kamarnya untuk mengganti baju seragamnya dengan baju biasa. Setalah berganti baju, Widiya langsung menuju ruang baca yang terletak disebelah kamarnya. Dirinya langsung membuka laptop dan juga pelajarannya. Widiya langsung mengerjakan PR sekolahnya, karea dirinya tidak sama sekali tidak suka yang namanya menunda. Apalagi jika itu berhubungan dengan PR dari sekolah.
Karena terlalu fokus mengerjakn tugas sekolahnya, Widay tidak sadar sedari tadi pelayang yang mengantar keukaannya sudah mengetuk pintu dari tadi. Widiya seketik tersadar saat ketukan terakhir.
"Siapa?" tanya Widiya.
"Ssaya Non." Jawab mbak pelayan.
"Masuk aja, pintunya tidak dikunci." ucap Widiya.
Pelayan itu pun masuk dengan membawa nampan yang berisi jus keukaan Wiiya dan juga cemilan untuk Widiya.
"Diletakkan dimana Non?" tanya pelayan tersebut.
Pelayan itu pun lansgung meletakkan jus dan juga cemilan yang dibawanya tadi di atas meja kecil yang dimaksud oleh Widiya.
"Makasih ya Mbak." ucap Widiya.
"Kalau begitu saya permisi dulu Non." ucap Pelayan itu sambil berjalan keluar dari ruang baca Widiya.
Widiya hanya membalas dengan senyuman saja . 15 menit kemudian Widiya sudah selesai mengerjaka tugas sekolahnya, dirinya langsung menuju sofa santai yang ada diruang bacanya itu dengan sebuah novel yang ada ditangannya.
Widiya menikmati jus dan juga cemilannya sambil membaca novel yang baru di belinya beberapa hari lalu. Tak teraa waktu berlalu begitu cepat. Widiya baru menyadari hal itu saat kakak pertamanya Bara menghampirinya diruang baca.
"Dek." Panggil Bara seraya masuk kedalam ruang baca Widiya.
Namun Widiya masih fokus dengan novel yang ada di tangannya. Bara hanya tersenyum melihat adiknya itu.
"Dek." Panggil Bara sekali lagi.
"Eh kakak." Jawab Widiya terkejut karena melihat kakak tertuanya berada didalam ruang bacanya.
"Kamu gak bersih-bersih, ini udah sore loh." Tanya Bara kepada adiknya itu.
"Memangnya sekarang jam berapa kak?" Ucap Widiya berbalik bertanya.
__ADS_1
"Udah jam 5 sore tuh. Oh ya tadi siang kamu ada apa telfon kakak?" Tanya Bara.
"Oh itu, tadi Widiya minta jemput kakak. Tapi kakak gak jawab, ya udah WIdiya pulang naik taksi aja tadi." Jawab Widiya.
"Maaf ya tadi kakak ada kelas jadi gak angkat telfon kamu ( jelas Bara). Terus supir kemana?"
"Ngantar Ayah sama Mamah ke Bandara tadi kak. Mungkin sekarang udah ada di rumah." ucap Widiya.
"Ya udah kamu mandi gih sana. Nanti biar kakak yang minta pelayan bawa ini kedapur." Ucap Bara.
"Ok." Jawa Widiya.
Widiya pun langsung kembali kekamarnya. dan Bara memanggil pelayan untuk membersihkan gelas dan piring kotor yang dia bawa dari ruang baca Widiya.
Kini tiba waktunya makan malam. Widiya dan kakaknya, Bara langsung menuju meja makan karena makan malam sudah disiapkan. Tapi kakak perempuan Widiya, Cindy belum datang. Widiya pun akhirnya bertanya kepada salah seorang pelayan yang sedang menata makan malam di atas meja makan.
"Mbak Kak CIndy belum pulang ya?" Tanya Widiya.
"Belum Non." Jawab pelayan tersebut.
"Ok."
Tak selang berapa lama ada suara mobil yang terparkir di garasi mobil, dan ternyata Cindy baru saja pulang dari kerja kelompok bersama dengan teman-temannya.
"Aku pulang." Ucap Cindy sembari masuk kedalam rumah.
"Kamu dariman Cin?" tanya Bara.
"Aku dari kerja kelompok kak, sambil nyari bahan untuk pratikum besok." Jawab Cindy.
"Ya udah kalau begitu kita makan malam dulu, setelah itu kamu baru bersih-bersih." Ucap Bara.
"Mamah sama Ayah mana?" Tanya Cindy
"Mamah sama Ayah keluar kota kak, jadi ya kita bertiga di rumah." Jawan Widiya.
"Ayah dapat dinas diluar kota dan Mamah ikut, tadi siang berangkatnya. Mungkin Mamah sama Ayah disana sekitar 2 minggu atau lebih." Jelas Bara.
"Kok kakak bisa tahu?" tanya Widiya penasaran.
"Mamah tadi siang telfon kakak untuk datang kerumah sakit. Sama nitip sesutu untuk kalian berdua." Ucap Bara.
"Apa kak?" Tanya Widiya lagi.
"Nanti saja kita bahas masalah itu. Lebih baik kita makan malam dulu." Pinta Bara.
Mereka pun langsung menyatap makan malam mereka. Sebenarnya hal seperti ini mereka sudah biasa jalani karena profesi kedua orang tua mereka. Bagi Widiya, Bara dan juga Cindy dinas luar kota orang tua mereka adalah liburan, Karena pekerjaan kedua orang tua mereka sangat diperlukan orang banyak.
__ADS_1