Demi Persahabatan Aku Merelakannya Novel Version

Demi Persahabatan Aku Merelakannya Novel Version
Bagian 14 / Episode Khusus.


__ADS_3

Kini tiba waktunya istirahat. Widiya hanya ingin di dalam kelas saja dan tidak ingin kekantin sama sekali.


"Kamu yakin gak mau ikut ke kanti Wid?" Tanya Farida.


"Iya Da. Kalau kau mau ke kantin, ke kantin aja. Aku gak masalah kok di kelas." Jawab Widiya.


"Kamu gak mu nitip sesuatu?" tanya Farida.


"Em kalau gitu aku nitip ini aja deh air mineral sama sandwich aja. ini uangnya. Sisanya belikan apa gitu, tapi jangan gorengan ya da." Ucap Widiya sembari memberikan uang pecahaa 50ribuan kepada Farida.


"Ya udah kalau gitu aku kekantin dulu. 10 menit lagi aku balik." Ucap Farida sembari bejalan keluar dari kelas.


"Ok." jawab Widiya.


Farida pun langsung bergegas menuju kantin. Awalnya Farida berniat makan di kantin bersama Widiya, tapi ternyata sahabatnya itu tidak ingin ke kantin justru malah diam di kelas. Setelah Farida pergi, Widiya langsung mendengarkan musik sambil membaca buku pelajarannya. Widiya tidak sendirian didalam kelas, ada beberapa teman-temannya yang masih ada di dalam kelas.


    Saat Widiya sedang fokus membaca buku tiba-tiba saja Kak Aji datang menghampirinya dengan nafas yang tidak beraturan seperti orang yang baru habis berlari. Widiya yang menyadari kedatangan Kak Aji langsung menutup bukunya dan mematikan musik yang didengarnya tadi.


"Kakak kenapa?" Tanya Widiya kepada Kak Aji.


"Sebentar kaka ngatur nafas dulu." Jawa kak Aji kepada Widiya.


"Yang nyuruh kakak lahi siapa?" Ucap Widiya.


"Gak ada, ini darurat. Makanya kakak buru-buru kesini. Dimana Farida?" Tanya Kak Aji.


"Dia lag ke kantin. Memang nya ada hal darurat apa?" Tanya Widiya semakin penasaran.


"Ini tentang kamu dan juga Leo." Ucap Kak Aji.


Saat mendengar nama Leo, Widiya langsung melirik kearah teman-temannyayang ada di dalam kelas.


"Kalau kakak mau bahas masalah Kak Leo lebih baik tunggu Farida aja." Ucap Widiya.


"Kok gitu." Ucap Kak AJi heran.


"Udah ikutuin aja apa kataku.


10 menit kemudian Farida datang dengan membawa 2 kantongan yang berisi makanan dan minuman pesanan Widiya.


"Tuh Farida datang." Ucap Widya


"Eh ada kak Aji tumben bengat kakak kesini, biasanya juga langsung kekantin." Ucap Farida.

__ADS_1


"Rencananya begitu, tapi ada hal yang lebih penting yang harus kakak bicarakan sama kalian terutama Widiya." Jawab Kak Aji.


Widiya yang mendengar hal itu pun langsung meminta teman-temannya yang ada di dalam kelas untuk keluar sebentar.


"Em, teman-teman mohon maaf sebelumnya, apakah teman-teman isa keluar sebentar, dan aku juga minta tolong satu orang untuk didepan pintu agar tidak ada yang masuk, sekali lagi mohon maaf." Pinta Widiya kepada teman-temannya.


Teman-temannya pun langsung keluar dari kelas itu, dan salah satu dari mereka ada yang menunggu didepan pintu agar tidak ada orang ang masuk. Setelah semua teman-teman Widiya keluar, Kak Aji langsung membuka pembicaraan.


"Wid, jawab jujur, apa benar kamu pacaran sama Leoo dan kalian baru jadian semalam?" Tanya Kak Aji.


"Aku gak ada pacaran sama Kak Leo, dan Kak Leo aja gak ada nungkapin perasaanny sama aku. Dan kalau dia bilang semalam aku jadian sama dia, kapan aku jalan sama dia. Aku itu semalam ada makan mlama bersama dirumah teman Ayah. Dan aku sama sekali gak ada chat ataupun telfon sama Kak Leo. Kalaupun dia ada ngirim chat, tapi aku gak balas." Jelas Widiya.


"Serius kamu Wid?."Tanya Kak Aji meyakinkan lagi.


"Iya kak. Kalau kalian gak percaya, kalian bisa tanya kok sama Ayah, Mamah, Kak Bara dan juga Kak Cindy. Mereka tahu apa yang aku lakukan kemarin dari pulang sekolah sampai malam. Lagain siapa sih yang nyebarin gosip  kayak gitu, bikin Mood ku dari tadi pagi ancur tau gak." Ungkap Widiya.


"Sebenarnya yang nyebarin kabar ini tuh Leo. Dia yang bilang sama semua orang kalau kamu sama dia udah jadian." Ucap Kak Aji.


"Apa, yang bene Kak." Tanya Farida terkejut.


"Kek Leo bilang kayak gitu. Wah bener-bener tuh orang." Ucap Widiya yang sudah kesal.


"Makanya kakak buru-burur datang kesini untuk mastiin itu semua." Ucap Kak Aji.


"Bisa-bisanya dia bilang begitu. Ini gak bisa dibiarin yang ada tambah ribet urusannya." Ucap Widiya sembari berdiri dari duduknya.


"Wid kamu mau kemana?"Tanya Kak Aji setengah berteriak.


"Aduk kak, bisa gawat kalau Widiya nyamperin Kak Leo. Urusannya bisa makin panjang." Ucap Farida.


