
"Sayang, kamu mau kemana dulu sebelum pulang?" tawar Jerry.
"Kita bisa ke rumah paman Lewo? Baru seminggu nggak ketemu, tapi kangen."
"Ya boleh, kita ke rumah Paman Lewo ya."
Mobil Jerry melaju menuju rumah Paman Lewo. Sesampai di sana, istri Lewo menyambut mereka.
"Ya ampun, bibi bahagia banget dikunjungi pengantin baru."
"Paman mana bi?" tanya Wanda.
"Ada di belakang, sebentar bibi panggilin."
"Nggak usah bi, biar aku aja." Wanda menoleh pada Jerry.
"Aku ke belakang dulu ya, panggil paman."
"Iya."
Wanda segera berjalan menuju belakang rumah, saat sampai di sana dia melihat pamannya sibuk memberi makan kambing-kambingnya.
"Jangan ke sini, bau ...."
"Nggak apa-apa paman."
"Ah lah ... Kalau gitu ayok kita ke rumah."
"Nanti dulu Paman, aku mau bicara sama paman."
"Bicara apa Wan?"
__ADS_1
"Apa Wenda masih ada bersamaku?"
Pertanyaan Wanda membuat Lewo bungkam.
"Tolong, jawab Paman ...."
Lewo masih membisu.
"Hari ini, rekan kerja Jerry ada yang di ganggu sosok yang mirip aku, apa itu Wenda?"
"Andai iya, wajar sih Wenda marah, karena wanita itu berusaha menggoda Jerry."
Wanda menoleh pada pamannya. "Apa itu Wenda paman?"
"Bukan, Wenda sudah lama pergi saat melihat tidak ada yang membahayakan kamu."
"Terus, yang masih menjagaku siapa?"
Jawaban pamannya cukup memuaskan hati Wanda, dia segera kembali ke rumah bersama Pamannya.
"Kok lama Wan? Em ... Kamu bau embek ... Pasti dekat-dekat pamanmu ya?"
"Nggak apa-apa bi, ini wanginya seksi loh."
Jerry ingin muntah mencium bau kambing yang melekat pada Wanda. Wanda menyadari hal itu, dia malah semakin mendekati Jerry dan memeluk erat suaminya.
***
Di sisi lain
Seorang wanita cantik mencoba mencari tahu info dukun lewat media sosialnya, rasanya dia tidak terima dirinya di permalukan tadi siang. Setelah berselancar cukup lama, akhirnya dia menemukan dukun yang menurutnya meyakinkan.
__ADS_1
Dia segera membuat janji dengan mbah itu.
Keesokan harinya, dengan kepercayaan dirinya, dia menemui dukun itu.
"Ku minta datang malam, kau malah datang pagi!"
"Maaf mbah, saya takut sendirian di jalan."
"Apa keluhanmu?"
"Keluhan saya banyak mbah, pertama saya mau memikat bos saya, kedua saya takut sama pengikut istrinya.
Dukun itu mulai merapalan mantra. Cukup lama, hingga seluruh wajahnya dibanjiri keringat.
"Maaf, untuk menyingkirkan penjaga istrinya, saya tidak bisa. Untuk pemikat, kamu coba dulu."
"Tapi saran saya, demi keselamatan nyawa kamu, lebih baik cari laki-laki lain saja, penjaga istri.bos kamu ini kuat, bisa membunuh kalau dia marah.
Memperoleh pelet di mana tu istri bos, sampai dapat bonus pengawal goib segala.
"Iya mbah, saya akan pikir-pikir dulu. Masalahnya saya cinta lama sama bos saya itu."
"Cinta okelah, kamu siap mati jika pengawal bininya ngamuk? Bininya sih kalem dan ramah, beda dengan yang jaga dia. Kalau siap celaka, ya silahkan ganggu bosmu."
Setelah semua urusan selesai, mahar juga sudah dibayar, wanita itu segera pergi dari sana. Sepanjang perjalanan dia memikirkan bagaiman Mendekati Jerry.
Dung! Dung! Dung! Tank!
Sebuah tulisan merah tertulis di kaca mobil wanita itu.
●Jika masih ingin hidup, jangan ganggu kehidupan Jerry.
__ADS_1