
Hari berganti miggu, Mingu berganti Bulan, berlalu dengan begitu cepat. Kedektan yang terjalin antara Widiya dan Leo pun semakin terlihat. Hal itu lah yang membuat Leo memiliki perasaan lebih kepada Widiya. Namun Widiya hanya menganggap Leo, tak lebih dari seorang kakak. Karena bagi Widiya kak Leo adalah orang yang bsia dia anggap kakak setelah Kak Bara dan juga Kak Aji. Farida bertanya kepada Widiya tentang apa yang diperhatikannya selama ini, antara Widiya dan juga Kak Leo.
"Wid, aku boleh ngomong sesutu gak sama kamu?" tanya Farida.
"Ngomong aja. Kan biasanya kamu langsung cerita Da, kenapa kmu sekarang minta izin?" Ucap Widiya balik bertanya.
"Ya gak papa. Sebenarnya aku mau bicara soal kedekatan kamu sama Kak Leo akhir-akhi ini." Ucap Farida.
"Memang nya ada apa?" Ucap Widiya balik bertanya.
"Aku ngerasa Kak Leo suka deh sama kamu."Ucap Farida.
Widiya yang mendengar hal itu langsung menatap kearah Farida, yang duduk di hadapannya.
"Jangan bicara ngaco deh Kamu Da, dan mungkin Kak Leo suka sama aku. Kan kamu tahu sendiri Kak Leo suka sama Kak Luna senior kita Fisika 1." Ucap Widiya.
Kak Aji yang mendengar percakapan Widiya dan Farida pun lagsung membenarkan apa yang dikatakan Farida.
"Yang di katakan Farida benar Wid. Kakak saksinya." Ucap Kak Aji.
"Maksudnya apaan sih?" Tanya Widiya yang masih merasa bingung.
"Leo itu suka sama kamu. Kemarin dia datang kerumah kakak, nanyak tentang apa yang suka, apa yang gak kamu suka, kamu udah punya pacar atau belum, ada orang yang kamu suka atau gak." Ucap Kak Aji.
"Terus kak Aji jawab apa?" Tanya Farida.
"Ya kakak bilang kalau masalah itu kakak gak terlalu tahu. Tapi yang jelas dia minta bantuan kakak untuk ngungkapin perasaannya sama kamu Wid." Ucap Kak Aji.
"Tuha kan Wid, Kak Leo itu benar-benar suka sama kamu." Ucap Farida.
"Ya kalaupun Kak Leo suka sama aku, aku harus bagaimana. AKu gak bisa ngelarang dia untuk gak suka sama aku. Tapi jujur ya aku sama sekali gak ada perasaan lebih untuk Kak Leo." Ucap Widiya.
"Ini yang kakak takutkan Wid." Ucap Kak Aji.
__ADS_1
"Maksud Kak Aji apa?"Tanya Widiya.
"Kakak tahu Leo orangnya seperti apa, karena dulu kami satu sekolah saat SMP. Leo adalah orang yang sangat ambisius dan apapun yang sudah membuatnya tertarik dia akan mendapatkan hal itu dengan cara apapun. Kakak takut, saat Leo tahu kamu tidak memiliki perasaan apapun sama dia hal yang dilakukannya bukan mundur. Melainkan dia akan berusaha untuk dekat sama kamu dengan cara apapun;." Ungkap Kak Aji.
"Serius kak." Ucap Farida tidak menyangka.
"Iya Da. Leo itu gak bisa menerima penolakan. Kakak tahu semua itu Karena Leo pernag suiak dengan salah satu teman sekelas kita. Tapi saat dia tahu bahwa orang itu tidak suka dengan dia, Dia selalu berusaha untuk dekat dengan orang itu. Hingga akhirnya cewek itu risih sendiri dan memutuskan untuk pindah sekolah dan pindah dari kota ini juga untuk selama-lamanya. Dari situlah kakak sedikit mulai menjaga jarak dan menghindar. Sekarang yang kakak takutkan adalah dia akan kembali seperti itu danakan melakukan hal yang lebih nekat dari apa yang dia lakukan dulu." Jelas Kak Aji.
Widiya hanya bisa terdiam dengan apa yang dijelaskan oleh Kak Aji. Kini ada perasaan takut yang hadir di hatinya, Widiya takut apa yang di katakan oleh Kak Aji akan terjadi semuanya.
"Terus sekarang apa yang harus aku lakukan kak?" tanya Widiya.
