Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 10.Terciduk


__ADS_3

Kini alletha sudah tertidur pulas di atas kasur nya,sedangkan darman terlihat merasa sangat gelisah! Dia tampak terus saja berjalan mondar mandir di dalam kamar tidur nya dan juga sesekali berdiri di atas balkon sambil terus berteriak memanggil bapak dan ibuk nya untuk segera membuka pintu kamar nya yang memang sengaja di kunci dari luar.


"Aaargh! Si*l" kesal darman sambil menendang sebuah kursi rotan yang memang di letak kan di balkon kamar tidur nya.


"Ini semua karna ulah si radit si anak kota si*lan itu! Entah apa niat dan tujuan nya hingga ia berani meminta sebuah syarat kony*l itu pada bapak,dan bod*h nya bapak malah mengabulkan syarat nya itu tanpa memikirkan diri ku."


"Dan sekarang lihat lah,bapak malah mengurung ku di dalam kamar! Dengan alasan takut jika aku di biarkan maka aku akan pergi menemui letha"


"Dasar orang tua tidak berguna" teriak nya tanpa menyadari bahwa bapak nya kini tengah berdiri di halaman sambil terus memperhatikan nya mengoceh tak jelas sejak tadi.


"Heei anak sint*ng! Sedang apa kau berteriak teriak tak jelas sejak tadi?" teriak pak kades dari tempat nya berdiri saat ini.


Darman yang mendengar suara teriakan dari bapak nya itu seketika langsung terdiam,dan menatap geram ke arah bapak nya.


"Buka pintu nya pak!" pinta darman


Bukan nya menuruti permintaan darman,pak kades malah tersenyum mengejek yang membuat emosi darman semakin menjadi jadi.


"Buka pak! Darman minta pada bapak untuk membukakan pintu kamar darman! Bukan meminta bapak tersenyum seperti orang gil* di bawah sana" emosi darman


"Anak kurang aj*r kau darman" teriak pak kades sambil menunjuk ke arah darman,lalu pandangan nya terus melihat kesana kemari seperti mencari sesuatu.


"Buuugh!"


"Aaaah! Sakit pak" ngeluh darman saat sebuah batu kerikil berukuran sedang itu tepat mengenai kening nya.


"Rasakan itu" Kesal pak kades dan berlalu begitu saja meninggalkan darman.


*****


"Selamat pagi dan" sapa pak imbron sahabat karib abah


"Pagi juga bron!" sahut abah sambil menyunggingkan senyum


"Kau sudah datang berkebun saja dan,bukan kah letha putri mu sedang sakit saat ini" ujar pak imbron sambil bertanya.


Abah tampak menghela nafas berat,sambil mengelap peluh yang mengalir di kening nya menggunakan handuk kecil yang kebetulan memang melingkar di leher nya.


"Kau benar bron,letha memang sedang sakit sekarang! Tetapi dia terus memaksa ku untuk pergi ke kebun"


"Putri ku itu sangat mencemaskan jika hasil semua kebun ku gagal panen" terang abah yang membuat pak imbron mengangguk nganggukkan kepala nya tanda mengerti.


"Putri mu itu selain ayu,juga memiliki hati yang lembut juga sangat pengertian pada mu ramdan"


"Kau pasti sangat merasa beruntung memiliki nya" ujar pak imbron yang membuat abah kembali tersenyum


"Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu ya dan! Jika kau memerlukan bantuan panggil saja aku" ucap pak imbron


"Iya,terimakasih" sahut abah sambil terus menatap punggung sahabat nya itu hingga hilang di balik pohon pepaya milik nya yang memang sangat banyak.


Setelah kepergian imbron,abah kembali melanjutkan kegiatan nya yaitu menyiram semua pohon tomat milik nya,yang memang sudah berbuah semua dan hanya menunggu sampai tomat tomat itu matang dan siap panen.


Hampir seluruh mayoritas warga di desa melakukan rutinitas nya dengan berkebun sekaligus menjadikan nya sebagai pekerjaan tetap mereka untuk terus bertahan hidup.Dengan menjual sebagian hasil panen kebun mereka agar menghasilkan pundi pundi rupiah yang dapat terus menghidupi istri dan juga anak anak mereka.

__ADS_1


Begitu pun yang lakukan abah sampai sekarang,dia terus menanam,menjaga,serta merawat semua yang ia tanam agar bisa terus menghidupi putri satu satu nya itu.


*****


Jam sudah hampir menunjukkan pukul 5 sore,tanpa darman sadari ia sudah terjebak di dalam kamar itu 10 jam lama nya.


Kini dia sedang meringkuk di sudut kamar nya dengan melipat ke dua kaki nya sambil menenggelamkan kepala nya.


"Tok"


"Tok"


"Tok"


Sebuah ketukan membuat darman terlonjak dan menatap marah ke arah pintu itu.


"Itu pasti ibuk!" tebak nya


Mau apalagi wanita tua itu mengetuk pintu kamar ku? Entah sudah berapa kali dia mengetuk pintu itu dengan berbagai alasan,tetapi tidak mau membukakan pintu dan membiarakan ku keluar dari sini walau sebentar saja.


