Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 14.Terus Mencari


__ADS_3

"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Assalamualaikum mbah narsih"


"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Assalamualaikum"


Sudah hampir 10 menitan damar berada di depan pintu rumah mbah narsih,entah sudah berapa kali dia terus mengetuk dan memanggil mbah narsih,tetapi tak kunjung mendapat sahutan apa pun dari dalam sana.


Damar merasa bingung dan tak tau harus melakukan apalagi sekarang,karna tak biasanya mbah narsih tidak ada di rumah nya! Entah kemana dia pergi saat ini,ingin bertanya pun dengan siapa? Karna tak ada satu pun orang yang sekedar berlalu lalang di sekitar sini.


Semua rumah di sekitar mbah narsih juga tak ada satu pun pintu nya yang terbuka,tempat ini sangat sepi dan juga hening!


Damar terus bermondar mandir tanpa arah untuk mencari keberadaan mbah narsih,tak hanya itu,bahkan damar berinisiatif mengetuk beberapa pintu rumah warga tetapi nihil! Tetap tak ada satu pun terdengar suara orang menyahut panggilan nya.


Karna tak kunjung mendapat informasi tentang kemana mbah narsih pergi,akhir nya damar memutuskan untuk pergi dari sana dan pergi meminta bantuan pada orang lain,yang juga di kenal dapat menyembuhkan segala macam penyakit,mulai dari penyakit biasa sampai penyakit yang tak biasa dalam kata lain "Gaib".


Dengan tergesah gesah damar terus berlari melewati jalanan yang sama,yang sempat ia lalui untuk menuju ke rumah mbah narsih tadi. Tapi beda nya jalanan ini menjadi semakin gelap karna tak ada satu pun lampu atau penerangan di sisi jalan! Saat pandangan nya menangkap banyak sekali pohon bambu kuning di depan sana,damar langsung menambah kecepatan lari nya! Sebab pohon bambu itu pertanda bahwa rumah yang ingin ia tuju saat ini sudah sangat dekat.Ia hanya perlu melewati pohon bambu itu dan harus menempuh jarak sekitar 5 meter lagi untuk sampai di rumah itu.


"Hah! Haah! Haaah" Damar terus menarik dan menghembuskan nafas nya untuk mengurangi rasa sesak pada dada nya,akibat terus belari kencang selama di perjalanan tadi.


"Lelah sekali" keluh damar sambil memegang kedua lutut nya


"Assalamualaikum mbak" seru damar


"Waalaikumsalam"


Terdengar lah suara sahutan dari dalam rumah,yang akhir nya bisa membuat damar bernafas lega,dan tak berselang lama pintu itu pun terbuka dan tampak lah seorang wanita muncul dari balik pintu dengan menggunakan baju kebaya bewarna biru muda yang di padukan dengan kain batik bewarna coklat.


"Ada apa damar?" tanya wanita itu


"Begini mbak,kedatangan damar ke sini ingin meminta bantuan pada mbak tati" ucap damar yang memberitahukan tujuannya datang ke mari.


Yah,dia adalah mbak tati! Wanita muda berusia sekitar 30 tahunan sekaligus orang yang juga sempat mengobati luka luka letha beberapa hari yang lalu!


"Bantuan apa?" tanya mbak tati lagi


"Letha kerasukan mbak!"


"Apa?! Kerasukan?" tanya mbak tati terlihat syok

__ADS_1


"Bagaimana bisa letha kerasukan mar?"


Damar menggeleng dengan nafas tersengal sengal "Tidak tau mbak!"


"Sebaiknya kita harus cepat! Saya takut terjadi sesuatu pada letha" sambung damar


"Baiklah,kau tunggu lah sebentar di sini"


"Mbak mau mengambil sesuatu dulu di dalam"


"Iya mbak cepat lah!" seru damar


Tak berselang lama,akhirnya mbak tati keluar dari dalam rumah nya dan menenteng sebuah kotak kayu tua bewarna coklat gelap di tangan nya.Damar yang melihat kotak itu tampak penasaran dengan isi nya dan memutuskan untuk bertanya pada mbak tati untuk menghilangkan rasa penasaran di hati nya.


"Kotak apa itu mbak? Dan apa isi nya" tanya damar sambil terus menatap kotak itu


"Sudah lah! Kau tak perlu tau apa isi nya,kalau pun mbak memberitahu mu, kau past tak akan paham" sahut mbak tati sambil sibuk berkutit dengan pintu rumah nya yang sangat sulit di kunci.


"Ayo mar!" ajak mbak tati setelah berhasil mengunci pintu rumah nya


Damar pun mengangguk dan ikut mengekor di belakang mbak tati,yang memang berjalan terlebih dahulu dari nya.