"Itu jug yang kakak takutkan Da, ya udah yuk buruan kita kejar aja." ajak Kak Aji.


Kak Aji dan Farida langsung mengejar Widiya, yang saat ini sudah hampir sampai di kelas Kak Aji atau kelasnya Kak Leo. Saat sudah sampai di depan kelas Kak Aji, Widiya pun bertanya kepada salah seorang kakak kelas yang ada diluar kelas, apakah ada Kak Leo di dalam kelas.


"Em kak permisi, di dalam ada Kak Leo gak?" Tanya Widiya kepada kakak kelas tersebut.


"Oh Leo baru aja keluar kekanti kayakanya." jawab Kakak kelas tersebut.


"Oh lagi di kantin ya kak, Makasih kak." Ucap Widiya sembari beranjak pergi.


Tanpa berpikir panjang, Widiya langsung bergegas kekanti, dirinya sudah tidak tahan lagi dengan semua tingkah Kak Leo, WIdiya sudah benar-benar muak dengan semuanya.


    Sedangkan Kak Aji dan Farida yang melihat Widiya seperti megubah arah menuju kantin pun langsung bergegas mengejarnya. Sedangkan Widiya saat ini suda benar-benar marah dan juga kesal dengan apa yang dilakukan oleh Kak Leo. Saat sudah tiba di kantin, Widiya langsung mengedarkan panadangannya untuk mencari seseorang yang dia cari. Saat dirinya sudah menemukan orang tersebut, Widiya langsung menghampiri orang itu, ya orang itu adalah Kak Leo.

__ADS_1


    Leo yang melihat kedatangan Widiya pun langsung tersenyum, dan dirinya langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Eh Wid, kamu disini. Ayo duduk disini." Ucap Leo.


"Gak perlu, aku langsung to the point aja, ini kakak yang tulis atau bukan?" Tanya Widiya sembari menunjukkan kertas yang dimaskud.


Leo yang melihat Widiya menyodorkan kertas itu pun terkejut.


"Kenapa kakak diam, atau jangan-jangan benar kalau kakak yang tulis tulisan itu dan kakak tempel di maging sekolah, iya." Ucap Widiya dengan suara yang sedikit meninggi.


Leo benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan Widiya, kalau pun dirinya berbohong dirinya sudah bercerita kepada teman-temannya bahwa dia dan Widiya sudah jadian.


"Wid, kakak bisa jelasin masalah ini, Kakak gak ada maksud." Jelas Leo.


"Gak ada maksud apa. Oh jadi selama ini perlakukan baiku kakak artikan kalau aku suaka sama kakak gitu. Tapi maaf kak selam ini semua yang aku lakukan ke kakak itu aku hanay sekadar peduli sama kakak sebagai seorang kakak untukku gak lebih. Dan ya untuk semua yang ada disini, dengarkan baik-baik. Aku dan Kak Leo tidak pernah jadian , dan apa yang diceritakan hari ini semua itu bohong." Ucap Widiya dengan lantang.


Semua orang yang ada dikantin itu pun terkejut mendengar perkataan Widiya. Bukannya menoleh ke arah Widiya, tetapi semua orang yan ada di kantin itu menoleh ke arah Leo yang hanya bisa terdiam tanpa menjelaskan apapun.


"Untuk kamu kak, mulai hari ini jangan hubungin aku lagi. Tapi kamu gak perlu khawatir bisa aku pastikan kamu gak akan di bully sama siswa satu sekolah ini." Ucap Widiya.


Widiya langsung pergi meninggalkan Kak Leo. Sedangkan Kak Leo, saat ini dirinya benar-benar merasa malu dan juga marah. Malu karena telah bercerita bohong kepada semua orang bahwa dia dan Widiya telah jadia, sedangkan marah karena tidak bisa mendapatkan Widiya.


    Saat Widiya sudah benar-benar pergi dari pandangannya, Leo langsung pergi dari kantin dan kembali kekelasnya. Leo kembali kekelas dengan perasaan yang tidak karuan. Sedangkan WIdiya saat ini dirinya sudah berad di kelasya lagi. Kak Aji dan Farida pun juga sudah ada kelas itu.


"Kamu gaik kenapa-kenapa kan Wid?" Tanya Farida sedikit khawatir.


"Aku baik-baik aja Da, kamu gak usah khawatir. Oh ya makasih ya karena udah beliin pesanan ku dikantin tadi." Ucap Widiya.


"Iya sama-sama. Udah kamu buruan makan deh nanti keburu masuk kelas." Ucap Farida.


"Hem. Kak aku bisa minta tolong gak?" tanya Widiya kepada Kak Aji.


"Minta tolong apa Wid?" Ucap Kak Aji balik bertanya.


"Aku minta tolong sam kakak untuk memastikan kalau Kak Leo gak akan di bully teman-teman satu sekolah, dan kalau sampai itu terjadi, mereka akan langsung berhadapan sama aku. Karena aku gak suka yang namanya pembullyan di lingkungan sekolah." Ucap Widiya.


"Ok nanti akan kakak pastikan tentang hal itu." Ucap Kak Aji.


"Makasih ya kak." Ucap Widiya.


"Kalau begitu kakak kembali kekelas dulu ya. Jangan lupa sore ini latihan Drumband." Ucap Kak Aji mengingatkan.


"Ok kak." Jawab Widiya.

__ADS_1


Kak Aji pun langsung kembali kekelasnya, dan Widiya pun menyantap makanannya


    Dari situlah semua yang berasal. Bahwa Leo haris mendapatkan Widiya bagaimanapun caranya. Karena bagi Leo Widiya hanya pantas untuknya.


__ADS_2