"Darman! Apa kau lapar? Ibuk membawakan mu makanan"


Mendengar itu,darman langsung bersemangat! dan langsung bangun dari duduk nya."Iya buk! Darman sangat lapar,cepat berikan makanan itu pada darman buk" ujar nya dengan nada di buat buat! Seolah olah tubuh nya sangat lemah akibat menahan lapar yang begitu berat.padahal dia mengatakan itu sambil tertawa kecil!


"Cklek"


"Cklek"


Tak butuh menunggu lama,akhir nya pintu itu terbuka dan tampak lah buk kades berdiri di sana sambil memegang sebuah piring lengkap dengan lauk pauk di dalam nya.


"Cepatlah di makan! Jika bapak mu tau ibuk memberi mu makan,dia bisa mengamuk!"


Buk kades terus saja mengoceh tanpa menyadari bahwa darman,putra nya telah pergi melarikan diri.


"Hahahaha" tawa darman menggelegar saat dia sudah berhasil keluar dari rumah nya.


"Sekarang,tujuan ku ke rumah letha! Aku penasaran bagimana kondisi nya saat ini" ucap nya sambil melenggang dengan santai nya


"Alletha! Bang darman datang!" seru nya bahagia


"Darmaaaaaan!" Teriak buk kades yang kini sudah berdiri tegak di depan pintu utama


"Cepat kembali ke mari! Jangan sampai bapak mu tau!"


"Masuk darmaaan!"


Buk kades terus berteriak tetapi darman malah menghiraukan panggilan dari nya,dan sekarang darman malah lari yang membuat buk kades sontak mengejar nya.


"Sial! Kenapa ibuk malah mengejar ku? Gagal sudah rencana ku untuk menemui letha!" geram darman yang terus saja berlari kencang tak tentu arah.Membiarkan ibuk nya terus berteriak memanggil namanya.


"Darman!" panggil buk kades sambil terengah engah dan harus berhenti berlari saat kaki nya yang mulai ringkih itu merasa sangat pegal.


"Ada apa buk kades?" tanya damar yang kebetulan baru keluar dari rumah nya

__ADS_1


"I-itu.....hah! Hah! dar-man dia kabur" jawab bu kades dengan nafas tersengal sengal membuat damar merasa iba.


"Memangnya darman mau kemana buk? Apakah dia berulah lagi?" tanya damar


Buk kades mengangguk "Iyah damar!"


"Toloong,kejar dia dan suruh dia pulang"


"Ibuk takut,kalau pak kades kembali dan tak melihat darman di kamar nya dia pasti akan marah besar"


"Baiklah buk! Damar akan mengejar nya,ibuk pulang saja dan tunggu di rumah" ucap damar dan langsung pergi sambil berlari untuk menyusul darman yang entah sudah pergi kemana.


*****


"Haaaah! Haaah! Haaah!"


"Kelewatan sekali si ibuk,ngapain juga pake acara ngejar ngejar segala" keluh darman sambil mengelap keringat nya dengan menggunakan kaos yang melekat pada tubuh nya.


Setelah selesai mengeringkan semua keringat nya,pandangan darman kini beralih manatap ke arah seorang pria tua yang sangat ia kenali.


"Abah?"


"Apa yang sedang di lakukan nya di sini?" tanya nya penasaran dan berniat datang menghampiri abah yang sedang berjongkok membelakangi nya.


[Waalaikumsalam nak radit!]


Darman menghentikan langkah nya saat abah menyebutkan nama radit.


[Bagaimana dengan perjalanan mu nak radit? Apakah nyaman?]


[Syukurlah kalau begitu,jangan lupa sampaikan salam abah pada orang tua mu ya nak radit]


[Letha baik baik saja,saat nak radit baru saja pergi pagi tadi,abah langsung memanggil letha untuk makan bersama abah]


[iya,iya nak radit! Itu sudah menjadi tanggung jawab abah untuk selalu menjaga letha]


[Nak darman? tidak nak radit,nak darman tidak datang ke rumah]


"Ck!" Darman berdecak kesal saat nama nya ikut di seret seret dalam obrolan mereka.


[Apa?! nak radit ingin melamar letha?]


"Radit ingin melamar letha?" ulang darman tak percaya


Bagaimana mungkin radit akan melamar letha? Tidak,tidak! Ini tidak bisa di biarkan.


"Darman" seru seseorang sambil nenepuk bahu kiri milik nya


"Kau sedang apa di sini?" tanya damar sambil melihat ke arah abah yang sedang berdiri di sana.


"Harus nya aku yang menanyakan itu padamu! Sedang apa kau di sini? Apa kau sengaja ingin mengikuti?" tuduh darman membuat damar segera menggeleng


"Ibuk mu meminta kepada ku untuk mengejar mu dan mengajak mu pulang" jawab damar sambil menarik tangan darman kemudian menuntun nya untuk ikut bersamanya

__ADS_1


"Lepaskan aku" sentak darman


"Sebaiknya kau pergi dari sini,dan katakan pada ibuk ku kalau aku tidak akan pulang jika mereka terus mengurung ku di dalam kamar"


__ADS_2