Dendam Arwah Si Buta

Dendam Arwah Si Buta
Bab 13


__ADS_3

"Tolong ... Tolong anakku diculik ...." Winarti menangis histeris.


Suasana semakin ramai, Lewo pun datang mendengar keponakannya di culik. Lewo perlahan menerawang, dan dia merasakan Arwah Wenda memanggilnya menuju hutan.


"Sepertinya para penculik itu menuju hutan, ayo kita kejar mereka!" ucap Lewo. Semua warga yang memiliki motor segera mengambil motor mereka, semua warga desa melaju menuju hutan.


"Ada apa ini mak?" tanya Wanda.


"Adikmu, dia di culik orang lagi ...."


"Wenda ...." Wanda gemetaran mengetahui hal itu.


"Tenang Narti, Wanda, semoga Bapak-bapak berhasil menangkap penculik itu.


***


Para penculik itu saling menyalahkan, karena mobil itu terus melaju kearah yang salah. Mobil tiba-tiba berhenti di dekat pohon besar.


"Kenapa kita di sini?"


Mereka semakin terkejut dengan sosok yang terdampar di bawah pohon.


"Bukannya itu target kita?"


Salah satunya memeriksa mobil, dan sosok yang mereka culik sudah hilang. Mereka semua belum memahami keadaan ini, tiba-tiba banyak warga mengepung mereka.

__ADS_1


Salah satu Warga mendekati Wenda yang terbujur di bawah pohon. "Apa yang kalian lakukan pada gadis buta ini! Sampai dia meninggal!"


"Apa? Wenda meninggal?"


Warga lain memeriksa keadaan Wenda, benar saja mereka menemukan Wenda yang sudah tidak bernyawa.


Kemarahan pun berkobar, kala mengetahui kalau Wenda sudah tiada. Para penculik itu hampir meninggal di tempat, beruntung Lewo bisa melerai mereka.


"Kalau kalian bunuh mereka semua, anak istri kalian siapa yang kasih nafkah, serahkan mereka pada polisi!"


Warga seketika tenang, sebagian mengikat para penculik itu dan membawanya ke kantor polisi, sedang sebagian membawa jasad Wenda pulang ke rumah. Lewo tidak setuju kalau jasad Wenda di autopsi


***


"Sabar ya bu, maafkan kami karena terlambat, sekarang Wenda sudah tidak ada."


"Akkkkkkk ...." Winarti menjerit mengetahui anaknya sudah meninggal.


Tangisan Winarti semakin pecah saat melihat jasad Wenda di tandu menuju rumahnya.


Wanda mematung, rasanya ingin menerima semua ini hanya mimpi, namun rasa sesak yang teramat, membuat Wanda tersadar ini memang nyata. Dengan sisa tenaganya, Wanda menghubungi Jerry.


"Kak, besok aku tidak bisa fitting gaun pengantin, adikku meninggal."


Tidak menunggu jawbaan Jerry, Wenda memutuskan sambungan teleponnya. Dia memeluk erat ibunya, memohon ibunya untuk kuat, sedang dirinyq juga tidak kuat menerima kenyataan ini.

__ADS_1


Wenda ... Kenapa kamu pergi secepat ini ....


***


Di kediaman Jerry.


Jerry langsung mengambil kunci mobilnya, dia segera menuju rumah Wanda. Sesampai di sana, benar saja ada bendera duka terpasang. Jerry memasuki rumah itu, dan melihat Wanda mematung tanpa expresi, dalam pelukannya ada ibunya yang terus menangis.


"Nak Jerry," sapa Paman Lewo.


"Siapa yang meninggal paman?" tanya Jerry.


"Saudari kembar Wanda, namanya Wenda." Paman Lewo membuka kain penutup mayat.


Jerry sangat terkejut melihat jasad yang terbujur benar-benar mirip dengan calon istrinya.


"Apa yang terjadi, Paman?" tanya Jerry.


"Beberapa waktu lalu, ada segerombol orang yang menculik Wenda, dan mereka membawa Wenda menuju hutan. Lalu kami menemukan Wenda sudah tidak bernyawa lagi, sedang para penculik sudah kami bawa ke kantor polisi."


Jerry melihat jasad Wenda, sesaat dia menatap wajah Wanda. Dalam dirinya timbul sebuah pemikiran.


Sepertinya mereka ingin membunuh Wanda, mereka sama halnya denganku, tidak tahu kalau Wanda punya saudara kembar.


Tanpa berpamitan, Jerry meninggalkan rumah Wanda.

__ADS_1


__ADS_2