
"Yaaaaaah!" Suara kecewa mereka terdengar saat harus menghadapi kekalahan yang entah sudah berapa kali.
"Ahhg! Sial lagi,sial lagi" Erang seorang pria dengan bertel*njang dada.
"Hahahahahaha" Terdengar juga suara gelak tawa yang keluar dari mulut seorang pria berperawakan sedang,memakai kaos oblong yang sudah terlihat usang dan memiliki rambut keriting bewarna hitam legam!
"Hoki,sekali kau malam ini jok!" Seru seseorang dengan wajah pongah,seperti nya kini dia sedang merasa iri pada joko.Sebab,sejak dari minggu kemarin dia tidak pernah menang walau hanya sekali saja.
Orang yang di panggil dengan sebutan joko itu kembali tersenyum bahagia,sambil memamerkan gigi nya yang tidak terlalu putih dan sedikit berantakan. "Yo jelas,maka nya sebelum mulai berdoa dulu!" Ujar nya sambil mengibas ngibaskan uang pecahan kertas yang memang lumayan banyak jumlah nya dan sesekali mencium sekaligus mengirup nya!
"Alaaaaah! bermain jud* kok doa dulu! Ya ora pantes to jok,jok! ini kan permainan har*m alias permainan setan!" Emosi teman nya yang lain.
"Yowes to! Kalau kalah yo kalah wae,tidak usah marah marah ngono loh!" sahut joko dengan tawa mengejek yang membuat keadaan semakin sengit!
"Udah udah! Kok malah pada cek cok? Yaudah biarin aja si joko menang,kalian tidak usah merasa iri dengan nya! Anggap saja malam ini adalah hoki nya si joko!" Ujar seorang pria yang usia nya kira kira 40 tahun keatas yang terlihat berusaha menengahi perdebatan mulut di antara mereka!
Di sisi lain,darman kini tengah asik memperhati kan dan terus saja menyimak obrolan di antara mereka! bahkan sesekali tampak pula bibir milik nya merekah sempurna bahkan tak segan segan darman memperlihatkan gigi gigi nya yang tersusun rapi!
"Yasudah! Mau lanjut main lagi atau tidak?" tanya seorang pria lain nya
"Sudah cukup! Kalian saja yang lanjut kan.Uang ku sudah habis,ludes semua nya!" Sahut teman nya sambil mengacak ngacak rambut nya dengan kasar
Melihat itu,darman hanya bisa mengeleng kan kepala nya sambil tersenyum miring "Das*r orang miskin bela*u" Lirih nya
"Sudah tau diri nya miskin,bahkan tak mampu untuk sekedar mengisi perut yang keroncongan akibat menahan lapar,hanya demi bermain jud*.Yang kalau pun menang tak seberapa"
"Hahahaha"
"Kacau kacau"
Darman terus bicara sendiri,dan tanpa ia sadari kini semua mata menatap diri nya! Dengan tatapan bingung,bahkan ada juga yang menatap dengan tatapan cemas.Mungkin mereka mengira darman memiliki gangguan kejiw*an!
Bagaimana tidak? Dia terus saja meracau tak jelas sejak tadi,dan beberapa detik kemudian dia tersenyum bahkan tertawa dan itu terus berulang! Jadi,wajar saja jika beberapa orang memiliki fikiran seperti itu.
__ADS_1
Setelah ia merasa puas mendengar kan obrolan mereka,lagi lagi darman meraih gelas kopi milik nya dan meneguk kan semua kopi itu sampai kandas tak tersisa!
"Mbak!" Seru nya
Dan dalam hitungan detik saja tampak lah seorang wanita datang menghampiri nya sambil berlari kecil "Sudah?" tanya wanita itu pada darman,yang mungkin saja pemilik kedai kopi ini.
Darman mengangguk "Yah! cepat hitung semua yang ku pesan" sahut darman sambil terus merogoh rogoh kantong celana nya.
"Semua nya 50.000" ujar sang pemilik kedai.
"Sebentar!" sahut darmar yang kini sudah bangkit dari duduk nya dan masih terus berusaha merogoh rogoh saku celana milik nya,tetapi sejak tadi tangan nya masih belum menemukan selembar uang pun di dalam sana.
