Dendam Arwah Si Buta

Dendam Arwah Si Buta
Bab 14


__ADS_3

Wanda tenggelam dalam duka, dia tidak menyadari siapa saja yang datang. Lewo juga membiarkan Wanda dan Winarti menumpahkan kesedihan mereka.


Di kantor polisi.


Jerry meminta izin untuk menemui tersangka penculikan. Dia berhasil menemui 6 tersangka itu.


"Apa target kalian adalah Wanda?"


Keenamanya kompak membisu.


"Siapa yang menyuruh kalian membunuh Wanda?" tanya Jerry.


Keenamnya masih diam.


"Kalau kalian dengan senang hati mengatakan siapa bos kalian, aku akan memberi bonus, bisa kalian gunakan untuk nafkah keluarga kalian selama kalian di sini, atau kalian ingin pekerjaan untuk keluarga kalian?"


"Semua akan aku beri. Asal kalian beri bukti kalau itu bos kalian."


Semua masih diam.


"Baiklah, dengan diam, kalian tidak dapat apa-apa dariku."

__ADS_1


"Daisy, kami disuruh Daisy untuk membunuh Wanda. Agar dia bisa jadi pengantin pengganti Wanda," ucap salah satunya.


Jerry tersenyum, akhirnya dia menemukan otak kejahatan itu. "Baiklah, kalian tinggal pilih, uang atau pekerjaan, kalian minta polisi hubungi pengacaraku, dia akan datang memberikan apa yang kalian mau."


"Bisa minta handphone kalian? Aku ingin nego dengan bos kalian."


Keenam penjahat itu dengan senang hati memberikan handphone mereka. Jerry meminta polisi untuk merahasiakan kasus ini, agar mudah menangkap bosnya, sedang Jerry mulai mengirim pesan pada Daisy, seolah dia adalah orang-orang Daisy.


*Ingat, jika ada telepon dari Jerry, kalian harus bisa pastikan Jerry percaya kalau Wanda baik-baik saja.


Jerry tersenyum licik membaca pesan balasan Daisy.


Selesai di kantor polisi, Jerry kembali ke rumahnya, dia menceritakan semua kejadian yang menimpa Wanda.


"Aku mohon, kalian pura-pura tidak tahu, biarkan Daisy berpikir anak buahnya berhasil menculik Wanda.


***


Keesokan harinya, Jerry bersiap menuju rumah Wanda, dia ingin menghadiri prosesi pemakaman kembaran istrinya itu. Dia tidak berpamitan pada siapa-siapa.


Sesampai di sana, suasana duka begitu terasa. Wanda masih terlihat seperti tadi malam, tanpa expresi.Sedang Winarti terlihat lelah, kedua matanya juga bengkak karena terlalu lama menangis.

__ADS_1


Jerry memeluk dua wanita itu. "Jangan terlalu sedih, Wenda pasti ingin kalian bahagia."


"Harusnya aku yang ada di tempat Wenda saat ini, para pembunuh itu pasti menginginkan nyawaku." ucap Wanda datar.


"Wenda sangat sayang padamu, dia ingin kamu menikah dan bahagia, sebab itu dia mengorbankan dirinya."


Jerry berusaha memberi kekuatan pada dua wanita itu.


Hari semakin siang, jasad Wenda di bawa ke pemakaman. Saat pemakaman berlangsung, Jerry terus menatap ke liang itu.


Terima kasih Wenda, kamu rela mengorbankan dirimu demi saudari kembarmu, aku berjanji, akan membuatnya bahagia, aku berjanji aku juga akan menjaga ibumu yang akan jadi ibuku juga.


Melihat dari sisi lain.


Wenda sangat tenang, melihat ibu dan saudari kembarnya kini aman. Dia melambai pada Paman Lewo, dan mengucapkan selamat tinggal.


Dari pagi hingga malam, Jerry masih setia berada di rumah Wanda. Acara kajian selesai, keadaan mulai sepi lagi.


"Maafkan aku, karena belum memperkenalkanmu pada Wenda, aku bukan menyembunyikannya, tapi Wenda yang selalu bilang dia belum siap," ucap Wanda.


"Sebenarnya aku kecewa, karena belum sempat berkenalan dengan sosok yang sangat kamu sayangi," sahut Jerry.

__ADS_1


"Wenda orangnya selalu ceria, saat Wanda meminta dia memperkenalkan diri padamu, dia selalu bilang, takut kamu jatuh cinta padanya, karena dia lebih cantik dari Wanda," ucap Winarti.


__ADS_2