
Kartika Anastasia dan Abdi Mandala Pamungkas, hanya memiliki seorang anak, yaitu Jerremy Mandala Putera. Penerus perusahaan Mandala Tunggal Group. Abdi sendiri pemilik saham terbesar pada MT Group, tampuk kekuasaan pun berpindah pada jerry, anak tunggal mereka, setelah Jerry menyelesaikan pendidikannya.
Walau keluarga Mandala terkenal keluarga bangsawan, tapi keluarga itu sangat menghormati siapa saja, tidak membedakan siapa-siapa, tidak perduli dari kalangan mana berasal. Kartika dan Magda sendiri dari golongan bawah. Hingga saat Jerry mengatakan kalau seorang gadis yang menjadi sekretarisnya telah mencuri hatinya, Kartika terus mendukung Jerry, tidak perduli walau gadis yang Jerry sukai adalah gadis dari keluarga miskin.
Keadaan rumah mewah itu selalu terlihat ramai, selain para pelayan yang berkeliaran di rumah itu, di sana juga ada keluarga Mandala yang lain. Magdalena dan putrinya Qiara. Magdalena adalah istri dari Adri Mandala, Adri Mandala adalah adik dari Abdi. Sejak Adri meninggal, Abdi dan Kartika meminta Magdalena tinggal bersama mereka, agar Qiara putri tunggal Adri bisa bermain dengan Jerry. Saat itu Qiara sudah duduk di bangku SMP. Qiara dan Jerry pun tumbuh bersama dalam rumah megah itu. Kartika dan Abdi sangat memperhatikan Qiara, bahkan Qiara seperti anak kedua bagi mereka.
Sekarang Qiara sudah tumbuh menjelma menjadi seorang gadis cantik, menjadi kepala bagian di perusahaan MT Group, dulunya itu jabatan papa Qiara. Kantor Qiara berada di lantai 3 gedung MT Group. Sedang pemimpin utama perusahaan tersebut, berada di lantai 27.
Qiara pribadi yang sangat penurut, tidak ada satu pun keinginannya terwujud, yang berjalan dalam kehidupannya hanyalah keinginan mamanya. Abdi dan Kartika tidak bisa berbuat banyak, karena Qiara selalu tunduk pada kemauan ibunya, andai Qiara berani mengatakan apa keinginannya, Abdi dan Kartika akan mendukung Qiara. Tapi Qiara tidak seberani itu.
Qiara memiliki Sekretaris yang sangat setia. Kemana Qiara, di sana ada dia. Dia adalah Setto. Setto adalah sahabat Qiara, sejak mereka duduk di bangku SMA, saat Qiara menjadi pimpinan bagian tersebut, Setto melamar pekerjaan di sana. Merasa Setto orang yang sangat memahami dirinya, Qiara memberi jabatan itu pada Setto.
Jerry tidak memberikan pekerjaan itu cuma-cuma, dia butuh seseorang yang benar-benar kompeten untuk mendampingi pekerjaan Qiara. Melihat bagaimana Setto bekerja pada Qiara, Jerry pun mengizinkan Qiara mengangkat Setto menjadi Sekretaris pribadi Qiara.
Qiara, Setto, Jerry, Rendi, dan Wanda, seperti saudara. Kelima orang itu bekerja begitu kompeten untuk perkembangan MT group. Rendi sendiri adalah Sekretaris pribadi Jerry. Sedang Wanda adalah sekretaris kedua di perusahaan itu. Saat Jerry dan Rendi keluar kantor. Wanda lah yang menjaga dan melanjutkan pekerjaan yang ada.
Setto memiliki perasaan khusus pada gadis Qiara, tapi sayang, Qiara tidak bisa melihatnya. Perasaan Setto malah bisa ditangkap oleh Magda, dan dimanfaatkan oleh Magda, dengan iming-iming, kalau Magda akan membantu Setto memenangkan hati Qiara. Setto percaya, karena selama ini keinginan Magda lah yang berjalan pada kehidupan Qiara.
Hari minggu, di mana semua keluarga Mandala berkumpul. Hari ini pula Jerry akan memperkenalkan pujaan hatinya pada kedua orang tua dan keluarga Mandala yang lain. Jerry tidak pernah memberi tahu Wanda, kalau kedua orang tuanya sudah lama mendukung hubungan mereka, bahkan jauh sebelum Wanda menerima Jerry.
Saat penolakan terus Jerry dapat dari Wanda, mama dan papanya lah yang memberi semangat pada Jerry untuk terus berjuang meluluhkan hati seorang Wanda.
Itu dulu, 1 tahun yang lalu, Jerry berhasil mendapatkan hati wanita itu, dan hari ini adalah hari yang akan selalu dia kenang.
Pintu kamar Jerry terbuka lebar, Kartika yang lewat di depan bisa melihat keadaan di dalam kamar tersebut. Kartika tersenyum melihat Jerry mengenakan sepatu sport dengan setelan harian. Pakaian yang sangat jarang Jerry gunakan, kecuali jika ingin jalan-jalan bersama Wanda.
