Dendam Arwah Si Buta

Dendam Arwah Si Buta
Bab 12


__ADS_3

"Selamat malam, kami membawa surat penangkapan untuk Nyonya Magda." Salah satu petugas kepolisian memperlihatkan surat penangkapan yang mereka bawa.


"Maaf sebelumnya, saudari kami melakukan kesalahan apa?" sela Kartika.


"4 pembunuh yang membunuh Setto, mengaku kalau mereka dibayar oleh Nyonya Magda untuk menghabisi Setto. Untuk bukti-bukti bisa dilihat saat peradilan berlangsung nanti.


Qiara sekilas mendengar obrolan tantenya dengan polisi, mengetahui ibunya terlibat dalam pembunuhan Setto, Qiara sangat marah, dia berlari kr kamar ibunya.


"Kurang apa lagi aku sama mama! Apa yang mama mau, selalu aku turitin! Kenapa mama malah membunuh Setto!" Teriakan Qiara pecah di kamar Magda.


"Mama tidak sudi kamu menikahi kacung itu! Sedang Jerry dan keluarga besar Mandala mempersiapkan pernikahan kalian!"


"Aku mencintai Setto, mengetahui kami akan menikah aku bahagia!"


Plak!


Magda menampar putrinya begitu keras.


"Mama mempersiapkan masa depan gemilang, kamu malah ingin menjadi istri kacung itu."


"Masa depan mama di penjara! Di bawah polisi akan menangkap mama!" Qiara mentertawakan ibunya.


Qiara bukan pribadi yang suka berbohong, mendengar ada polisi di bawah, Magda segera pergi lewat tangga darurat. Dikegelapan malam dia melajukan mobilnya meninggalkan rumah itu.


Saat yang sama, Arwah Wenda mengikuti mobil itu, Wenda sengaja menampakan wujud yang menyeramkan.

__ADS_1


"Akkkk!" Magda mengeram mobilnya mendadak, karena melihat sosok menyeramkan duduk di bagian belakang.


Saat Magda memeriksa kebelakang, tidak ada apa-apa namun bulu kuduknya merinding hebat.


"Ini hanya halusinasiku saja." Magda kembali melajukan mobilnya.


Namun mobil Magda melaju di luar kendali Magda. Dia ingin berbelok ke kanan, mobil itu belok ke kiri.


"Ada apa ini?"


Shattt!


Tiba-tiba sosok Setto ada di depan mobilnya.


"Akkkkkk!" Magda sangat ketakutan.


"Nyonya ... Aku telah mengabdikan seluruh hidupku, kenapa Anda tega merenggut nyawaku."


"Akkkkk!"


Magda terus menjerit, apalagi kini mobilnya mulai memasuki sebuah hutan.


Dug! Tluk!


Mobil berhenti, dan pintu mobil terbuka. Melihat hal itu Magda segera keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Shap!


Sosok Wanda menampakan diri di depan Magda.


"Aku adalah saudari kembar Wanda yang telah Setto nodai atas perintahmu, dan malam itu aku berpindah alam. Kini arwah si buta ini menuntut balas padamu."


Wenda menggiring Magda berlari menuju hutan, di mana Jasadnya tergadai. Saat Magda terpojok di pohon besar itu, Wenda merapalkan mantra sebagai penukar jiwanya.


Kepulan asap hitam menyelimuti Magda, dan sosok Magda pun hilang seketika.


Merasa dendamnya sudah terbalas, Wenda segera menghilang, dan sosoknya ada di kediaman Lewo.


"Wenda?" Lewo sangat terkejut dengan kemunculan Wenda.


"Paman, dendamku sudah terbalas. Aku ingin pergi Paman. Jasadku ada di dekat pohon besar di tengah hutan." Wenda tersenyum dan kemudian menghilang.


Sesaat kemudian Wenda berada di rumahnya, saat dia ingin berpamitan pada Ibu dan Kakaknya, dia melihat bahaya mengintai Kakaknya. Wenda sengaja membuat penghalang pandangan, agar para penjahat itu tidak melihat Wanda.


Saat salah satunya masuk, dia hanya melihat Wenda, merasa itu targetnya, dia langsung menyeret Wenda.


"Emakkkk!"


Wenda sengaja berteriak, agar ibunya bangun. Saat Winarti membuka matanya, dia melihat putrinya di seret orang-orang berpakaian hitam.


"Tolong ... Tolong! Anakku diculik!"

__ADS_1


Seketika malam yang sepi menjadi menegangkan saat warga desa terbangun mendengar teriakan Winarti.


__ADS_2