
Magda sangat kesal jika putrinya harus menikahi Setto. Melihat Qiara belum sadarkan diri, Magda menelepon anak buahnya.
"Kalian dapat tugas baru!"
"Tugas apa Nyonya?"
"Habisi Setto!"
"Baik Nyonya."
Beberapa anak buah Magda segera menyamar jadi petugas kebersihan, agar mudah menuju asrama yang Setto tempati di belakang rumah Jerry. Mereka semua masuk mengendap-endap memasuki ruangan itu, berhasil masuk, mereka mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.
Salah satu anak buah Magda mempersiapkan tali, saat mereka membuka pintu kamar mandi, mereka sangat terkejut melihat Setto tidak sadarkan diri.
Saat yang sama, seorang pelayan melihat kejadian itu.
"Akkkkk!" jeritnya, dia segera lari dari tempat itu.
"Pak ... Tolong ada pembunuh ada pembunuh."
__ADS_1
Suasana sore di vaviliun belakang tempat para keamana dan pelayan istirahat seketika ramai. 4 orang pembunuh bayaran itu pun langsung mereka tangkap.
Beberapa menit kemudian petufas kepolisian langsung olah TKP, jasad Setto segera di bawa ke Rumah Sakit untuk di Autopsi. 4 pembunuh itu melihat Magda dengan tatapan kemarahan, mereka merasa di tipu oleh Magda. Target yang harus mereka bunuh sudah mati, da seketika ada saksi yang memojokan mereka.
"Apa ini pertanda kita tidak berjodoh? Saat hari bahagia kita malah ada kejadian buruk," ucap Wanda.
"Jangan berpikiran seperti itu, aku merasa ada yang tidak beres, yang pasti bukan tentang pernikahan kita." Jerry berusaha membuat Wanda tenang.
***
Kamar Magda.
Magda gelisah di kamarnya, dia sangat takut kalau keempat pembunuh itu menyeret dirinya.
Suara gedoran pintu membuat Magda semakin panik, semakin dia abaikan gedoran itu semakin kencang. Magda terpaksa membuka pintu itu.
Terlihat sosok Jerry dengan wajah yang tidak ramah.
"Wanda mana? Kenapa kamu sendirian?" Magda berusaha basa-basi.
__ADS_1
"Magda sudah pulang bersama keluarganya, aku tidak mau dia tertekan dengan kejadian di sini."
"Iya, tante jadi sedih, bagaimana nasib Qiara, hiks!"
"Tidak usah drama, tante. Aku tahu Tante tidak pernah merestui Qiara dan Setto."
"Tante--"
"Aku curiga, jangan-jangan tante yang membayar orang-orang itu untuk membunuh Setto?" potong Jerry.
"Kamu menuduh tante kira-kira Jer! Masa depan Qiara adalah Setto, mana mungkin tante membunuh orang yang harus bertanggung jawab pada Qiara!"
"Biar waktu yang akan menjawabnya, kalau sampai itu terjadi, aku sangat benci pada Tante, karena dugaan aku benar, kalau tante memandang seseorang karena harta yang mereka miliki."
Jerry segera meninggalkan kamar Magda. Melihat bagaimana kemarahan Jerry, Magda sangat ketakutan. Tidak ada seorang pun yang bisa dia manfaatkan, satu-satunya orang yang selalu dia bodohi adalah Setto. Kini Setto telah tiada.
Di rumah Sakit, tim autopsi mulai melakukan tugas mereka, kematian Setto pun disimpulkan karena cekikan di leher.
4 Pembunuh itu semakin diperberat dengan bukti-bukti yang ada di tangan mereka. Semakin mereka mengelak dari sangkaan, mereka semakin disiksa. Hingga salah satunya mengakui kalau mereka hanya melakukan perintah dari seseorang. Rekan yang lain menyebut nama Magda.
__ADS_1
Mereka memberikan handphone mereka pada polisi, dan memberikan rekaman percakapan mereka dan sejumlah transaksi. Tim kepolisian segera menuju kediaman keluarga Mandala untuk menemui Magda.
Suasana yang tenang di rumah itu seketika mencekam, kala pintu rumah mereka di ketuk beberapa orang dengan seragam kepolisian.