"Untuk saat ini kamun bersikap seperti biasa saja, Seakan akan kamu tidak tahu tentang perasaan Leo. Karena kakak takut Leo akan berbuat nekat jika dia tahu kalau kamu tidak memiliki perasaan kepadanya. Kamu gak perlu takut, Kakak Faria dan semuanya akan selalu ada untuk membantu kamu. Intinya yang sekarang kamu bersikap biasa aja, dan jika memang mungkinkan kamu untuk menjaga jarak itu lebih baik. Tapi lakukan pelahan agar tidak terkesan kalau kamu memang menjaga jarak dengan dia."Jelas Kak Aji.
"Yang dikatakan Kak Aji benar Wid. Mungkin dengan kamu muali menjaga jarak itu aja jauh lebih baik." Ucap Farida.
"Semoga."Ucap Widiya dengan penuh harap.
Kini Widiya haya bisa berharap, semoga aoa yang di katakan oleh Kak Aji tidak benar-benar terjadi. Pelajaran berlangsung dengan tertib seperti biasanya, kini sudah tiba waktunya jam pulang. Widiya berjalan menuju pagar sekolah, karena supir yang bertugas menjemputnya sudah datang.
"Ada apa kak?" Tanya Widiya kepada Leo.
"Em malam ini kamu ada acara gak?" Jawab Leo, sembari blik bertanya kepada Widiya.
"Ada kak, malam ini ad acara makan malma bersama di rumah teman Ayah, kanapa?" Ucap Widiya balik bertaya.
"Oh begitu ya, kalau besok malam bagaimana?"
"Kalau besok malam aku gak tahu ya kak. Memangnya ada apa?" tanya Widiya.
"Em in kakak mau ngajakin kamu nonton bisokop, kebetulan kakak ada tiketnya dapat dari teman kakak untuk dua orang." Jelas Leo.
"Oh gitu. Tapi aku gak janji ya kak, aku bisa atau gak, Nanti kalau memang aku bisa aku langsung kabari Kak Leo, bagaimana?" Ucap Widiya.
__ADS_1
"Ok deh. Kalau bisa langsung kabari kakak ya." Ucap Leo.
"Ok. Kalau begitu aku dulua ya kak, soalnya udah ditungguin sama supir." Ucap Widiya.
"Oh ok." Jawab Leo.
Widiya langsung masuk kedalam mobil, Supir pun langsung mengarahkan mobil menuju kediaman Widiya. Namun sebelum itu Widiya meminta supir untuk mengatarnya menuju toko buku, karena Widiya ingin membeli beberapa Novel yang baru terbit bulan lalu.
"Pak, nanti mampir dulu ke toko buku biasanya ya." Ucap Widiya.
"Baik Non." Jawab pak supir.
Widiya pun melihat ponselnya, dan ada beberapa pesan dari kakak tertuanya, Bara yang memberitahukan bahwa dirinya akan berangkat bersama dengan kedua kakaknya. Sedangkan kedua orang tua mereka akan berangkat dari rumah sakit.
"Wid, tadi kakak ada telfon kamu tapoi gak kamu angakt mungkin kamunya masih ada kelas. Kalau kamu baca pesan ini, nanti kamu langsung pulang aja, Kamu, Cindy dan kakak akan berangkat barengan kerumah teman Ayah. Sedangkan Ayah dan Mamah akan berangkat dari rumah sakit."
Widiya langsung membalas pesan dari kakaknya itu.
"Ok kak, ini Widiya lagi perjalanan pulang."
Setelah mengirim pesan tersebut kepada kakaknya, Widiya kembali membuka link yang berisi buku novel apa saja yang sudah terbit di toko buku langganannya. Tak selang berapa lama Widiya sudah sampai didepan toko buku lagganannya itu.
"Pak, Bapak tunggu di warung depan ya. Mungkin saya agak lama di dalam nya, jadi bapak bisa menunggu sambil minum kopi sebentar dan ini uang untuk beli kopinya." Ucap Widiya sembari memberikan 2 lembar uang pecahan 100ribuan.
"Terima kasih Non." Jawab pak supir sembari menerima uang dari Widiya.
Setelah memberikan uang untuk membeli kopi kepada supir, Widiya langsung turun dan bergegas masuk kedalam toko buku. Sesudah berada didalam toko buku, Widiya langsung menuju rak buku bagian Novel. Widiya langsung saja mencari beberapa novel yang baru terbit dan juga Novel yang pernah di bacanya namun belum dimilikinya. Dan tak lupa dirinya memberli beberapa peralatan sekolah.
30 menit kemudian Widiya sudah selesai membeli novel dan juga beberapa perlatan sekolahnya. Widiya langsung menuju mobil dan masuk, ternyata supir sudah menungg didalam mobil.
"Pak langsung pulang saja."Ucap Widiya.
"Baik Non." Jawab Pak Supir.
__ADS_1
Pak supir langsung melajukan mobilnya menuju rumah Widiya.