"Mau kemana?"
Pertanyaan itu berhasil membuat wajah yang sedari tadi menunduk memandang kearah sepatunya menjadi mendongak ke arah suara itu berasal.
"Mama …." Jerry tersenyum melihat wanita yang menjadi cinta pertamanya mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Kalau pakaian kamu seperti ini, pasti di depan Pak Birma sudah menyiapkan motor sport kamu, kalau begitu … artinya kamu mau ke rumah calon menantu mama?" Tebak Kartika.
Jerry tersenyum, salah satu jarinya menggaruk sisi telinganya yang sama sekali tidak gatal. "Iya, aku ingin melihat bagaimana wajahnya grogi saat ku tanya apakah dia siap bertemu keluarga besarku."
"Kau naik motor, dia di belakang kau bonceng, mana bisa kau melihat wajahnya."
"Bisa, saat mataku terpejam saja aku bisa melihatnya." Jerry tersenyum usil.
"Dasar kau, siapa yang mengajarimu gombal? Kalau papamu dia pendiam."
"Mama mungkin."
"Hais …." Kartika malas berdebat dengan Jerry pagi ini, pekerjaan lain tengah menunggunya. "Mobilmu kenapa tidak kau gunakan untuk menjemput Wanda? Kasian pagi-pagi begini dingin naik motor."
"Enak naik motor mah, kalau naik mobil, dia ku pegang tangannya aja susah. Nah … kalau naik motor, dia malah meluk aku." Jerry tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Kau …." Kartika menggelengkan kepalanya, bingung sendiri meladeni keusilan Jerry.
Kartika hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Jerry terlihat riang, dia bersenandung kecil sambil menuruni anak tangga.
Hal itu menyita perhatian Magda. Magda terus tersenyum memandangi Jerry.
Kita lihat, apakah nanti setelah kamu sampai di gubuk reot itu dan melihat jasad kekasihmu, apakah kamu masih bisa sebahagia ini?
"Nak Jerry …." Panggil Magda.
"Iya tante." Jerry mempercepat langkahnya mendekati Magda.
"Kami sudah siapkan gaun untuk Wanda, dan periasnya juga, jangan lama-lama ya, segera bawa menantu kami kesini, apalagi merias butuh waktu sayang, seperti bikin alis aduh … mesti segaris-segaris …."
__ADS_1
"Tenang tante, secepatnya saya bawa Wanda, saat dia sudah datang kalian langsung dandani dia."
"Siap sayang …."
Siap menggantikan posisi gadis itu dengan gadis pilihanku.
"Aku jalan dulu tante," pamit Jerry.
Magda tersenyum dan melambaikan tangannya.
Saatnya menyusun rencana kamu Magda ….
Magda sangat bahagia, dia sengaja mengusulkan pada Kartika agar mengundang kolega terdekat keluarga Mandala, dan mengabarkan kalau hari ini perkenalan calon menantu penerus keluarga Mandala. Saat Wanda tidak datang, maka Jerry terpaksa meng-iyakan wanita lain sebagai pengganti Wanda, demi menyelamatkan wajah kedua orang tuanya.
Dengan langkah kaki yang begitu semangat dia berjalan menuju kamarnya, menelepon Daisy keponakannya yang akan menggantikan posisi Wanda nanti.
Sesampai kamarnya, Magda langsung menelepon keponakan tersayangnya, agar harta keluarga Mandala menjadi harta keluarganya kalau Daisy berhasil menikah dengan Jerry.
"Iya tante." Sapaan itu langsung menyambut telinga Magda.
"Daisy, kamu sudah bersiap dengan rencana kita?" Magda memastikan.
"Ini aku sebentar lagi sampai di kediaman Mandala."
"Oke sayang, ingat jika rencana kita berhasil, maka kamu akan memberi Qiara 40% dari saham MT group."
"Siap tante."
Merasa obrolan mereka selesai, keduanya menyudahi panggilan mereka. Magda langsung bersiap untuk acara, sedang Daisy melanjutkan perjalanannya menuju kediaman Mandala.
Saat di belokan terakhir menuju rumah keluarga Mandala, mobil Daisy berpapasan dengan motor Jerry. Daisy menghentikan mobilnya, ingin melihat pemandangan indah yang hanya sekilas dia lihat.
__ADS_1
Motor Jerry diikuti sebuah mobil mewah yang melaju di belakangnya. Keduanya semakin menjauh dari pandangan mata Daisy. "Ishhh, beruntungnya aku andai bisa berada di bagian belakang motor itu, memeluk pinggangnya, dikawal oleh mobil mewah …." Daisy menyadarkan dirinya dari lamunan, dia pun segera melanjutkan perjalanan, agar lamunan itu segera menjadi nyata.