Selama di perjalanan mereka terus mengobrol tanpa henti,mbak tati terus melemparkan banyak sekali pertanyaan pada damar!


Mulai dari bagaimana letha kerasukan,hingga bertanya mengapa dia tak langsung saja menemui mbah narsih yang jauh lebih kuat dan jauh lebih berpengalaman dari nya! dan lagi pula,ilmu yang di miliki oleh mbak tati tidak lah sebanding dengan ilmu yang di miliki oleh mbah narsih.


"Damar juga tidak tau awal mula letha kerasukan mbak!"


"Lalu? setelah kau mengetahui bahwa letha kerasukan,kau langsung datang menemui mbak begitu?" tanya mbak tati


"Tidak mbak!" damar menggeleng "Awal nya damar datang ke rumah mbah narsih terlebih dulu sebelum datang ke rumah mbak"


"Sudah cukup lama damar berada di sana,tapi seperti nya mbah narsih memang sedang tak ada di rumah nya" jelas damar yang membuat mbak tati mengerut kan dahi nya


"Apa kau sudah mencoba bertanya pada tetangga sekitar rumah nya?"


Damar menggeleng "Tidak mbak! sebab tak ada satu pun orang yang bisa di tanyai"


"Satu pun?!" ulang mbak tati


"Iya mbak!" sahut damar


"Seperti nya kabar yang tersebar beberapa bulan yang lalu memang benar adanya" ucap mbak tati yang kembali buka suara saat sempat berhenti sebentar


"Mbah narsih,benar benar melakukan semedi nya di hutan keramat itu dengan mengajak seluruh orang orang yang tinggal di sekitar rumah nya"


"Maksud mbak? Damar tidak mengerti" ujar damar sambil menatap wajah mbak tati


Mbak tati tampak menaikkan sedikit dagu nya "Sudah mbak katakan kau tak akan paham tentang ini!"

__ADS_1


"Inti nya tujuan mbah narsih adalah ingin menambah dan memperdalam ilmu hitam nya agar dia semakin kuat" jelas mbak tati


Setelah memakan waktu sekitar 20 menitan,akhir nya kini mereka sudah sampai di desa!


"Tunggu!" cegah mbak tati pada damar dan meminta nya untuk berhenti sebentar


"Ada apa mbak?" tanya damar tak mengerti


"Mbak akan tetap diam di sini dan tak akan datang ke sana" jawab mbak tati


"Jadi,mbak tidak akan mau membantu letha? Kalau memang begitu,lalu kenapa mbak tidak bicara dari awal" kesal damar


"Bukan begitu!" tolak mbak tati cepat


"Aku sudah pasti akan membantu nya!"


"Tunggu sampai makhluk yang sedang merasuki tubuh letha itu keluar dari rumah dan datang menemui mbak dengan sendiri nya" sambung mbak tati dengan pandangan tak lepas menatap ke arah rumah abah yang sudah di kerumuni banyak warga.


Meskipun merasa bingung dan tak mengerti apa yang di ucap kan oleh mbak tati,tetapi damar tetap mau menurut dan tetap diam berdiri di sana bersama mbak tati.


"Aaaaaarghh!"


"Kau dengar suara erangan itu?" tanya mbak tati lirih


"Tidak mbak!" jawab damar


"Aaaaaaargh!"


"Bagaimana dengan itu?"


Damar kembali bergeleng,karna ia benar benar tak ada mendengar suara erangan apa pun.


"Dengar lah baik baik! Kau pasti akan mendengar nya" ucap mbak tati yang membuat damar mengangguk


"Aaaaaaaaargh!"


"Astaghfirullah" damar terlonjak saat mendengar suara erangan yang begitu keras dan suara itu berasal dari rumah abah!


Tak hanya sampai di situ,damar kembali di suguhkan dengan pemandangan yang sangat riuh dan juga kacau! semua warga yang awal nya sedang berkumpul di sana tiba tiba saja berteriak histeris dan kemudian langsung lari berhamburan menjauhi rumah abah!


"Ada apa itu mbak?" tanya damar panik dan ingin melangkah


"Tidak! Jangan pergi ke sana!" cegah mbak tati


"Sekarang lebih baik kau mundur damar! Biar mbak saja yang menangani ini" pinta mbak tati


1 detik,2 detik,damar tetap tak mau bergerak mundur dari tempat nya berdiri saat ini!


"Baiklah jika kau tetap keras kepala damar! Jika terjadi sesuatu pada mu maka jangan salah kan mbak"

__ADS_1


Mendengar ucapan mbak tati yang terdengar seperti sebuah peringatan bercampur dengan amcaman,membuat damar langsung mundur sekitar 5 meter dari tempat nya berdiri tadi!


__ADS_2