"Kenapa? Apa kau tidak memiliki uang?" tebak sang pemilik warung dengan raut wajah jengkel.
"Kalau memang tidak memiliki uang,tidak usah mampir ke mari dan terus memesan ini itu! Tapi ujung ujung nya tidak bisa membayar" tambah nya yang berhasil memancing amarah darman.
"Jaga bicara mu!" Tegas darman.
"Kau pikir aku peduli?" sahut pemilik warung tak kalah garang nya.
"Aku tak mau tau,kau mempunyai uang atau tidak! Inti nya kau harus membayar semua yang sudah kau pesan"
"Cepat! Berikan uang nya pada ku"
"Kalau kau tetap kekeh tidak mau bayar,aku akan menyuruh semua orang yang sedang berada di kedai ku untuk menghajar mu habis habisan!" Ancam nya yang membuat darman meneguk saliva.
"Yah,baiklah! Ambil ini....." sahut darman sambil menyerah kan kartu identitas milik nya.
"Apa ini?" tanya sang pemilik kedai sambil membalik balikkan kartu tanda penduduk milik darman.
"Kau simpan saja! Aku akan kembali lagi besok dan membayar semua pesanan ku!" terang darman yang kemudian ingin melangkah pergi dari sana.
"E-eh! Tunggu!" cegah sang pemilik kedai.
__ADS_1
"Apa lagi? Apa itu tidak cukup sebagai barang jaminan? Apa kau juga perlu akte kelahiran sampai ijazah ku?" Ujar darman dengan wajah datar
"Yasudah! Aku akan kembali lagi besok! Jika kau tidak sabaran,datang saja ke desa "Pagelaran" dan temui aku di rumah ku" tambah darman dan langsung berlalu begitu saja.
"Hei tunggu! Aku tidak tau di mana rumah mu!" seru sang pemilik kedai.
"Tunjuk kan saja kartu itu pada warga,mereka akan menunjuk kan rumah ku pada mu" sahut darman tanpa membalik kan tubuh nya.
Darman terus berjalan hingga 100 meter jauh nya dari kedai kopi tadi! Sebenar nya kedai kopi itu terletak di desa sebelah yang lumayan jauh jarak nya dari desa darman! Tetapi,entah kenapa kedua kaki nya terus berjalan tanpa henti hingga membuat nya sampai di sana!
Dan entah apa yang ada di pikiran nya saat ini,hingga ia rela menempuh jarak sejauh itu.Hanya karna tak mau kembali ke rumah! Bahkan,sampai detik ini darman masih saja tak merasa mencemaskan ibuk nya sedikit pun! Yang mungkin saja masih berharap cemas menunggu kepulangan nya di rumah.
Langkah darman kini akhir nya berhenti tepat di depan sebuah gapura besar yang bertuliskan
"Selamat datang di desa pagelaran"
Yang di mana,kata sambutan itu menandakan bahwa diri nya kini sudah hampir sampai di rumah nya! Tetapi,lagi lagi dia harus menempuh jarak sejauh 200 meter dengan berjalan kaki sebab,darman harus melewati kebun kebun warga terlebih dulu!
Tak mau menunggu lama,darman kembali melanjut kan langkah nya! dan terus berjalan melewati kebun kebun warga tanpa ada rasa takut sedikit pun di hati nya! Padahal jalan yang ia lalui saat ini sangat lah gelap gulita,tanpa ada penerangan lampu bahkan cahaya rembulan sedikit pun!
Tanpa terasa,kini darman sudah sampai dan berdiri tepat di depan gerbang rumah nya! Pandangan nya terus sibuk ia edarkan ke sekitar rumah nya yang memang sudah dalam keadaan gelap gulita! Sebab,sudah menjadi kebiasaan mereka untuk selalu mematikan semua lampu saat malam hari tiba!
"Buk! Ibuuuuk!"
"Buka gerbang nya buk!" Teriak darman sambil terus mengguncang guncangkan gerbang tersebut dengan sekuat tenaga!
"Aaahg! Si*l" Umpat nya
"Buuuk!"
"Buka gerbang nyaaaaaa" Teriak nya lagi tetapi kali ini lebih keras
"Berisik!" seru seseorang yang entah dari mana yang berhasil membuat darman berhenti berteriak.
__ADS_1